5 Puisi Pengorbanan Seorang Ibu yang Mengharukan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu adalah orang yang sudah melahirkan kita. Dari rahimnya kita lahir ke dunia ini. Ibu, merupakan orang yang tidak pernah henti-hentinya mendidik kamu dan memberikan nasihat pada kamu. Beberapa puisi pengorbanan seorang ibu yang mengharukan bisa kamu lontarkan ke hadapan ibu yang sudah melahirkan kamu.
Salah satu kunci kebahagiaan dan kesuksesan hidup pun terletak pada Ibu. Bahagiakan Ibumu jika ingin meraih kesuksesan hidup, karena doa Ibu lebih mujarab dari obat dan cara apapun.
Puisi Pengorbanan Seorang Ibu
Berikut ini beberapa puisi pengorbanan seorang ibu, yang dikutip dari bartleby.com, dan poemhunter.com.
1. Pengorbanan Ibu
Cinta seorang ibu yang mungkin tidak akan pernah kau jelaskan
Seperti keindahan matahari terbenam
Tidak peduli seberapa sedikit yang dia miliki
Seringkali meninggalkan dirinya sendiri
Bagi banyak wajah lapar yang aku tahu
Tidak untuk satu atau dua hari,
Ini adalah pengorbanan harian ibuku
Kita diam-diam belajar untuk bertahan
Tidak ada ibu yang lebih baik, yang pernah saya kenal
Yang berkorban besar dan kecil
Penyangkalan seorang ibu, adalah pengorbanan yang jujur,
Karena itu mengajarkan cinta yang terbaik dari semuanya.
2. Mata Air Cinta
Ibu…
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibanku
Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan ku menyiakanmu dan
Melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu
Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak nuntut
Aku masih sangat ingat
Ketika itu tak ada biaya untuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat
Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan hati terisak
Tak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Ibu masih mengetuk pintu warga sekitar
Terimakasih sang pencipta
Kau beri aku seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika ku dilanda derita
Yang punya hati sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta
3. Bocah Nakal
Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam
Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak
Tanganmu yang kuat
Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk
Maafkan aku ibu
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka
Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna
4. Ibu
Untuk semua hal yang telah ibu lakukan
Setiap pagi terbitlah matahari.
Pergi bekerja kamu akan pergi.
Di rumah, cinta kepada kita yang kamu tunjukkan.
Untuk semua pengorbanan yang telah kau lakukan
Menjaga kami tetap hangat saat kau berada di bawah naungan.
Begitu banyak hal yang telah saya lakukan kepada kamu
Begitu banyak hal yang saya harap bisa saya batalkan.
Untukmu aku berhutang nyawaku
Untukmu yang telah berkorban
Semua impian dan harapanmu
Untuk membantuku terbang dan menjadi tali penopangku.
Tanpamu aku tidak tahu harus berbuat apa
Tapi ini yang aku tahu benar sekali
Ibu, Bu, Ma, aku mencintaimu
5. Tangisan Ibu
Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku
Seonggok cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
mencari harapan baru kembali bagi anakmu
Bukan setumpuk Emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesanku
bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku
bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku
tapi permohonan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata terhadapku
Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu
aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hati ku.
Nah, jadi itulah beberapa puisi pengorbanan seorang ibu yang mengharukan. Semoga bermanfaat!
