Konten dari Pengguna

5 Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai, foto: Unsplash/Alexas_Fotos
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai, foto: Unsplash/Alexas_Fotos

Kehilangan sesuatu yang berharga tentunya terasa berat. Oleh sebab itu, membaca puisi kehilangan seseorang yang dicintai mungkin akan membuatmu merasa dimengerti sehingga luka hatimu akan terasa lebih baik.

Terkadang, yang kamu butuhkan untuk meredakan sakit hati hanyalah kata-kata yang mewakili dirimu dan perasaanmu. Begitu kamu sudah merasa tak sendirian, kamu bisa memilih caramu sendiri untuk bangkit dari rasa sedih akan kehilangan tersebut.

Baca juga: 21 Kata-Kata Merelakan Seseorang yang Meninggalkan Kita dan Luka

Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai

Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai, foto: Unsplash/- -

Berikut ini adalah 5 puisi kehilangan seseorang yang kamu cinta untuk kamu baca agar kamu tidak merasa benar-benar sendirian:

1. Puisi Hilang

Oleh: Weslly Johannes

Sesuatu harus kurelakan pergi

Tak ada yang mesto kunanti lagi,

sebab ada yang tak selalu dua sisi

Lepas

Terbang

Hilang

Titik-titik kehilangan temu

Jalan-jalan kehilangan kaki

Mata-mata kehilangan hati

Aku?

Andai masih bisa kauraba

Kekosongan di belakang tanda tanya

Yang lebih mirip sebelah hati itu

Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas

Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi

Yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari

Sesak sendat separuh hatiku berlari

Di antara langkah kaki anak-anak kecil

Yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini

* Dikutip dari Bahaya-bahaya yang Indah, Weslly Johannes (2018:65)

2. Asmara Patah

Oleh: Fina Mulia Nastiti

Langit bergemuruh bergema seakan mau runtuh

Mengoyak-ngoyak relung sanubari

Mencabik-cabik batin

Suaranya masih berdentang hebat

Luka dalam perih teriris-iris

Mengejan rasa pijar sakit yang tak terperi

Melumat memendam kesumat asmara

Tercerabut dari titik pesakitan

Pudar rasa tersiram rasa tak sampai

Jauh menjauh merangkul sepi

Dingin sesak meratapi pergi

Tinggalkan nestapa duka lara di hati

Tangis isak merangkai hari

Memeluk kenangan sejuta mimpi

Hancur sirna dihempas patah hati

Lukanya menganga di relung hati

* Dikutip dari Saudade; Sajak-sajak kerinduan yang Patah, Fina Mulia Nastiti (2019:14)

3. Ketika Bulan Mengambang dalam Genangan

Oleh: Budi Mugia Raspati

Pada malam ketika bulan mengambang dalam genangan,

sehabis air mata kehilangan, cucur dari botol-botol anggur,

kesendirian tiba di batas kepasrahan.

Dan seluruh kesedihan kembali pulang kepadaku.

Rindu pun satu-persatu terlepas dari tubuhku.

Merenggutmu dari pikiranku,

dengan membawa kata-kata pembasuh luka

–Segalanya tak pernah seasing ini

Kemudian aku berkelana,

mencari rindu dalam sajak-sajak pilu,

dalam lagu-lagu sendu,

hingga aku semakin biru.

Sampai akhirnya kutemukan

Rindu itu gugur jadi namamu.

Jadi namamu

* Dikutip dari Bulan dalam Genangan, Budi Mugia Raspati (2021:11)

4. Di Jurang Puisi

Oleh: Helvy Tiana Rosa

I

Menampung rindu

Dari hari ke haru

Menanggung resah yang berlarian hingga jantung

Jarum jarum hujan menikam mata kita

Katamu tak apa

Karena duka cuma

Museum kebahagiaan

Yang retak dan pecah di dada kita

II

Kita pun saling meninggalkan

Menanggalkan semua kenangan

Yang hinggap dan meleleh di dahi musim

Sejak saat itu kutemukan diriku yang beku

Terperangkap dalam kulkas

Berisi puluhan kilogram

Puisi puisi setengah jadi

* Dikutip dari A Lady Dances with Poetry, Helvy Tiana Rosa (2017:33)

5. Akhirnya Kau Hilang

Oleh: Aan Mansyur

Akhirnya kau pergi dan aku akan

menemukanmu di mana-mana. Di udara

dingin yang menyusup di bawah pintu atau

di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan

dari bahasa-bahasa jauh. Di sepasang mata

gelandangan yang menyerupai jendela rumah

berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon

warna-warni yang melepaskan diri dari tangan

seorang bocah

Akhirnya kau pergi dan aku akan

menemukanmu di jalan-jalan lengang

atau bangku-bangku taman yang kosong. Aku

menemukanmu di salju yang menutupi kota

seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.

Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi,

udara, dan aroma makanan yang kurang

atau terlalu matang

Aku menemukanmu berbaring di kamarku

yang kosong saat aku pulang dengan kamera

dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak

kukenal. Kau sedang menyimak lagu yang selalu

kau putar. Buku cerita yang belum kelar kau baca

telungkup bagai bayi tidur di dadamu. Tidak sopan,

katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak

kesedihan dinyanyikan

Akhirnya kau hilang. Kau meninggalkan aku–

dan kenangan kini satu-satunya masa depan

yang tersisa.

* Dikutip dari Tidak Ada New York Hari ini, Aan Mansyur (2016:70-71)

Itulah 5 puisi kehilangan seseorang yang dicintai. Ketahuilah bahwa walau kamu merasakan kehilangan kekasih atau orang berharga lainnya, akan ada lebih banyak orang yang hadir dan membuat hidupmu lebih bermakna. Maka, jangan terlalu lama bersedih, ya.(malika)