Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi tentang 17 Agustus untuk Merayakan HUT RI ke-78

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi tentang 17 Agustus. Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Contoh puisi tentang 17 Agustus. Unsplash/Mufid Majnun

Hari kemerdekaan Indonesia akan segera tiba. Tentunya akan ada banyak perayaan menyambut hari spesial tersebut. Salah satunya biasanya diadakan lomba cipta puisi bertema HUT RI. Contoh puisi tentang 17 Agustus kali ini juga bisa dijadikan acuan untuk membuat puisi tema serupa.

Dengan adanya contoh puisi tersebut, maka orang-orang yang tertarik mengikuti lomba cipta puisi bisa memiliki inspirasi. Jadi, nantinya mereka bisa mempersiapkand iri dengan baik.

5 Contoh Puisi tentang 17 Agustus yang Bagus dan Bermakna

Contoh puisi tentang 17 Agustus. Unsplash/James Tiono

Merayakan hari kemerdekaan dengan berkarya dan membuat perenungan mendalam merupakan salah satu cara yang terbaik, dari pada hanya sekadar pesta menghambur-hamburkan uang. Para generasi muda harus bisa menghargai kemerdekaan dan mengisinya dengan baik.

Dikutip dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan, Alfin Nirhayatul Islamiyah, dkk, 2021, dan buku Spesial Antologi Puisi bertajuk Hari Kemerdekaan Indonesia, Shinta .N., Shavna Agitsni, dkk., berikut lima contoh puisi tentang 17 Agustus untuk merayakan HUT RI yang ke-78.

1. Puisi Kemerdekaan Karya Tika Madjid

17 kemarin

Terasa menggemparkan

Terasa menggembirakan

Ada pekik kemenangan

Ada pekik kebahagiaan

Bahagia bisa kembali ke tanah mulia

Bahagia bisa bersama ibu pertiwi

Kini 17 agustus bergema kembali

Ada yang bergolak dihati

Ingin menangis

Ingin meratap

Tapi kepada siapa

Ibu pertiwiku sedang gundah gulana

Ibu pertiwiku sedang kecewa

Oleh hempasan rasa amarah

Hempasan rasa serakah

Hempasan rasa ..

Kemana sang perkasa Kemana sang pejuang pusaka

Kemana mereka? 17 Agustusku

Jangan berlari dariku

Jangan menghindariku

Aku tak sanggup melihat derai air matamu

Aku takkan bisa melihat muram wajahmu

Aku ..

Aku sudah hampir kehilangan ibu pertiwiku

Jangan pergi ..

Tetaplah bersamaku

Menapaki langkah yang pernah kita lalui

Menuai asa yang pernah kita rasakan

Mari kita susul ibu pertiwi

Mengamit tangannya

Mencuri senyumnya

2. Indonesiak Karya Diyah Fadilah

Indonesiaku,

Kini kau 'tlah terlepas dari belenggu penjajah?’

Dulu ditindas, ditebas hingga dirampas

Hingga satu persatu rakyat tewas

Indonesiaku,

Terbebas dari penjajah tak semudah membalik tangan

Detik demi detik merelakan keringat bertetesan

Satu malam pun serasa ribuan tahun

Indonesiaku,

Kini sang dwiwarna telah berkibar

Semerbak harumnya bagaikan mawar

Sampai tak terasa puluhan tahun terlewatkan

Indonesiaku,

Semoga kisahmu tak pernah pupus

Tak hanya suka namun juga duka

Bukan hanya tinggal sebuah cerita

3. Tanyaku Sederhana Karya Muhammad Sifak Almurtadho

Aku adalah seribu tahun lalu mencoba melawan semua kalah

Dan luka untuk kubawa pergi merenggut semua kalimat asa untuk merdeka angkasa surya menopang semua deru ombak derita ringkus habis semuanya!

Tanpa ada orang yang tersisa.

Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini adalah bukti nyata kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa sampai merdeka!

Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri Bukannya benar pertanyaanku?

Sudahi semua pertingkaian ini, atau merdeka dua kali?

Ringkus peristiwa!

Kita merdeka karena kita berbeda!

4. Perayaan ala Orang Bodoh Karya Denik A Nuramal

Tanggal merah di kalender duduk tersenyum merekah

Katanya ada perayaan ditunggu-tunggu dengan merah dan putih.

Mengubur marah, menggembala sejarah

Begitu perayaan ala orang-orang bodoh

Bukan tentang huru-hara dan hore

Berdiri di tengah terik menyaksikan bendera sedang ditarik

Kata orang-orang pandai scrupa itu cintai negeri

Perayaan ala orang-orang bodoh

Tak pernah semeriah karangan bunga dibalut upacara khidmat

Dihadapan rajut darah dan tulang yang dijahit oleh doa lamat-lamat

Meski kemerdekaan dalam isi kepala umat

Adalah debat kusir yang tak mengenal kata tamat

Sebab perayaan ala orang bodoh

Serupa: mencangkul kebun subuh hari dan pulang saat keringat sudah terkumpul rapi

Atau menjala ikan di lautan bahala

Beberapa merayakan kemerdekaan dengan seribu gelengan kepala

Saat menyeduhkan kopi untuk para pelupa

Bahwa kita adalah penjajah, penjarah, dan pemusnah kemerdekaan sesama

5. Merdeka, Kini dan Nanti Karya Ahmad Suryadi

Merdeka ini adalah upaya yang tak kenal lelah

Usaha yang tak pernah menyerah

Merdeka ini adalah cucuran keringat dan darah

Yang setia mencucur hingga melimpah ruah

Merdeka ini adalah lelah

Lelah yang dirasakan oleh setiap jiwa

Merdeka ini tak mudah digapai

Karena berjuta ton darah raib serta tergadai

Merdeka didapat dengan taruhan nyawa

Demi merdeka jutaan nyawa dan jiwa melayang

Demi merdeka untuk senyum esok yang lebih

Demi merdeka untuk senyum bangsa Indonesia

Demi merdeka ibu pertiwi, kini dan nanti.

Baca juga: 4 Puisi tentang Pahlawan yang Berjasa bagi Bangsa

Contoh puisi tentang 17 Agustus tadi tak hanya cocok untuk menyambut HUT RI yang ke 78 nanti, tapi juga bisa dijadikan acuan dalam pembuatan puisi tema nasionalisme. Selamat berkarya. (nov)