5 Puisi Masa Kecil Singkat yang Penuh Kenangan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa kecil adalah salah satu momen menyenangkan dalam hidup. Untuk mengenang masa-masa indah tersebut, membaca puisi masa kecil singkat bisa menjadi salah satu cara untuk membangkitkan kenangan indah di masa kecil.
Puisi sendiri adalah karya sastra yang berisi ungkapan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dengan kata-kata puitis sebagaimana dikutip dari buku Menggores Tinta Puisi, oleh Ahmad Wahyudi, (2021:15). Harus diakui karya sastra yang satu ini tidak mudah membuatnya, maka referensi kumpulan puisi bisa menjadi rujukan.
5 Puisi Masa Kecil Singkat yang Penuh Kenangan
Bagi yang ingin bernostalgia dengan masa kecil, inilah beberapa puisi masa kecil singkat untuk mengingat kenangan yang manis.
1. Masa Kecil
Karya Joko Pinurbo
Masa kecil seperti penjaga malam yang setia
Ia yang membuka dan menutup pintu
Setiap kau masuk dan keluar kamar mandi
Sementara kau sibuk mandi, ia duduk manis
di sudut sepi, membaca cerita bergambar
Sambil ketawa-ketiwa sendiri
Jangan suka lihat orang mandi, nanti sakit mata
Ia langsung menutup wajahnya
Dengan buku, seakan geli atau malu
Melihat tokoh komiknya yang (tidak) lucu
2. Kenangan Masa Kecil
Karya Eka Budianta
Meskipun kurang jelas
Ia masih ingat bahwa
Tempat ia bermain
Semasa kanak-kanak
Ialah plaza yang kini
Diapit jalan itu
Sehingga sukar baginya
Untuk membayangkan kembali
Bagaimana ia bisa
Menggembalakan domba-dombanya
Di tengah-tengah
Jalan Raya
3. Kenangan pada Dunia Kanak-Kanak
Karya Taufiq Ismail
Masih ingatkah kau, masa bocah kita
Sekali lama, di desa Zahleh karunia
Betapa di kebun anggur dua bayang bertemu
Bertukar gelak di rimbun semak rindu?
Masih ingatkah kau, bila kita bersirebutan
Memetiki gugusan anggur paling matang
Dan semua kita bayar dengan rekah senyuman
Bercita rasa manis mabuk kepayang?
Masih ingatkah kau pagi malaikat berdua
Pada pelukannya kemesraan dan kesayangan
Melambungkan kita ke kilau-kilau angkasa
Meninggi hingga kita lingkari kayangan?
Dan bagaimana sungai yang selalu kita mudiki?
Masihkah ia mengalir dengan biru tanah tepi?
Ah, begitulah cinta meramu semua
Memerciki pepohonan dengan kebugarannya.
4. Dongeng Nenek Sebelum Tidur
Karya Gunoto Saparie
Dongeng nenek sebelum tidur
Di masa-masa kanakku
Kini makin mengabur
Karena bahasa dan jarak waktu
Namun aku ingat nama sultan yahya
Adat melayu dan datuk bandar
Kejayaan masa silam yang samar
Namun ada yang tak bisa kubaca isyaratnya
5. Kelambu dan Lampu Sentir
Karya Anjani Kanastren
Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang
Dulu waktu kecil
Aku senang sembunyi di belakangnya
Ruangan itu masih menyimpan kenangan
Meski tak ada lagi kelambu dan lampu sentir
Yang dulu selalu eyang pasang
Menjelang maghrib
Semua telah tiada
Ditelan waktu
Tapi dalam kenanganku
Semua segar membayang
Bagai baru usai kemarin
Aku termangu di ruang bisu
Anganku hadir
Andai aku kembali kecil.
Baca juga: 5 Puisi tentang Keluarga Bahagia
Itulah deretan puisi masa kecil singkat yang bisa jadi cara untuk bernostalgia. Jadi, kenangan masa kecil apa yang paling teringat dan menjadi kenangan manis untuk dikenang? (PRI)
