50 Pantun Halal Bi Halal untuk Membangkitkan Suasana

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halal bihalal merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah Lebaran baik di kalangan instansi pemerintah, perusahaan, atau lembaga pendidikan. Pada momen yang gembira ini, paling cocok bila dimeriahkan dengan pantun halal bi halal.
Mengutip dari laman sumsel.kemenag.go.id, pengertian halal bihalal diambil dari istilah bahasa Arab dengan pendekatan bahasa Indonesia yaitu acara maaf-maafan pada hari Lebaran.
Dalam bahasa Arab, halal bihalal diambil dari kata "halla atau halal" yang mempunyai banyak arti sesuai konteks kalimatnya, yaitu penyelesaian kesulitan, meluruskan benang kusut, mencairkan yang beku, atau melepaskan ikatan yang membelenggu.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pantun Halal Bi Halal
Pantun halal bi halal merupakan salah satu cara membangkitkan suasana agar acara semakin meriah. Meskipun tampaknya tradisi pantun saat ini mulai memudar, tidak ada salahnya untuk melestarikannya.
Sebagai bagian dari sastra asli Indonesia, pantun bukanlah sekadar gubahan kata-kata yang mempunyai rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan kehangatan seperti cinta, kasih sayang, dan rindu dendam.
Hal ini disampaikan oleh seorang pengkaji budaya Melayu bernama R.O. Winsted, sebagaimana mengutip dari buku EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia, Kumpulan Pantun, Tanda dan Lambang, E. Waridah, pantun mengandung ide yang kreatif dan kritis serta padat kandungan maknanya.
Adapun jenisnya cukup banyak, diantara ada pantun anak-anak yang isinya edukasi, pantun orang muda yang biasanya tentang berkasih-kasihan, pantun orang tua yang berisi nasihat dan adat, pantun jenaka, serta pantun teka-teki.
Penggunaannya sendiri biasanya paling sering dilakukan di acara resmi atau adat, salah satunya acara halal bi halal. Nah, agar tidak perlu bingung lagi membuat pantun halal bi halal, berikut ada beberapa contoh yang bisa jadi inspirasi:
Jalan-jalan ke masjid Istiqlal
Sangatlah macet di tengah perjalanan
Hari ini acara halal bihalal
Maafkan kesalahan eratkan persaudaraan.
Masjid Istiqlal sungguh menakjubkan
Bangunannya megah bak kerajaan
Halal bihalal kita lakukan
Semoga salah dan dosa diampunkan.
Kasih THR buat keponakan
Setelah pulang dari Masjid Istiqlal
Selamat Idul Fitri kamu ucapkan
Selamat datang di acara halal bihalal.
Irama ditata bagaikan suara
Tangan dikepakkan mengikut madah
Mari bersama kita mulai acara
Dengan mengucapkan kalimat Basmallah.
Yang mengumandangkan adzan disebut Bilal
Lauk yang enak adalah asam padeh patin
Hari ini kita halal bihalal
Mohon maaf lahir dan batin.
Salat maghrib di waktu petang,
Berdiri di shaf baik dirapatkan.
Hari yang fitri telah datang,
Minal aidzin wal faidzin kuucapkan.
Berlatih perang para tentara
Agar negeri tidak kalah
Maafkan kami wahai saudara
Jika banyak berbuat salah.
Beli nasi lauknya kentang
Bukan untuk nasi sarapan
Hari Lebaran telah datang
Banyak orang maaf-maafan.
Ikan bakar ikan dori
Enak dibakar tanpa micin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.
Kain ulos kain satin
Beli di hilir jual di hulu
Saya mohon maaf lahir batin
Untuk semua salah yang lalu.
Simpan uang dalam celana
Lupa karena sudah lama
Hari Lebaran telah tiba
Mohon maaf untuk yang tercinta.
Buah pepaya buah duku
Di makan sampai perut kenyang
Maaf ya atas segala salahku
Mari sambut Lebaran dengan senang.
Ibu sinta menanam padi
Padi di taruh di dekat meja
Selamat menyambut Idul Fitri
Semoga berkah datang kapan saja.
Tukang jahit menggunting kain
Untuk membuat sebuah busana
Mohon maaf lahir batin
Untuk para sahabat semua.
Orang yang salah harus dihukum
Biar adil buat semua kaum
Saya ucapkan assalamualaikum
Sambutlah pagi dengan tersenyum.
Buat kue rasa pandan
Hendak dinikmati setelah makan nasi
Lebaran tanpa saling memaafkan
Ibarat sayur tanpa terasi.
Dua tiga anak nelayan
Ambil uang untuk beli ikan
Niat hati ingin berjabat tangan
Semoga Lebaran ini tersampaikan.
Mati lampu nyalakan lilin
Cari buku di bawah kain
Minal aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin.
Burung merak indah warnanya
Sangat indah melihatnya
Selamat Idulfitri tiba
Semoga kita semua masuk surga.
