Konten dari Pengguna

6 Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna, Foto: Unsplash.

Kehilangan keluarga terdekat, misalnya nenek, pasti membuat kita merasakan kesedihan mendalam. Untuk mengenang perjalanan hidup bersamanya, kamu bisa mengungkapkan perasaan melalui puisi kehilangan nenek yang penuh haru dan makna.

Dengan puisi, kamu bisa mengungkapkan rasa sedih dan rindu karena ditinggal pergi selamanya.

Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna

Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna, Foto: Unsplash.

Mengutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi Tentang Rasa karya Mahmudah (2019: 69), berikut ini puisi-puisi tentang kehilangan nenek sebagai referensi:

1. Saat Kematian

Tak kenal usia

Tak kenal siapa

Saat nyawa sudah menyapa

Tiada yang bisa menghindarinya

Kenapa harus hidup?

Kenapa harus mati?

Tuhan punya alasan sendiri

Kenapa manusia tercipta

Jangan berpikir jauh

Jangan mencari jawabnya

Cukuplah untukmu memahami

Hidup kita harus berarti

Raih derajatmu yang tergantung tinggi di awan

Tebarkan kebaikan ke seluruh bumi yang terhampar

Lepaskan kepasrahan mengikuti aliran air sampai ke laut

Hidup ini hanyalah ujian bagaimana manusia menjalani hidup

2. Ciuman Terakhir Menjelang Kematian

(Zainal Arifin Thoha)

di bawah matahari yang meledak-ledak

keringat begitu keras melumuri tangan malaikat

dan aku yang terpingsan-pingsan dekat jendela

memandang wajahmu dengan gaib asmaradana

“tuhan, beri aku ciuman sebelum nyawa merenggang

“meninggalkan tanah surga yang jalang rupawan”

dan matahari mulai lingsir ke sebelah wuwung

malaikat merayap-rayap mencari letak nyawa

tangis begitu mengharap hingga ini kamar bagai debur gelombang

tangan menggapai meraih-raih alam lain yang penuh camar

“tuhan, beri aku ciuman biar segera melesat ini sukma dan terlemparlah bangkai badan dari biru semesta”

3. Rindu Nenek

Nenek

Aku sayaaang sama nenek

Kini jarak kita terlalu jauh

Tetapi sejauh apa pun kau berada,

Aku yakin Tuhan menyampaikan rasa sayangku untukmu

Kini hanya seuntai doa yang mampu kurangkai untukmu

Nenek

Ketika aku menangis kehilanganmu

Apakah kau tersenyum? Atau mungkin kau bersedih?

Jika tangis ini membuatmu bersedih di sana

Maka aku akan berusaha mengubahnya menjadi ketegaran akan sebuah keikhlasan

Karena aku ingin membuat nenek tersenyum selamanya

4. Nenekku Sayang

Nenek

Kini aku sedang merindukanmu

Kehilanganmu membuatku terpukul

Sudah tidak ada tempat aku bercerita

Tempat aku mengadu mengenai orang yang menyakitiku

Nenek

Kini jarak kita terlalu jauh

Aku hanya bisa bertemu denganmu dalam doa

Doa yang akan memberikan tenteram di hati

Semoga engkau bahagia di surga

5. Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu

(Rendra)

Aku lemas

Tapi berdaya

Aku tidak sambat rasa sakit

atau gatal

Aku pengin makan tajin

Aku tidak pernah sesak nafas

Tapi tubuhku tidak memuaskan

untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku

dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam

Aku ingin meningkatkan pengabdian

kepada Allah

Tuhan, aku cinta pada-Mu

6. Rindu Nenek (2)

Malam itu

Dingin mencekam kalbu

Kulihat nenek terbaring lesu

Hilang sudah canda tawamu

Kau pergi tinggalkan kami

Tak sanggup aku menghitung hari

Hancur rasa dalam hati

Sungguh takkan terobati

Nenek

Selamat tinggal, sampai jumpa

Pasti selalu kukirimkan doa untukmu

Semoga tenang di alam sana.

Dari puisi tentang kehilangan nenek yang sangat dicintai, dapat terungkap isi hati penulisnya atas apa yang terjadi. Adakah yang menarik hatimu?