Konten dari Pengguna

5 Puisi Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 5 Puisi Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati. Foto: Unsplash/Bethany Beck.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 5 Puisi Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati. Foto: Unsplash/Bethany Beck.

Pernahkah kalian menulis puisi perjuangan ibu yang menyentuh hati? Tidak ada hal yang bisa menggantikan pengorbanan dan jasa seorang ibu. Sudah sepantasnya kita selalu mengucapkan terima kasih kepadanya.

Renungkan kembali bagaimana perjuangan seorang ibu kepada anak. Ibu rela bertaruh nyawa saat melahirkan. Melalui puisi tentang perjuangan ibu, kita bisa berterima kasih atas semua yang telah ibu lakukan untuk kita.

Baca Juga: 5 Puisi Pendek Anak SD tentang Ibu yang Mengharukan

5 Puisi Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati

Ilustrasi 5 Puisi Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati. Foto: Unsplash/Bruno Nascimento.

Mengutip dari buku berjudul Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa, Dahlia D.S (2021:24), berikut adalah puisi perjuangan ibu yang sangat menyentuh hati.

1. Pengorbanan Ibu Jalan Hidupku

Dengan sel-sel darah engkau lahirkan kehidupan bagiku

Tetesan air mata tak terhenti seperti hujan yang mengalir

Tapi apa daya engkau pertaruhkan nyawa bagiku

Suara malaikat kecil bernyanyi

Rasa sakit hilang jadi bahagia

Tak sedikit kata terucap

Tak sedikit darah mengalir

Engkau tersenyum bagaikan rembulan di malam yang sunyi

Sentuhan demi sentuhan kau usap dengan jemarimu

Kecupan bibirmu menghangatkan jiwaku

Hari berganti bulan berganti tahun

Menjagaku tanpa letih

Mendekapku dengan ketulusan

Cinta kasihmu tak lekang oleh waktu

Kau tuntun aku di jalur berliku yang penuh dengan batu

Untuk menuju ke kedewasaanku

Tak pernah kau pikirkan dirimu

Tak pernah kau pikirkan beratnya hidupmu

Sungguh begitu kuat dirimu

Kau begitu sempurna bagiku

2. Syair Untuk Ibu

Ibu, setiap rintikan air matamu

Menyadarkan diriku atas perbuatanku

Pengorbanan yang telah kau berikan untukku

Selalu kukenang sepanjang hidupku

Di bawah redupnya pelita malam

Kurebahkan kepalaku di pangkuanmu

Aku merasakan hati yang penuh ketenangan

Lewat belaian hangat tangan halusmu

Ibu

Kaulah jantung dan hatiku

Darahmu mengalir deras di tubuhku

Semua tentang lukamu terikat di batinku

Kutuliskan syair ini untukmu, Ibu

Dengan bait yang langsung terhubung denganmu

Dikiasi oleh goresan pena yang indah

Syair ini akan selalu mewarnai hidupmu

3. Malaikat Tak Bersayap

Bidasan dirgantara menodong sebuah mata tua

Menaruh aksentuasi pada wanita yang memarut muka

Turut larat membeliak dedikasi kepada putra putrinya

Memeras keringat dan senantiasa mengurut dada

Sudah serasa bahara yang teramat biasa bagi dirinya

Durjana dunia telah menyulih resistansi raga

Menguruk cua menjadi kentara derana yang menyatukan kalbu

Melegar profesi menyerak sang pembela barga

Tanpa basa basi mencerap sumbu mengggebu-gebu

Dia laksana pelita pada ketaksaan jiwa

Senandungnya abadi merajai hati gembira

Sosoknya mampu memberus sorotan seluruh pemirsa

Tertawan segala kiprah yang kejat berjibaku

Malaikat tak bersayap, kupanggil ia dengan sebutan ibu

4. Ibuku

Tak kan kulupakan jasamu Ibu

Kau mengandungku, melahirkanku

Resah, gelisah menjadi satu

Kau rasakan di dalam kalbu

Setiap waktu berjalan

Pekerjaanmu begitu melelahkan

Walau lelah keringat bercucuran

Tak pernah engkau keluhkan

Ibu ...

Kau curahkan cinta kasihmu

Kau belai dengan sentuhan lembutmu

Mendidikku dengan kasih sayangmu

Agar aku menjadi maju

Ibu ...

Tak hentinya aku membuatmu marah

Hingga kau menjadi gundah

Namun, engkau tetap tabah

Tersenyum ramah, tanpa keluh kesah

Dirgahayulah ibunda

Salam bakti ananda

Teriring ucapan doa

Semoga Tuhan mengabulkannya

5. Perjuangan Ibu

Ibu berjuang mencari makan demi aku

Ibu banting tulang demi asupan makanku

Ibu berdoa untuk pendidikanku

Ibu menangis untuk masa depanku

Aku belajar di bangku untuk memberi ibu makan

Aku bekerja keras supaya ibu tetap sehat

Aku berdoa untuk umur panjang ibu

Aku menangis karena perjuangan ibu

Itu dia contoh puisi perjuangan ibu yang sangat menyentuh hati. Semoga menginspirasi.