5 Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan sesuatu yang berharga tentunya terasa berat. Oleh sebab itu, membaca puisi kehilangan seseorang yang dicintai mungkin akan membuatmu merasa dimengerti sehingga luka hatimu akan terasa lebih baik.
Terkadang, yang kamu butuhkan untuk meredakan sakit hati hanyalah kata-kata yang mewakili dirimu dan perasaanmu. Begitu kamu sudah merasa tak sendirian, kamu bisa memilih caramu sendiri untuk bangkit dari rasa sedih akan kehilangan tersebut.
Baca juga: 21 Kata-Kata Merelakan Seseorang yang Meninggalkan Kita dan Luka
Puisi Kehilangan Seseorang yang Dicintai
Berikut ini adalah 5 puisi kehilangan seseorang yang kamu cinta untuk kamu baca agar kamu tidak merasa benar-benar sendirian:
1. Puisi Hilang
Oleh: Weslly Johannes
Sesuatu harus kurelakan pergi
Tak ada yang mesto kunanti lagi,
sebab ada yang tak selalu dua sisi
Lepas
Terbang
Hilang
Titik-titik kehilangan temu
Jalan-jalan kehilangan kaki
Mata-mata kehilangan hati
Aku?
Andai masih bisa kauraba
Kekosongan di belakang tanda tanya
Yang lebih mirip sebelah hati itu
Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas
Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi
Yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari
Sesak sendat separuh hatiku berlari
Di antara langkah kaki anak-anak kecil
Yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini
* Dikutip dari Bahaya-bahaya yang Indah, Weslly Johannes (2018:65)
2. Asmara Patah
Oleh: Fina Mulia Nastiti
Langit bergemuruh bergema seakan mau runtuh
Mengoyak-ngoyak relung sanubari
Mencabik-cabik batin
Suaranya masih berdentang hebat
Luka dalam perih teriris-iris
Mengejan rasa pijar sakit yang tak terperi
Melumat memendam kesumat asmara
Tercerabut dari titik pesakitan
Pudar rasa tersiram rasa tak sampai
Jauh menjauh merangkul sepi
Dingin sesak meratapi pergi
Tinggalkan nestapa duka lara di hati
Tangis isak merangkai hari
Memeluk kenangan sejuta mimpi
Hancur sirna dihempas patah hati
Lukanya menganga di relung hati
* Dikutip dari Saudade; Sajak-sajak kerinduan yang Patah, Fina Mulia Nastiti (2019:14)
3. Ketika Bulan Mengambang dalam Genangan
Oleh: Budi Mugia Raspati
Pada malam ketika bulan mengambang dalam genangan,
sehabis air mata kehilangan, cucur dari botol-botol anggur,
kesendirian tiba di batas kepasrahan.
Dan seluruh kesedihan kembali pulang kepadaku.
Rindu pun satu-persatu terlepas dari tubuhku.
Merenggutmu dari pikiranku,
dengan membawa kata-kata pembasuh luka
–Segalanya tak pernah seasing ini
Kemudian aku berkelana,
mencari rindu dalam sajak-sajak pilu,
dalam lagu-lagu sendu,
hingga aku semakin biru.
Sampai akhirnya kutemukan
Rindu itu gugur jadi namamu.
Jadi namamu
* Dikutip dari Bulan dalam Genangan, Budi Mugia Raspati (2021:11)
4. Di Jurang Puisi
Oleh: Helvy Tiana Rosa
I
Menampung rindu
Dari hari ke haru
Menanggung resah yang berlarian hingga jantung
Jarum jarum hujan menikam mata kita
Katamu tak apa
Karena duka cuma
Museum kebahagiaan
Yang retak dan pecah di dada kita
II
Kita pun saling meninggalkan
Menanggalkan semua kenangan
Yang hinggap dan meleleh di dahi musim
Sejak saat itu kutemukan diriku yang beku
Terperangkap dalam kulkas
Berisi puluhan kilogram
Puisi puisi setengah jadi
* Dikutip dari A Lady Dances with Poetry, Helvy Tiana Rosa (2017:33)
5. Akhirnya Kau Hilang
Oleh: Aan Mansyur
Akhirnya kau pergi dan aku akan
menemukanmu di mana-mana. Di udara
dingin yang menyusup di bawah pintu atau
di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan
dari bahasa-bahasa jauh. Di sepasang mata
gelandangan yang menyerupai jendela rumah
berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon
warna-warni yang melepaskan diri dari tangan
seorang bocah
Akhirnya kau pergi dan aku akan
menemukanmu di jalan-jalan lengang
atau bangku-bangku taman yang kosong. Aku
menemukanmu di salju yang menutupi kota
seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi,
udara, dan aroma makanan yang kurang
atau terlalu matang
Aku menemukanmu berbaring di kamarku
yang kosong saat aku pulang dengan kamera
dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak
kukenal. Kau sedang menyimak lagu yang selalu
kau putar. Buku cerita yang belum kelar kau baca
telungkup bagai bayi tidur di dadamu. Tidak sopan,
katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak
kesedihan dinyanyikan
Akhirnya kau hilang. Kau meninggalkan aku–
dan kenangan kini satu-satunya masa depan
yang tersisa.
* Dikutip dari Tidak Ada New York Hari ini, Aan Mansyur (2016:70-71)
Itulah 5 puisi kehilangan seseorang yang dicintai. Ketahuilah bahwa walau kamu merasakan kehilangan kekasih atau orang berharga lainnya, akan ada lebih banyak orang yang hadir dan membuat hidupmu lebih bermakna. Maka, jangan terlalu lama bersedih, ya.(malika)