Enak rasanya goreng ubi
Goreng dimakan di hari malam
Kalau ada maaf di hati
Bagus diikuti dengan bersalam.
Malam Minggu nonton Dilan
Tidak lupa makan bakwan
Tidak terasa sebentar lagi Lebaran
Semoga dosa kita diampuni Tuhan.
Burung elang terbang ke awan
Hinggap sebentar di pohon kelapa
Maaf dan kasih kami sampaikan
Selamat bahagia di hari raya.
Pergi sembayang di pagi hari
Berangkatnya bareng sama Mba Titin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidin Walfaizin Mohon maaf lahir batin.
Pagi-pagi ketemu cowok tampan
Punya cewek yang cantik-cantik
Selamat Hari Lebaran
Mari saling bermaafan untuk kehidupan yang lebih baik.
Pergi mudik membawa ratusan peti
Dengan perahu menyusuri jauh menahan rindu
Selamat Idul Fitri sahabat sejati
Rinduku memeluk erat tubuh hangatmu.
Pergi berburu ke hutan rimba
Bertemu rusa belang kaki
Bersihkan hati dan jiwa
Di Hari Fitri yang suci ini.
Sarapan pagi dengan roti
Sebelum berangkat pergi bekerja
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Buat orang tua dan saudara.
Ikatlah kayu dari rotan
Untuk membuat sebuah kursi
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idulfitri.
Di halaman ada pohon jambu
Di taman depan ada melati
Selamat Lebaran buat kamu
Orang yang selalu di dalam hati.
Kakek beternak biri-biri
Lepas kandang ketika pagi
Untukm yang aku cintai
Selamat Hari Raya Idulfitri.
Di kolam air banyak ikan
Hasil tangkapan dari kali
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idulfitri.
Ke sekolah naik sepeda
Sampai parkiran jangan lupa dikunci
Selamat datang hari yang mulia
Selamat Hari Raya Idulfitri.
Sifat jelek jangan ditiru
Sifat buruk segera tinggalkan
Cantiknya kamu berbaju biru
Kuucapkan selamat Lebaran.
Si Haikal pasang tenda
Tidak lupa bawa ikan teri
Kalau maaf-maafan jangan ditunda
Maafin dan selamat Idulfitri, ya.
Awan mendung di hari senja
Bila hujan tanahnya basah
Allah persembahan untuk kita
Hari Fitri yang sangat indah.
Anak sapi anak rusa
Bermain asyik di hutan rimba
Sebulan penuh kita berpuasa
Akhirnya Idul Fitri telah tiba.
Gadis menyulam diatas papan
Seindah bunga dalam jambangan
Walau hanya berkirim pesan ucapan
Serasa kita berjabat tangan.
Bangun tidur ketiban papan
Papan berbentuk segi empat
Salam hormat saya ucapkan
Untuk para hadirin yang terhormat
Pergi kepasar membeli santan
Santan dibeli untuk masak ikan
Jika ada silaf dan kesalahan
Mari kita saling memaafkan.
Di halaman ada pohon jambu
Di taman depan ada melati
Selamat Lebaran buat kamu
Orang yang selalu di dalam hati.
Jumlah pakan tak pernah dihitung
Sapi tenang dalam peternakan
Tidak bertemu bukan sebab tak beruntung
Niat silaturahmi tercatat kebaikan.
Pergi ke kali tangkap bawal
Di tengah jalan jumpa ibu Sumi
Kami datang untuk halal bi halal
Maksud mempererat silaturahmi.
Buka puasa pakai ikan teri
Teri digoreng eh rasanya asin
Di momen halal bihalal Idul Fitri
Mohon dimaafkan lahir batin.
Sirih berlipat sirih pinang
Asalnya dari pulau mutiara
Pemanis kata selamat datang
Awal bismillah pembuka acara.
Lebat pepaya si timun suri
Kerumun orang menari zapin
Selamat hari raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir batin.
Bawal besar padat berisi
Jerami kuat buat pengikat
Halal bihalal adalah tradisi
Agar silaturahmi terjalin erat.
Ada tikus mencari makan
Tikus bertengkar dengan kera
Mohon maaf saya haturkan
Sebagai kalimat pembuka acara.
Jelang Lebaran melihat Hilal
Makan tersaji bakar ikan patin
Hari ini kita halal i halal
Mohon maaf lahir dan batin.
Ikan nila ikan dori
Enak dibakar tanpa micin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.
Burung elang terbang tinggi
Singgah sebentar di atas dahan
Sepuluh jari saya angkat tinggi
Salah dan khilaf tolong maafkan.
Itulah deretan pantun halal bi halal sebagai inspirasi sambutan di acara keluarga, sekolah, atau kantor agar acara lebih meriah. Kata-kata pada pantun di atas, bisa dimodifikasi selama rima pada pantun masih sesuai dan sajaknya a-b-a-b sebagaimana ciri-ciri dari pantun itu sendiri. (LAIL)
Baca juga: 50 Pantun Penutup Ceramah Lucu dan Menghibur
