5 Puisi untuk Dia yang Pergi, Auto Nangis

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan seseorang yang sudah berarti di hidup kita adalah hal yang cukup sulit untuk dilewati. Dalam artikel ini ada kumpulan puisi untuk dia yang pergi, sebagai ungkapan rasa sedihmu terhadapnya.
Dengan membaca beberapa contoh puisi sedih di bawah, mungkin bisa membuka pikiran dan hatimu untuk lebih tegar dan kuat menghadapi kenyataan yang ada, bahwa memang dia harus pergi dari hidupmu.
5 Puisi untuk Dia yang Pergi, Auto Nangis
Mengutip dari situs familyfriendpoems.com, inilah beberapa contoh puisi untuk dia yang pergi, bisa bikin kamu nangis dan menyayat hati:
1. "Suatu hari nanti kamu akan merindukanku seperti aku merindukanmu." - Summer
Suatu hari nanti kamu akan merindukanku seperti aku merindukanmu.
Suatu hari nanti kamu akan menangis untukku seperti aku menangis untukmu.
Suatu hari nanti kamu akan menginginkanku kembali seperti aku menginginkanmu.
Suatu hari nanti kamu akan mengerti mengapa kamu menghancurkan hatiku ketika aku tidak melakukannya.
Suatu hari nanti kamu akan mengerti bahwa aku adalah satu-satunya gadis yang tahan dengan semua kekacauan dirimu.
Suatu hari nanti kamu akan tahu bagaimana rasanya sakit, bagaimana kamu menyakitiku.
Suatu hari nanti hidup kamu akan terbalik seperti aku ketika kamu menghancurkan hatiku.
Suatu hari nanti kamu akan memiliki seseorang menyakitimu seperti kamu menyakitiku.
Suatu hari nanti kamu akan menyadari betapa kesepiannya hidup.
Suatu hari nanti kamu bisa duduk dan berpikir betapa berartinya aku bagimu
Ketika kamu sangat berarti bagiku.
Suatu saat nanti kamu akan tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya.
Suatu hari nanti kamu akan mencoba untuk kembali kepadaku seperti yang aku coba denganmu,
Tapi suatu hari nanti kamu akan mencintaiku ketika aku tidak akan mencintaimu.
2. Emosi Putus - Sierra
Aku bisa memintamu untuk tetap tinggal,
Tapi tidak ada yang tersisa untuk dikatakan.
Perpisahan ini sangat emosional dan lama,
Tapi aku tahu aku kuat.
Aku kira kami secara alami tumbuh terpisah,
Tapi itu masih menyakitkan di hatiku.
Kami pergi berhari-hari tanpa berbicara atau mengirim pesan,
Dan aku hanya bisa bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ada saat-saat kami tidak bisa saling menatap mata.
Bagaimana kita sampai sejauh ini, dan mengapa sesuatu yang begitu istimewa harus mati?
Saat aku menulis ini, kenangan membanjiriku.
Mereka mengingatkan kita semua dulu.
Bahkan ketika keadaan buruk, aku tidak pernah berpikir hubungan ini akan berakhir.
Hati kami yang hancur, aku pikir kami bisa memperbaiki.
Kini kau pergi tanpa pamit.
Aku bahkan tidak punya energi untuk menangis.
Aku tahu itu sudah berakhir ketika kita mulai melakukan sesuatu sendiri.
Kami menjadi sangat jauh dan aku sendirian.
Aku mencoba membuatmu memperhatikan bahwa aku masih di sana,
tetapi kamu mengambil keputusan dan tidak peduli.
Ada banyak malam ketika hanya kamu yang ada di pikiranku.
Aku harap kebahagiaan adalah apa yang kamu temukan.
Ada hari-hari ketika aku tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Tapi "coba" adalah apa yang selalu kamu katakan.
Jadi, setiap hari aku mencoba untuk tersenyum.
Bahkan jika itu bukan yang asli untuk sementara waktu.
Kami bersama selama bertahun-tahun, jadi apakah kamu pernah meneteskan air mata?
Aku tahu aku harus melepaskanmu,
Dan suatu hari nanti aku akan melakukannya,
Tapi emosi campur aduk itulah yang kurasakan.
Kita berdua membuat kesalahan yang adil.
Rasanya seperti tenggelam dalam kesedihan, kemarahan, dan dendam, semuanya di danau yang berbeda.
Sejujurnya aku hanya berharap yang terbaik untukmu
Saat kekuatan dan daya tahanku diuji.
3. Kepergian
Kepergian mungkin memang terasa menyedihkan
Kehilangan adalah hal yang amat menyakitkan
Dan aku merasakan itu
Sekarang…
Di saat air mata mulai melebar
Di saat tetesan hujan mulai menyambar
Ada aku, di sini, yang selalu menunggu kabar…
Hati masih belum merelakan
Kepergianmu yang begitu tak terbaca
Aku, masih menatap sanubari
Sembari berkaca pada kenangan masa lalu kami.
4. Menemani
Bisakah kamu tetap tinggal?
Atma ini belum sanggup untuk dipenggal
Tolong, jangan pergi sayang.
Hembusan badai yang menghadang
Bagaimana bisa aku meramalnya?
Bila tak ada kamu disisi
Yang menemani setiap hari- hari.
5. Aku Kehilangannya - Carrie Berry
Kamu mengambil ketakutanku
Dan membuat mereka benar.
Kau mengambil cintaku
Dan merobek hatiku juga.
Kamu menghilangkan tawaku,
Dan kebahagiaanku juga,
Dan biarkan semua kesedihan
dan air mataku mengalir.
Sisa diriku yang tersisa
Juga tersisa bersamamu.
Aku kehilangan diriku
saat aku kehilanganmu.
Itulah lima contoh puisi untuk dia yang pergi, auto bikin nangis dan menyayat hati. Relakanlah dia yang memutuskan untuk pergi. Lanjutkan hidupmu, dan teruslah berbahagia. Semoga bermanfaat!(ifra)
