Konten dari Pengguna

5 Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan. Foto: Unsplash/Eric Ward.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan. Foto: Unsplash/Eric Ward.

Setiap pertemuan maka akan selalu ada perpisahan, akan ada saatnya mengucapkan puisi selamat tinggal. Perpisahan itu terjadi karena banyak sebab, seperti pindah tempat kerja, pindah rumah, lulus dari perguruan tinggi, atau putus cinta.

Umumnya, perpisahan meninggalkan kekosongan di hati. Untuk menggambarkan kesedihan yang kamu alami, kamu dapat mencurahkannya dalam puisi selamat tinggal.

Bingung dengan contoh puisinya? Berikut adalah beberapa puisi selamat tinggal yang meninggalkan kesan.

Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan

Ilustrasi Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan. Foto: Unsplash.

Inilah beberapa contoh puisi selamat tinggal yang meninggalkan kesan, dikutip dari buku Antara Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa, yang ditulis oleh Rosidigembul.

1. Selamat Tinggal

Selamat tinggal, Sayang

Selamat tinggal, Kekasih

Selamat tinggal masa lalu

Selamat tinggal kenangan

Hapuslah air mata cintamu

Tiada guna engkau sesali

Selamat tinggal, Sayang

Selamat tinggal, Kekasih

Kurela berkorban cinta demi kamu

Asalkan kau bahagia bersamanya

Selamat tinggal wahai cinta

Bahagialah hidupmu selalu

Bersama pria yang kau puja

Kasih dan cintamu

Jangan kau anggap jemu

Aku selalu berdoa untukmu

Semoga kau sejahtera bersama dia

Dalam cita-cita dan harapan hati

Membina mahligai rumah tangga

Selamat tinggal wahai cinta

Selamat tinggal masa lalu

Kurela korbankan cintaku

Asalkan kau bahagia

2. Pantang Bagiku

Bila kau sakiti hatiku

Pantang bagiku teteskan airmata

Untuk kau besarkan dengan makan uang haram

Pantang bagiku

Janganlah kau bawa anak kita

Pergilah kau sendiri tanpa anak

Jangan kau kembali walau sedetik

Puaskan dirimu di meja maksiat

Tinggalkan diriku dan anakku

Tanganku sanggup untuk bertahan hidup

Aku tak butuh cintamu bila harus begini

Pantang bagi diriku teteskan airmata

Bila hidup sengsara menimpaku, kujalani

Pantang bagiku untuk memohon belas kasihmu

Semoga murka Tuhan menjadi hidayahmu

Kesadaran hati

Tanggung jawab diri dan perilaku

3. Dua Kali

Jangan kau usik semut yang berbaris

Semut pun tak rela disakiti

Begitu pun diriku yang kau khianati

Dua kali kecewa

Dua kali aku kau sakiti

Jika terulang takkan kumaafkan dirimu lagi

Itu janjiku

Jangan usik semut yang berbaris

Semut pun tak rela disakiti

Begitu pun diriku yang kau khianati

Jangan kau anggap air yang tenang tiada ikannya

Jangan kau anggap diriku tak mampu berbuat

Mengetahui cinta yang lain

Jangan kau selalu anggap ranting yang rapuh

Akan mudah patah

Bisa jadi sebaliknya

Jangan kau anggap hatiku patah

Hanya karena putus bercinta

Dua kali kuberawai

Dua kali kumerana

Takkan kumaafkan dirimu lagi jika terulang

Sakit kurasa dalam beban

Dalam diam aku mengeluh

Perasaan yang hancur lembur

4. Kuingat Selalu

Kuingat kata sayang darimu

Walau hanya sekejap akan kuingat slalu

Walau kini telah berlalu

Cincin permata itu tanda kasih sayangmu

Tanda kasih darimu bukti kesungguhanmu

Cincin ini akan mengingatkanmu selamanya

Kini tinggal kenangan, tapi cincin ini abadi

Tak mudah untuk kulupakan

Namun tetap kusimpan walau dalam kesendirian

Kata sayang darimu awal cincin ini kau berikan

Akan kuingat selalu janji manismu bersama kenangan

Cincin ini masih utuh walau telah berlalu

Kini semua telah telanjur terjadi

Jangan kita sesali, jangan kau tangisi

Anggaplah semua itu angin lalu

Kini tinggal kenangan dalam cerita

Berat kulupakan

Namun tetap kusimpan selamanya

Kata cinta darimu buat aku tersanjung

Bujuk rayu manismu dulu akan kuingat slalu

Walau telah berlalu tergilas oleh waktu

5. Cinta Mulia

Sebening embun pagi, sebening air pegunungan

Lembut sinar matamu

Bila kupandang wajahmu bahagia hatiku

Aku sayang padamu seperti aku menyayangi diriku

Senyum ceriamu seindah mutiara

Kejujuranmu sebersih salju

Bila kuusap rambutmu laksana kain sutera

Wahai gadis permata hatiku

Setiap malam tiba rinduku mendera

Hanyut dalam khayalanku bersama imajinasi liar

Seperti waktu itu kau rayu diriku

Kau tatap wajahku dengan penuh mesra

Kupandangi fotomu setiap malam tiba

Tingkah laku dan senyum manjamu mengusik tidurku

Kau peluk diriku dengan penuh mesra

Hadirmu di dalam mimpiku di setiap malam

Di dalam tidurku kau hadir membawa cinta

Engkau tersenyum syarat bahagia

Betapa indah dan mulia cinta kita

Itulah beberapa contoh puisi selamat tinggal. Semoga bermanfaat.