6 Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan keluarga terdekat, misalnya nenek, pasti membuat kita merasakan kesedihan mendalam. Untuk mengenang perjalanan hidup bersamanya, kamu bisa mengungkapkan perasaan melalui puisi kehilangan nenek yang penuh haru dan makna.
Dengan puisi, kamu bisa mengungkapkan rasa sedih dan rindu karena ditinggal pergi selamanya.
Puisi Kehilangan Nenek yang Penuh Haru dan Makna
Mengutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi Tentang Rasa karya Mahmudah (2019: 69), berikut ini puisi-puisi tentang kehilangan nenek sebagai referensi:
1. Saat Kematian
Tak kenal usia
Tak kenal siapa
Saat nyawa sudah menyapa
Tiada yang bisa menghindarinya
Kenapa harus hidup?
Kenapa harus mati?
Tuhan punya alasan sendiri
Kenapa manusia tercipta
Jangan berpikir jauh
Jangan mencari jawabnya
Cukuplah untukmu memahami
Hidup kita harus berarti
Raih derajatmu yang tergantung tinggi di awan
Tebarkan kebaikan ke seluruh bumi yang terhampar
Lepaskan kepasrahan mengikuti aliran air sampai ke laut
Hidup ini hanyalah ujian bagaimana manusia menjalani hidup
2. Ciuman Terakhir Menjelang Kematian
(Zainal Arifin Thoha)
di bawah matahari yang meledak-ledak
keringat begitu keras melumuri tangan malaikat
dan aku yang terpingsan-pingsan dekat jendela
memandang wajahmu dengan gaib asmaradana
“tuhan, beri aku ciuman sebelum nyawa merenggang
“meninggalkan tanah surga yang jalang rupawan”
dan matahari mulai lingsir ke sebelah wuwung
malaikat merayap-rayap mencari letak nyawa
tangis begitu mengharap hingga ini kamar bagai debur gelombang
tangan menggapai meraih-raih alam lain yang penuh camar
“tuhan, beri aku ciuman biar segera melesat ini sukma dan terlemparlah bangkai badan dari biru semesta”
3. Rindu Nenek
Nenek
Aku sayaaang sama nenek
Kini jarak kita terlalu jauh
Tetapi sejauh apa pun kau berada,
Aku yakin Tuhan menyampaikan rasa sayangku untukmu
Kini hanya seuntai doa yang mampu kurangkai untukmu
Nenek
Ketika aku menangis kehilanganmu
Apakah kau tersenyum? Atau mungkin kau bersedih?
Jika tangis ini membuatmu bersedih di sana
Maka aku akan berusaha mengubahnya menjadi ketegaran akan sebuah keikhlasan
Karena aku ingin membuat nenek tersenyum selamanya
4. Nenekku Sayang
Nenek
Kini aku sedang merindukanmu
Kehilanganmu membuatku terpukul
Sudah tidak ada tempat aku bercerita
Tempat aku mengadu mengenai orang yang menyakitiku
Nenek
Kini jarak kita terlalu jauh
Aku hanya bisa bertemu denganmu dalam doa
Doa yang akan memberikan tenteram di hati
Semoga engkau bahagia di surga
5. Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu
(Rendra)
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta pada-Mu
6. Rindu Nenek (2)
Malam itu
Dingin mencekam kalbu
Kulihat nenek terbaring lesu
Hilang sudah canda tawamu
Kau pergi tinggalkan kami
Tak sanggup aku menghitung hari
Hancur rasa dalam hati
Sungguh takkan terobati
Nenek
Selamat tinggal, sampai jumpa
Pasti selalu kukirimkan doa untukmu
Semoga tenang di alam sana.
Dari puisi tentang kehilangan nenek yang sangat dicintai, dapat terungkap isi hati penulisnya atas apa yang terjadi. Adakah yang menarik hatimu?
