Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Cinta yang Tak Bisa Memiliki

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Cinta yang Tak Bisa Memiliki. Foto: Unplash/Kelly Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Cinta yang Tak Bisa Memiliki. Foto: Unplash/Kelly Sikkema

Siapa nih di sini yang jatuh cinta pada seseorang tapi orang yang dicintai tidak mencintai kamu balik? Sakit banget kan ya, pasti rasanya? Nah, lima puisi tentang cinta yang tak bisa memiliki berikut ini mungkin sesuai isi hati kamu.

Terkadang memang kita perlu untuk sadar diri, bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Memiliki rasa cinta pada seseorang itu memang hak pribadi masing-masing.

Tapi, saat cintamu tidak terbalaskan, kamu harus siap untuk menerima sakit hati yang cukup mendalam.

Baca juga: 20 Kata-kata Terima Kasih telah Hadir dalam Hidupku dengan Penuh Cinta

5 Puisi tentang Cinta yang Tak Bisa Memiliki

Ilustrasi Puisi tentang Cinta yang Tak Terbalaskan. Foto: Unplash/Ksenia Makagonova

Inilah lima puisi tentang cinta yang tak bisa memiliki dari Inspirasi Kata, yang dikutip dari buku yang berjudul Antologi Puisi, Nasirullah Sitam, (halaman 4,5,9-10, 12, dan 18).

1. Penantian Panjang

Kapan senyummu hadir dalam hidupku?

Kapan paras ayumu hadir di mataku?

Kapan bibir manismu tersimpan dalam ingatanku?

Kapan hatimu tergugah untukku?

Kan kutunggu semua itu dengan balutan rasa gundah

Kan kunantikan segalanya untukmu

Kan kuhapus rasa kepedihan dengan satu harapan indah

Mendekapmu

2. Sekelumit Harapan

Ingin kututup mata ini agar terbayang wajahmu,

dan terbuka mata kau ada di hadapanku

Ingin kuucap kata indah saat teringat namamu,

merangkai kata berbalut roman di setiap barisannya

Ingin kupegang erat kedua tanganmu,

merasakan sentuhan hangat tak terlupakan

Ingin kumeniti jalan panjang,

berujung manis kau berdiri tegak menyambutku penuh gairah

Ingin kuraih tubuhmu, mendekap erat tak terpisah Ingin kuhentikan waktu,

merampas kembali dirimu yang menghilang

Ingin kumaki setiap penyesalan yang tak pernah lepas dariku

Hanya ingin, aku hanya bisa berkata ingin untuk kesekian kalinya

Melepas dekapanmu, menyerahkan padanya

Merelakan dirimu untuk dia

3. Maya

Aku sekadar mampu menyapa di dunia maya

Berusaha keras menampakkan keharmonisan

Berangsur menguap terhapus waktu

Serasa hampa, tak pernah berwujud nyata

Meskipun sudah berusaha tampak, tak nyata memang kejam

Tak nampak itu semacam pengkhianatan, tidak pernah ada

Tidak berwujud dan tidak pernah dianggap ada

Sementara benalu tertawa riang

Pongah mengejek karena dirinya nyata

Walau dia tahu hanya sebagai parasit yang merugikan

Terpenting dia tampak, ada kala diajak bercanda

Nyata walau tak pernah menjawab segala pertanyaan

Maya hanyalah khayalan bercerita manis

Membuat kamu tertawa, ceria, tapi tak bisa dipegang erat

Nyata ditatap, tak dapat dikecap

Mendengar kala meratap,

tak mampu untuk bersandar ketika berharap

Maya sebaris warna indah dalam angatan

Sedap dipandang, tak bisa dipegang

Sementara benalu menari kegirangan

Mengubah dirinya menjadi sandaran cinta berbekal nyata wujudnya

4. Biarkan Cinta Itu Memilih

Bisa jadi mencintai adalah hal yang menyakiti

Berteman lama, tak kunjung mencintai

Menikmati waktu bersama hanya sekadar canda garing tak bermakna

Tidak peka, takut menjauh

Tak berani mengungkapkan, membeku dalam batin terdalam

Takut bicara tentang cinta, tapi dia tidak memilih kita

Takut diterima jika hanya berpura-pura,

menyenangkan diri yang terlanjur berharap besar

Cinta tak bisa dipaksakan

Bagaikan pasir dalam genggaman

Semakin kita menekan, semakin sulit dipertahankan

Cinta itu memilih

Hinggap pada hati yang terpilih

Biarkan cinta itu memilih

Biarkan cinta itu berjalan sendiri

Biarkan cinta itu datang sendiri

Memilih ruang yang misteri

5. Saling Mencintai, Tak Bisa Memiliki

Jika cinta itu indah, kenapa aku tersiksa?

Andai cinta berbuah kebahagiaan, mengapa hati selalu dirundung nestapa?

Kalau lah cinta membuat ceria, entah kenapa diriku bermuram-durja?

Apakah cinta itu adil untuk kita?

Tak semua cinta membuat kita tertawa bahagia

Membuat hidup ini menjadi lebih indah

Tertawa riang, bergembira ria

Cinta bisa membuat kita semakin merana

Membuat kita terjerembab dalam kepedihan

Merelakan walau tak pernah rela

Sebatas saling mencintai, tak bisa saling memiliki

Dari lima puisi tentang cinta yang tak bisa memiliki di atas, puisi nomor berapa yang paling sesuai dengan keadaan hati kamu saat ini?