Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Alam Semesta yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Alam Semesta. Foto: Unsplash/clement fusil.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Alam Semesta. Foto: Unsplash/clement fusil.

Puisi tentang alam semesta merupakan bentuk karya sastra yang digunakan untuk mengekspresikan kekaguman akan keindahan alam. Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan begitu indah. Namun, alam semesta juga menyimpan banyak misteri yang belum terungkap.

Puisi menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan tentang alam semesta. Tidak hanya perasaan kagum, tetapi juga perasaan gelisah, kecewa, dan khawatir.

Baca Juga: 4 Puisi singkat tentang alam Insonesia yang indah dan memesona

Puisi tentang Alam Semesta

Ilustrasi Puisi tentang Alam Semesta. Foto: Unsplash/James Wheeler.

Berikut ini Inspirasi Kata akan memberikan beberapa puisi tentang alam semesta yang dikutip dari poemanalysis.com, hellopoetry.com, dan poetryinternational.com.

1. Senja Sore Itu

Kilau cahaya oranye menyelimuti sore itu

Indah, tampak indah dan menyilaukan

Anggunmu mengalahkan anggunnya sang dewi

Meskipun hadirmu hanya sebentar

Namun, kehadiranmu akan selalu dinanti

Elokmu memberikan warna di langit sore itu

Penuh keagungan dari indahnya ciptaan Yang Mahakuasa

Penuh rasa syukur kuucapkan karena masih bisa menantimu

Untuk hari esok, esok, dan seterusnya

Kini suryamu sudah siap untuk tenggelam

Menjemput rembulan yang akan menerangi malamku

Menanti pagi dengan munculnya dirimu

Hingga di sore hari kukembali menantikan dirimu

Lembayung indah nan memanjakan mata

Gradasi warna yang tak bisa terlukiskan dengan sembarang cat

Sebuah hiasan besar penutup waktu siang

2. Ke Mana Perginya Alamku

Masih kuingat jelas saat itu

Meskipun terlihat samar, namun aku masih mengingatnya dengan jelas

Alammu yang indah

Alamku yang subur

Alamku dengan segala kekayaan yang dimilikinya

Namun,

Ke mana kini perginya dirimu

Mengapa indahmu mulai pergi

Mengapa suburmu mulai luntur

Dan mengapa kekayaanmu mulai habis?

Aku harus mempertanyakan ini kepada siapa?

Alamku yang indah

Kini kau menangis terpuruk

Melihat dirimu yang kini mulai rusak

Rusak karena ulah perbuatan manusia yang tak bertanggung jawab

Kesedihanmu semakin bertambah

Tangismu semakin menjadi jadi

Kala kau melihat….

Banjir di mana-mana

Tanah longsor di mana-mana

Satwa mulai turun ke permukiman

Galian lubang batu bara di mana-mana

Alamku ke mana kini kau pergi

Apa kau murka saat ini?

Apa kau kecewa karena sudah tak seperti dulu lagi

Alamku, ingatkan manusia untuk menjagamu

Tanpa hadirnya dirimu

Ke mana manusia harus melangkah pergi

Mari kita jaga alam ini agar tetap abadi

3. Keramahan Alam

Bila datang ke negeriku

Kan disambut dengan alam yang hijau

Dengan gunung yang menjulang

Dan ombak yang berderai di lautan

Burung-burung akan bernyanyi

Bersiul-siul sepanjang pagi

Riangnya tiada pernah berhenti

Memuji Rabbul Izzati

Bila datang ke negeriku

Kan kau lihat sungai mengalir

Angin-angin bersemilir

Bunga mekar beribu-ribu.

4. Pesona Alam Hijau

Terperosok pada hamparan hijau

Menggantung pada nuansa manja ilalang

Tunggu! Akan kuhirup perlahan aroma rumput ini

Sebab kutahu inilah ciptaan Tuhan yang harus kita nikmati

Jauh di ufuk kehijauan

Dengan dasar cokelat yang menyatu pada komponen penting

Berbasis kesuburan yang terikat pada keindahan tanaman liar

Sebut saja bunga

Bunga menjadikan sepasang aksa siap meraih

Sentuhan halus jemari mungil

Siap mengabadikan momen kemekarannya

Bidikan-bidikan kecil siap menjadikan momen indah untuk dikenang

Sebagai hal ciptaan Tuhan yang terindah

5. Sabda Bumi

Belum tampak mendung merenung bumi

Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut

Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu

Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja

Kala waktu enggan berkawan pada hari

Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri

Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini

Hitam memang menang menyerang terang

Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari

Bersama untaian senandung salam alam pagi.

Nah, itulah beberapa kutipan puisi tentang alam semesta yang menyentuh hati. Semoga bermanfaat.