5 Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan istri pastilah meninggalkan rasa sedih di hati, seperti yang tertuang dalam puisi kehilangan istri tercinta menyayat hati.
Dalam kehidupan berumah tangga, suami istri saling menemani dalam senang dan sedih. Namun, kehidupan berumah tangga pun diwarnai kesedihan, salah satunya ketika harus merelakan kepergian istri. Entah karena perceraian atau karena ia meninggal dunia.
Baca Juga: 20 Kata-Kata Mutiara Suami kepada Istri
5 Puisi Kehilangan Istri Tercinta yang Menyayat Hati
Dikutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi Cinta, Ardiansyah, (2019:57), berikut ini contoh puisi kehilangan istri tercinta yang menyayat hati.
1. Mawar Hitam
Kan kuberikan dikau setangkai mawar hitam
Tanda cinta abadiku namun penuh dengan luka
Simpanlah sebagai tanda kenangan yang penuh arti
Di saat engkau teringat padaku bahwa akulah lelaki sejatimu
Kurela melepaskanmu
Cinta memang tak harus memiliki
Namun di hatiku masih tersimpan namamu
Perpisahan tak bisa terelakkan
Tabir ini memang gelap
Pergilah, duhai Juwitaku
Restuku bersamamu
Cintai dia dan sayangi dia seperti kau menyayangiku
Usap air matamu dan tersenyumlah demi sebuah pilihan
Kata sesal sudah tiada lagi
Hapus masa indah itu bersama yang kita lalui
Bacalah masa depanmu
Tutup masa lalu kita
Hanya doa-doa yang kupersembahkan untukmu
Hanya keikhlasan saat ini yang kubisa
Hanya mawar hitam tanda kasih yang bisa kuberikan padamu
Selamat jalan Juwitaku
Jangan pernah lupakan aku
Dari yang selalu memujamu
Dan selalu menjadi pencinta abadimu
2. Kasih yang Sirna
Dalam matamu tak kulihat kasih itu
Mungkinkah dalam hatimu juga sudah sirna?
Dalam suaramu tak kudengar rindu
Mungkinkah dalam jiwamu rindumu sudah beku?
Semua diam ... sepi hampa
Kenisbian menyatu dalam bimbang
Kau yang kuharap tak bisa lagi berharap
Kau yang kusayang tak bisa lagi menyayang
Ke mana lara kubawa
Ke mana suka kubagi
Semua diam ... sepi ... hampa
Semua hilang dan terlupakan karena kau pergi
Detik-detik perpisahan datang menghadang
Menggenggam cinta kita yang terlarang
Dan waktu akan menggerus kesetiaan hati
Karena cinta kau sudah pergi
3. Rindu Istriku
Ketika aku mencoba untuk istirahat
Hatiku sakit, dan yang aku pikirkan
Hanyalah betapa merindukan istriku
Sangat menyakitkan bagiku
Semua rasa sakit di dalam ini
Memikirkan cinta yang kita miliki dan air mata yang telah kutangisi
Memikirkan tempat-tempat yang kita kunjungi
Betapa aku mencintaimu dengan sepenuh hati
Tetapi terutama bagaimana kita telah tercabik-cabik
Aku sangat merindukanmu dan masih mencintaimu
Aku tidak ingin melepaskanmu
Tapi kukatakan pada diriku sendiri
Itu adalah kehendak Tuhan
4. Menangis di Kegelapan
Mataku tidak lagi basah karena perjuangan
Dan ketakutan selama bertahun-tahun
Aku sekarang hanya ada dalam pikiran dan ingatan
Cintaku hilang
Hanya kesengsaraan yang tersisa dan tangisan gelap jiwaku
Meratapi kepergian
Berlalunya cahaya yang menjadi jalan penuntunku
Cinta semua hilang sekarang sebagai bencana keberadaan
Dan satu pertanyaan tentang bagaimana
Aku ingin kembali ke tahun-tahun perjuangan
Dan rasa sakit itu dan memperbaiki kesalahan yang aku buat
Tetapi semuanya sia-sia ketika cintamu tidak hidup lagi
Oh, Cintaku, betapa aku ingin memelukmu sekali lagi
Dan menekan bibirku ke bibirmu
Dan memberikan seluruh hatiku
Dengan cara yang akan memuaskanmu
Dan tangisan dalam kegelapan
5. Dia
Aku menemukan wanitaku sekarat
Berbaring di tempat tidur kami
Aku menariknya ke arahku
Dengan lembut
Dan mencium dahinya yang manis
Dan dia pergi
Tuhan, Tuhan, Tuhan, istriku pergi
Dia adalah satu-satunya wanita yang bisa aku cintai
Dan sekarang dia pergi
Itu lima puisi kehilangan istri tercinta yang menyayat hati. Tetap semangat, ya.
