6 Puisi Kehilangan Orang Tersayang sebagai Ungkapan Isi Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah saat ini kamu sedang dalam upaya mengikhlaskan kepergian seseorang? Kamu mungkin ingin membaca puisi kehilangan orang tersayang sebagai gambaran isi hati yang sedang gundah.
Dari buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018) puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama dan memiliki makna.
Kumpulan Puisi Kehilangan Orang Tersayang
Membaca puisi kehilangan orang tersayang bukan untuk membuatmu berlarut- larut dalam kesedihan, namun malah membantumu mengekspresikan perasaaan lebih tepat di saat kamu sulit melakukannya.
Berikut adalah kumpulan puisi kehilangan orang tersayang yang bisa menggambarkan isi hatimu dikutip dari buku Antologi Puisi Tombro Loko Saka Bira, Fath, dkk (2020) dan Bahaya-Bahaya yang Indah Puisi, Weslly Johannes (2019) :
1. Gugur Tanpa Salam Perpisahan
Tanpa salam perpisahan
Dedaunan perlahan jatuh berguguran
Lantas meninggalkan ranting
Dalam keseorangan
Satu lagi kini daun pergi meninggalkan
Menyisahkan ranting dengan luka yang mendalam
Terdiam
Dengan seribu rasa tak terwakilkan
Daun yang berguguran
Perlahan tersapu angin yang menerjang
Hilang bersama luka kenangan
Daun-daun berguguran
Telah pergi meninggalkan
Perjalanan bersama sepucuk ranting
Kini menjadi kenangan
2. Kehilangan
Oleh : Sitti Nur Aminah
Masih teringat jelas sebuah kenangan
Mengiringi langkah kepergianmu
Percayakah bahwa ini telah terjadi?
Percayakah bahwa dirimu telah pergi?
Wajah yang indah tersimpan dibenakku
Terkenang semua yang telah kita lalui bersama
Senyum,Canda dan tawa yang dahulu adalah milikku
Kini telah pergi jauh meninggalkanku
Tak pernah terlintas dalam benakku
Kau pergi meninggalkanku
Air mata ini menjadi saksi kepergianmu
Saksi bisu yang mungkin hanya aku yang tahu
Kini aku telah kehilangan
Kehilangan sosok sepertimu
Sosok yang begitu indah dalam sudut pandang mataku
Sosok yang selalu memberiku motivasi
Motivasi terbaik dalam menjalani hidup ini
Kini hanya ada aku dan air mata ini
Yang akan selalu berdoa
Agar kau bahagia disana
Bahagia bersama Tuhan di surga
3. Bagai Cahaya Matahari
Oleh : Eko Urip Mulyanto
Kau sahabatku...
Kau teramat berarti
Kepergianmu adalah duka hati
Anak-anak ini adalah bukti.
Tangisnya tumpah tak terbendung
Semua wajah berselimut mendung
Tak rela pun jua tak percaya.
Kau pergi meninggalkan selamanya
Menuju alam ketiga
Kau sahabatku
Tak ada yang layak menggantikan dirimu
Di hati anak-anak yang mencintaimu
Dirimu bagai cahaya matahari
Menerangi derap langkah yang mencari
Dirimu akan selalu ada dalam hati
Menempati bilik istimewa hati anak-anak ini
Kau sahabatku...
Tak lagi ada canda dan ngopi bersamamu.
Seperti kemarin dan kala dulu
Semua telah menjadi kenang menalu.
Menabuh ingat tanpa lekang yang kaku.
4. Puisi Hilang
Sesuatu harus kurelakan pergi
Tak ada yang mesti kunanti lagi, sebab ada yang tak selalu dua sisi
Lepas
Terbang
Hilang
Titik-titik kehilangan temu
Jalan-jalan kehilangan kaki Mata-mata kehilangan hati
Aku?
Andai masih bisa kauraba kekosongan di belakang tanda tanya yang lebih mirip sebelah hati itu
Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas
Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari
Sesak sendat separuh hatiku berlari di antara langkah kaki anak-anak kecil yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini
Andai masih bisa kauraba kekosongan di belakang tanda tanya yang lebih mirip sebelah hati itu
Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas
Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari
Sesak sendat separuh hatiku berlari di antara langkah kaki anak-anak kecil yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini
5. Kepergianmu
Oleh : Vega Rama Putri Utami
Menatap lurus menembus waktu
Membawa hati kedasar perih
Mengingat kisah bersama mu
Membuat diri tertunduk rapuh
Tetesan air membasahi pipi
Bersama luka yang tiada akhir
Teramat sesak mengoyak hati
Terbayang janji beribu ingkar
Pada siapa lagi aku mengadu?
Pada siapa lagi aku berlindung?
Dikala kaupun sudah tak mau
Menjadi tempat untuk berpulang
Kau membuatku hilang kendali
Merasuki pikirku tiada henti
Sampai akhirnya aku cinta mati
Hingga perpisahan tidak bisa kupercayai
6. Yang Tak Kuakui Padamu
Oleh : Zesty Dyanda
Sekarang rasanya lain
Aku tak biasa tanpamu
Kini hari- hari yang kulalui serasa lebih berat dari biasanya
Tawaku tidak secerah saat aku denganmu
Senyumku hanya untuk dibuat-buat agar terlihat baik saja
Kau tau persis aku paling pandai berpura-pura, bukan?
Aku pun kali ini terbiasa harus sendiri
Sedang kau masih memiliki banyak orang yang menemani kesendirianmu
Itulah salah satu yang membuatku semakin iri
Kau bilang kau tak sedih tapi kau tak ingin aku pergi
Namun bila begini bukankah kau tak begitu menyadari aku tertinggal seorang diri?
Jadi aku yang menjadi semakin sedih dengan kata-katamu sendiri, tahukah kau kini?
Sejujurnya aku tak suka kau bahagia tanpa aku
Aku rindu
Sangat
Yang teramat
Itu dia kumpulan puisi kehilangan orang tersayang yang mungkin dapat menggambarkan perasaanmu saat ini. Semoga kamu dapat segera mengikhlaskan kehilangan, ya.(dyan)
