5 Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pertemuan maka akan selalu ada perpisahan, akan ada saatnya mengucapkan puisi selamat tinggal. Perpisahan itu terjadi karena banyak sebab, seperti pindah tempat kerja, pindah rumah, lulus dari perguruan tinggi, atau putus cinta.
Umumnya, perpisahan meninggalkan kekosongan di hati. Untuk menggambarkan kesedihan yang kamu alami, kamu dapat mencurahkannya dalam puisi selamat tinggal.
Bingung dengan contoh puisinya? Berikut adalah beberapa puisi selamat tinggal yang meninggalkan kesan.
Puisi Selamat Tinggal yang Meninggalkan Kesan
Inilah beberapa contoh puisi selamat tinggal yang meninggalkan kesan, dikutip dari buku Antara Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa, yang ditulis oleh Rosidigembul.
1. Selamat Tinggal
Selamat tinggal, Sayang
Selamat tinggal, Kekasih
Selamat tinggal masa lalu
Selamat tinggal kenangan
Hapuslah air mata cintamu
Tiada guna engkau sesali
Selamat tinggal, Sayang
Selamat tinggal, Kekasih
Kurela berkorban cinta demi kamu
Asalkan kau bahagia bersamanya
Selamat tinggal wahai cinta
Bahagialah hidupmu selalu
Bersama pria yang kau puja
Kasih dan cintamu
Jangan kau anggap jemu
Aku selalu berdoa untukmu
Semoga kau sejahtera bersama dia
Dalam cita-cita dan harapan hati
Membina mahligai rumah tangga
Selamat tinggal wahai cinta
Selamat tinggal masa lalu
Kurela korbankan cintaku
Asalkan kau bahagia
2. Pantang Bagiku
Bila kau sakiti hatiku
Pantang bagiku teteskan airmata
Untuk kau besarkan dengan makan uang haram
Pantang bagiku
Janganlah kau bawa anak kita
Pergilah kau sendiri tanpa anak
Jangan kau kembali walau sedetik
Puaskan dirimu di meja maksiat
Tinggalkan diriku dan anakku
Tanganku sanggup untuk bertahan hidup
Aku tak butuh cintamu bila harus begini
Pantang bagi diriku teteskan airmata
Bila hidup sengsara menimpaku, kujalani
Pantang bagiku untuk memohon belas kasihmu
Semoga murka Tuhan menjadi hidayahmu
Kesadaran hati
Tanggung jawab diri dan perilaku
3. Dua Kali
Jangan kau usik semut yang berbaris
Semut pun tak rela disakiti
Begitu pun diriku yang kau khianati
Dua kali kecewa
Dua kali aku kau sakiti
Jika terulang takkan kumaafkan dirimu lagi
Itu janjiku
Jangan usik semut yang berbaris
Semut pun tak rela disakiti
Begitu pun diriku yang kau khianati
Jangan kau anggap air yang tenang tiada ikannya
Jangan kau anggap diriku tak mampu berbuat
Mengetahui cinta yang lain
Jangan kau selalu anggap ranting yang rapuh
Akan mudah patah
Bisa jadi sebaliknya
Jangan kau anggap hatiku patah
Hanya karena putus bercinta
Dua kali kuberawai
Dua kali kumerana
Takkan kumaafkan dirimu lagi jika terulang
Sakit kurasa dalam beban
Dalam diam aku mengeluh
Perasaan yang hancur lembur
4. Kuingat Selalu
Kuingat kata sayang darimu
Walau hanya sekejap akan kuingat slalu
Walau kini telah berlalu
Cincin permata itu tanda kasih sayangmu
Tanda kasih darimu bukti kesungguhanmu
Cincin ini akan mengingatkanmu selamanya
Kini tinggal kenangan, tapi cincin ini abadi
Tak mudah untuk kulupakan
Namun tetap kusimpan walau dalam kesendirian
Kata sayang darimu awal cincin ini kau berikan
Akan kuingat selalu janji manismu bersama kenangan
Cincin ini masih utuh walau telah berlalu
Kini semua telah telanjur terjadi
Jangan kita sesali, jangan kau tangisi
Anggaplah semua itu angin lalu
Kini tinggal kenangan dalam cerita
Berat kulupakan
Namun tetap kusimpan selamanya
Kata cinta darimu buat aku tersanjung
Bujuk rayu manismu dulu akan kuingat slalu
Walau telah berlalu tergilas oleh waktu
5. Cinta Mulia
Sebening embun pagi, sebening air pegunungan
Lembut sinar matamu
Bila kupandang wajahmu bahagia hatiku
Aku sayang padamu seperti aku menyayangi diriku
Senyum ceriamu seindah mutiara
Kejujuranmu sebersih salju
Bila kuusap rambutmu laksana kain sutera
Wahai gadis permata hatiku
Setiap malam tiba rinduku mendera
Hanyut dalam khayalanku bersama imajinasi liar
Seperti waktu itu kau rayu diriku
Kau tatap wajahku dengan penuh mesra
Kupandangi fotomu setiap malam tiba
Tingkah laku dan senyum manjamu mengusik tidurku
Kau peluk diriku dengan penuh mesra
Hadirmu di dalam mimpiku di setiap malam
Di dalam tidurku kau hadir membawa cinta
Engkau tersenyum syarat bahagia
Betapa indah dan mulia cinta kita
Itulah beberapa contoh puisi selamat tinggal. Semoga bermanfaat.
