Konten dari Pengguna

5 Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati. Foto: Unsplash/suh5pence.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati. Foto: Unsplash/suh5pence.

Kehilangan istri pastilah meninggalkan rasa sedih di hati, seperti yang tertuang dalam puisi kehilangan istri tercinta menyayat hati.

Dalam kehidupan berumah tangga, suami istri saling menemani dalam senang dan sedih. Namun, kehidupan berumah tangga pun diwarnai kesedihan, salah satunya ketika harus merelakan kepergian istri. Entah karena perceraian atau karena ia meninggal dunia.

Baca Juga: 20 Kata-Kata Mutiara Suami kepada Istri

5 Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati

Ilustrasi Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati. Foto: Unsplash/jeremybishop.

Dikutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi Cinta, Ardiansyah, (2019:57), berikut ini contoh puisi kehilangan istri tercinta yang menyayat hati.

1. Mawar Hitam

Kan kuberikan dikau setangkai mawar hitam

Tanda cinta abadiku namun penuh dengan luka

Simpanlah sebagai tanda kenangan yang penuh arti

Di saat engkau teringat padaku bahwa akulah lelaki sejatimu

Kurela melepaskanmu

Cinta memang tak harus memiliki

Namun di hatiku masih tersimpan namamu

Perpisahan tak bisa terelakkan

Tabir ini memang gelap

Pergilah, duhai Juwitaku

Restuku bersamamu

Cintai dia dan sayangi dia seperti kau menyayangiku

Usap air matamu dan tersenyumlah demi sebuah pilihan

Kata sesal sudah tiada lagi

Hapus masa indah itu bersama yang kita lalui

Bacalah masa depanmu

Tutup masa lalu kita

Hanya doa-doa yang kupersembahkan untukmu

Hanya keikhlasan saat ini yang kubisa

Hanya mawar hitam tanda kasih yang bisa kuberikan padamu

Selamat jalan Juwitaku

Jangan pernah lupakan aku

Dari yang selalu memujamu

Dan selalu menjadi pencinta abadimu

2. Kasih yang Sirna

Dalam matamu tak kulihat kasih itu

Mungkinkah dalam hatimu juga sudah sirna?

Dalam suaramu tak kudengar rindu

Mungkinkah dalam jiwamu rindumu sudah beku?

Semua diam ... sepi hampa

Kenisbian menyatu dalam bimbang

Kau yang kuharap tak bisa lagi berharap

Kau yang kusayang tak bisa lagi menyayang

Ke mana lara kubawa

Ke mana suka kubagi

Semua diam ... sepi ... hampa

Semua hilang dan terlupakan karena kau pergi

Detik-detik perpisahan datang menghadang

Menggenggam cinta kita yang terlarang

Dan waktu akan menggerus kesetiaan hati

Karena cinta kau sudah pergi

3. Rindu Istriku

Ketika aku mencoba untuk istirahat

Hatiku sakit, dan yang aku pikirkan

Hanyalah betapa merindukan istriku

Sangat menyakitkan bagiku

Semua rasa sakit di dalam ini

Memikirkan cinta yang kita miliki dan air mata yang telah kutangisi

Memikirkan tempat-tempat yang kita kunjungi

Betapa aku mencintaimu dengan sepenuh hati

Tetapi terutama bagaimana kita telah tercabik-cabik

Aku sangat merindukanmu dan masih mencintaimu

Aku tidak ingin melepaskanmu

Tapi kukatakan pada diriku sendiri

Itu adalah kehendak Tuhan

4. Menangis di Kegelapan

Mataku tidak lagi basah karena perjuangan

Dan ketakutan selama bertahun-tahun

Aku sekarang hanya ada dalam pikiran dan ingatan

Cintaku hilang

Hanya kesengsaraan yang tersisa dan tangisan gelap jiwaku

Meratapi kepergian

Berlalunya cahaya yang menjadi jalan penuntunku

Cinta semua hilang sekarang sebagai bencana keberadaan

Dan satu pertanyaan tentang bagaimana

Aku ingin kembali ke tahun-tahun perjuangan

Dan rasa sakit itu dan memperbaiki kesalahan yang aku buat

Tetapi semuanya sia-sia ketika cintamu tidak hidup lagi

Oh, Cintaku, betapa aku ingin memelukmu sekali lagi

Dan menekan bibirku ke bibirmu

Dan memberikan seluruh hatiku

Dengan cara yang akan memuaskanmu

Dan tangisan dalam kegelapan

5. Dia

Aku menemukan wanitaku sekarat

Berbaring di tempat tidur kami

Aku menariknya ke arahku

Dengan lembut

Dan mencium dahinya yang manis

Dan dia pergi

Tuhan, Tuhan, Tuhan, istriku pergi

Dia adalah satu-satunya wanita yang bisa aku cintai

Dan sekarang dia pergi

Itu lima puisi kehilangan istri tercinta yang menyayat hati. Tetap semangat, ya.