5 Puisi tentang Manusia dan Tuhan sebagai Perenungan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang manusia dan Tuhan bisa menjadi bahan renungan. Hubungan manusia dengan Tuhan berarti menyangkut keimanan dan kepercayaan seseorang.
Tak jarang juga kita melupakan bagaimana seharusnya beriman kepada Sang Pencipta. Padahal, sebagai manusia kita membutuhkan Tuhan dalam hidup kita.
Baca Juga: 5 Kumpulan Puisi Mengikhlaskan yang Tulus
5 Puisi tentang Manusia dan Tuhan sebagai Perenungan
Berikut ini beberapa puisi tentang manusia dan Tuhan yang bisa dijadikan renungan, dikutip dari laman familyfriendpoems.com:
1. Hadiah dari Tuhan
Oleh John P. Read
Cinta tidak bisa digambarkan
Ia tidak memiliki bentuk, ia tidak memiliki bentuk
Cinta bukanlah objek
Cinta tidak sesuai
Cinta memasuki hidup kita
Saat kita dilahirkan
Dari buaian sampai liang lahat
Cinta ada pada setiap orang
Cinta menyala seperti lilin
Kadang berkedip tapi tidak pernah mati
Cinta mungkin tak terlihat
Meskipun tepat di depan matamu
Cinta bisa membuatmu kosong
Cinta bisa membuatmu utuh
Cinta bisa membuat atau menghancurkanmu
Cinta ada di dalam jiwamu
Cinta ada di hatimu
Cinta ada di pikiranmu
Cinta tidak membeda-bedakan
Cinta selalu buta
Cinta itu universal
Itu mencakup dunia
Tidak peduli di mana kamu berada
Cinta memiliki bahasa tersendiri
Cinta ada di sekitarmu
Ada banyak cinta yang tersisa
Anda tidak dapat melihat atau menyentuhnya
Tapi cinta ada di mana-mana
Cinta adalah kekuatan terbesar
Namun itu sangat kecil
Cinta itu anugerah dari Tuhan
Untuk dibagikan di antara kita semua
2. Setiap Bekas Luka Memiliki Cerita
Oleh Kristina M. DeCarlo
Setiap luka punya cerita
Apa yang akan kuceritakan?
Apa yang akan terjadi dengan ini
Kapan aku lebih baik, kapan aku sehat?
Aku ingin bekas lukaku memberitahu
Tentang bagaimana aku telah mengatasi
Tentang bagaimana aku berhasil melewatinya
dari mana aku berasal
Aku ingin bekas lukaku berbisik
tentang rasa sakit yang kualami
tentang waktu yang sangat sulit ini
tentang maraton yang kuikuti
Tapi kebanyakan bekas luka
untuk berbicara tentang sesuatu yang lebih besar
Aku ingin berteriak
tentang Penciptaku yang hidup
Biarkan bekas lukaku menjadi bukti
bahwa ada Tuhan yang penuh kasih
yang berjuang di pertempuran menakutkan
dan pada sayap siapa aku terbang
Biarkan bekas lukaku menyatakan
bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan
bahwa sendirian aku tidak bisa
tapi dengan Tuhan aku bisa
Biarkan mereka melihatnya
Biarkan mereka mengintip dan melihat
Bekas lukaku menunjukkan Tuhan itu hebat
Itu menunjuk kepada-Nya, bukanku
3. Hari Demi Hari
Oleh Lenora McWhorter
Hari demi hari, Tuhan berjalan bersamaku
dan bebanku dia bantu aku menanggungnya
Setiap langkah yang kuambil di sepanjang jalan
Ayahku yang pengasih selalu ada
Hari demi hari, aku merasakan kasih Tuhan
mengelilingiku di sekitar
rahmat dan belas kasih-Nya menutupiku
dan jemput aku saat aku jatuh
Hari demi hari, Tuhan menjagaku
dari bahaya, sakit hati dan bahaya
Aman dari jerat musuh
dan dilindungi dari alarm kehidupan
Hari demi hari, aku mengandalkan Bapa
untuk menguatkanku saat aku lemah
Dia menghiburku dengan kasih-Nya
dan ke hatiku Dia berbicara damai
Hari demi hari, aku merasakan kehadiran Tuhan
dan semangatku selalu dihidupkan kembali
Tuhan setia menjagaku
seperti seorang ayah terhadap anaknya sendiri
Tuhan menitipkan rahmat-Nya kepadaku
menit demi menit, hari demi hari
Dengan iman, aku melangkah sejalan dengannya
saat Dia membimbingku di jalan hidup
4. Dia di Sini
Oleh Yasemin Raymondo
Tuhan datang kepada kita dengan cara yang tenang dan sederhana
Dia ada di sana saat angin sepoi-sepoi menggoyang daun palem di sore yang tenang, malas, dan cerah
Saat tetesan air hujan dengan lembut berderai di atas atap seng yang haus dari orang miskin, dia ada di sana
Carilah dia di balik mata tertawa seorang anak
Atau cium dia dalam bunga melati yang mekar
Pada malam bulan yang cerah dan berbintang
Genggam tangannya saat kau menggenggam tangan cintamu
Dan merasakan kehangatan air matanya
Saat kau menghibur teman yang berduka dalam pelukanmu
Dia ada dalam tangisan pertama bayi
Dan dalam desahan terakhir orang yang sekarat itu
Saat ombak pecah di atas pasir keemasan
Dan burung camar terbang ke awan putih
Ketika lonceng gereja berbunyi pada hari Minggu Paskah
Mengundangmu untuk menerima misa suci, dia ada di sana
Cicipi dia saat kau menggigit mangga yang sudah matang kuning
atau saat kau melepas dahaga dengan air kelapa yang manis
Tuhan datang kepada kita dengan cara yang tenang dan sederhana
Tidak akan pernah kau temukan kehadirannya dalam kekerasan
Jangan pernah mencarinya dalam kata-kata kemarahan atau tindakan pengecut
Cinta dan kedamaiannya mengelilingi kita, di atas dan di luar.
Hanya dalam hal-hal sederhana sehari-hari itu
ketika kita melihat dipenuhi dengan cintanya
bisakah kita menemukannya.
5. Tuhan Segala Penghiburan
Oleh Edarly Edouard
Tuhan kita menyediakan semua yang kita butuhkan
Saat kita membutuhkan pertolongan, kepada-Nya kita sampai
Dia selalu bersama kita saat kita kesepian
Dia sangat mencintai kita dan menahan amarah secara perlahan
Allah menghibur kita dalam kesengsaraan kita
Penderitaan kita adalah untuk penghiburan dan keselamatan kita
Tuhan telah menetapkan kita semua dalam nama Kristus
Dalam nama Kristus kita tidak akan pernah menderita karena malu
Kemuliaan bagi Allah yang mengutus Roh Kudus
Jika bukan karena Roh, kita tidak akan pernah memiliki batasan
Kenyamanan kita melimpah melalui Kristus, sementara penderitaan-Nya melimpah atas kita
Kita semua didorong untuk mengetahui bahwa Kristus adalah satu-satunya kepercayaan kita
Atas nama Yang Hidup, tidak akan ada rasa sakit
Melampaui sekarang dan selamanya, Tuhan kita selalu sama
Tuhan ada di pihak kita, jadi kita tidak perlu mengandalkan orang lain.
Terpujilah Tuhan, Tuhan segala penghiburan
Nah, itulah beberapa puisi yang menggambarkan tentang manusia, dan Tuhan. Semoga bermanfaat..
