Konten dari Pengguna

5 Puisi Fiersa Besari yang Populer dan Cocok untuk Kawula Muda

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Fiersa Besari, Foto oleh Thomas Bormans di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Fiersa Besari, Foto oleh Thomas Bormans di Unsplash

Berbicara puisi dan prosa masa kini dari penulis terkenal di tanah air, ada Fiersa Besari yang gaya bahasanya banyak disukai anak muda. Bahkan beberapa di antara isi puisi Fiersa Besari juga sering menyiratkan perasaan galau ataupun jatuh cinta anak muda jaman sekarang.

Selain itu salah satu bukunya juga sudah ada yang diangkat ke layar lebar dan mendapat sambutan hangat. Bagi yang belum pernah membaca puisi atau tulisan-tulisan dari musisi sekaligus penulis yang terkenal ini, bisa menyimak lima di antaranya pada artikel kali ini.

5 Puisi Fiersa Besari yang Bagus dan Populer

Ilustrasi puisi Fiersa Besari, Foto oleh Matteo Paganelli di Unsplash

Berikut lima puisi Fiersa Besari yang beberapa diantaranya diambil dari buku Garis Waktu Bagian 1, 2, dan 3 cetakan tahun 2016.

1. Garis Waktu Part 1

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,

akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang

yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu.

Dan hatimu takkan memberikan pilihan apa pun kecuali jatuh cinta,

biarpun logika terus berkata

bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa.

2. Garis Waktu Part II

Rasa yang tidak berbatas

takkan mempermasalahkan ketika tidak berbalas

Waktuku kini tak hanya diisi penantian,

ada wajahmu di setiap detiknya.

Jantungku kini tak hanya diisi darah,

ada namamu di setiap detaknya

3. Garis Waktu Part III

Cinta membuatmu bertekuk lutut.

Jika ia merendahkanmu, tinggalkan.

Jika ia rela bertekuk lutut bersamamu, jangan lepaskan

Usia, jarak, waktu, dan kelas sosial hanyalah angka

bagi dua orang yang saling memperjuangkan satu sama lain

4. Tanpa Mula, Tanpa Akhir

Aku senang wangimu yang tertinggal,

Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,

Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,

Wangimu, sayangku,adalah sebuah mesin waktu...

Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,

Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,

Dengan mata itu kau memandang alam semesta,

Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.

Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,

Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,

Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,

Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku ke kegelapan.

Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,

Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,

Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?

Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?

5. Untukmu

Untukmu

Yang pernah datang dan mengubah segala rencana

Yang pernah menghentikan segala gundah gulana

Untukmu

Yang pernah menjadikan hatiku kembali berwarna

Yang pernah membuatku kembali percaya pada renjana

Maaf

Atas segala hal kecil yang membuatmu marah

Atas niat baikku yang selalu kau pandang salah

Aku tak pernah mengerti, kenapa bagimu pergi selalu mudah?

Sementara, bagiku, meninggalkanmu hal yang paling susah

Kita berubah dari kekasih yang saling berjuang

Menjadi sepasang musuh yang saling berperang

Tanpa kita sadari, cerita kita hangus menjadi arang

Dan kita tidak punya lagi jalan pulang

Terimakasih

Karenamu, aku belajar membuka hati

Untuk saling memberi arti

Karenamu juga aku belajar berbesar hati

Untuk melihat perasaanmu mati

Baca juga: 4 Puisi AADC untuk Kamu yang Ingin Nostalgia dengan Cinta dan Rangga

Dari lima puisi Fiersa Besari di atas tadi, adakah yang cocok dengan perasaan dan suasana hatimu saat ini? (nov)