Konten dari Pengguna

6 Puisi Kehilangan Orang Tersayang sebagai Ungkapan Isi Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Puisi Kehilangan Orang Tersayang, https://unsplash.com/@arash_payam
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Kehilangan Orang Tersayang, https://unsplash.com/@arash_payam

Apakah saat ini kamu sedang dalam upaya mengikhlaskan kepergian seseorang? Kamu mungkin ingin membaca puisi kehilangan orang tersayang sebagai gambaran isi hati yang sedang gundah.

Dari buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018) puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama dan memiliki makna.

Kumpulan Puisi Kehilangan Orang Tersayang

Puisi Kehilangan Orang Tersayang, https://unsplash.com/@kaimantha

Membaca puisi kehilangan orang tersayang bukan untuk membuatmu berlarut- larut dalam kesedihan, namun malah membantumu mengekspresikan perasaaan lebih tepat di saat kamu sulit melakukannya.

Berikut adalah kumpulan puisi kehilangan orang tersayang yang bisa menggambarkan isi hatimu dikutip dari buku Antologi Puisi Tombro Loko Saka Bira, Fath, dkk (2020) dan Bahaya-Bahaya yang Indah Puisi, Weslly Johannes (2019) :

1. Gugur Tanpa Salam Perpisahan

Tanpa salam perpisahan

Dedaunan perlahan jatuh berguguran

Lantas meninggalkan ranting

Dalam keseorangan

Satu lagi kini daun pergi meninggalkan

Menyisahkan ranting dengan luka yang mendalam

Terdiam

Dengan seribu rasa tak terwakilkan

Daun yang berguguran

Perlahan tersapu angin yang menerjang

Hilang bersama luka kenangan

Daun-daun berguguran

Telah pergi meninggalkan

Perjalanan bersama sepucuk ranting

Kini menjadi kenangan

2. Kehilangan

Oleh : Sitti Nur Aminah

Masih teringat jelas sebuah kenangan

Mengiringi langkah kepergianmu

Percayakah bahwa ini telah terjadi?

Percayakah bahwa dirimu telah pergi?

Wajah yang indah tersimpan dibenakku

Terkenang semua yang telah kita lalui bersama

Senyum,Canda dan tawa yang dahulu adalah milikku

Kini telah pergi jauh meninggalkanku

Tak pernah terlintas dalam benakku

Kau pergi meninggalkanku

Air mata ini menjadi saksi kepergianmu

Saksi bisu yang mungkin hanya aku yang tahu

Kini aku telah kehilangan

Kehilangan sosok sepertimu

Sosok yang begitu indah dalam sudut pandang mataku

Sosok yang selalu memberiku motivasi

Motivasi terbaik dalam menjalani hidup ini

Kini hanya ada aku dan air mata ini

Yang akan selalu berdoa

Agar kau bahagia disana

Bahagia bersama Tuhan di surga

3. Bagai Cahaya Matahari

Oleh : Eko Urip Mulyanto

Kau sahabatku...

Kau teramat berarti

Kepergianmu adalah duka hati

Anak-anak ini adalah bukti.

Tangisnya tumpah tak terbendung

Semua wajah berselimut mendung

Tak rela pun jua tak percaya.

Kau pergi meninggalkan selamanya

Menuju alam ketiga

Kau sahabatku

Tak ada yang layak menggantikan dirimu

Di hati anak-anak yang mencintaimu

Dirimu bagai cahaya matahari

Menerangi derap langkah yang mencari

Dirimu akan selalu ada dalam hati

Menempati bilik istimewa hati anak-anak ini

Kau sahabatku...

Tak lagi ada canda dan ngopi bersamamu.

Seperti kemarin dan kala dulu

Semua telah menjadi kenang menalu.

Menabuh ingat tanpa lekang yang kaku.

4. Puisi Hilang

Sesuatu harus kurelakan pergi

Tak ada yang mesti kunanti lagi, sebab ada yang tak selalu dua sisi

Lepas

Terbang

Hilang

Titik-titik kehilangan temu

Jalan-jalan kehilangan kaki Mata-mata kehilangan hati

Aku?

Andai masih bisa kauraba kekosongan di belakang tanda tanya yang lebih mirip sebelah hati itu

Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas

Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari

Sesak sendat separuh hatiku berlari di antara langkah kaki anak-anak kecil yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini

Andai masih bisa kauraba kekosongan di belakang tanda tanya yang lebih mirip sebelah hati itu

Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas

Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari

Sesak sendat separuh hatiku berlari di antara langkah kaki anak-anak kecil yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini

5. Kepergianmu

Oleh : Vega Rama Putri Utami

Menatap lurus menembus waktu

Membawa hati kedasar perih

Mengingat kisah bersama mu

Membuat diri tertunduk rapuh

Tetesan air membasahi pipi

Bersama luka yang tiada akhir

Teramat sesak mengoyak hati

Terbayang janji beribu ingkar

Pada siapa lagi aku mengadu?

Pada siapa lagi aku berlindung?

Dikala kaupun sudah tak mau

Menjadi tempat untuk berpulang

Kau membuatku hilang kendali

Merasuki pikirku tiada henti

Sampai akhirnya aku cinta mati

Hingga perpisahan tidak bisa kupercayai

6. Yang Tak Kuakui Padamu

Oleh : Zesty Dyanda

Sekarang rasanya lain

Aku tak biasa tanpamu

Kini hari- hari yang kulalui serasa lebih berat dari biasanya

Tawaku tidak secerah saat aku denganmu

Senyumku hanya untuk dibuat-buat agar terlihat baik saja

Kau tau persis aku paling pandai berpura-pura, bukan?

Aku pun kali ini terbiasa harus sendiri

Sedang kau masih memiliki banyak orang yang menemani kesendirianmu

Itulah salah satu yang membuatku semakin iri

Kau bilang kau tak sedih tapi kau tak ingin aku pergi

Namun bila begini bukankah kau tak begitu menyadari aku tertinggal seorang diri?

Jadi aku yang menjadi semakin sedih dengan kata-katamu sendiri, tahukah kau kini?

Sejujurnya aku tak suka kau bahagia tanpa aku

Aku rindu

Sangat

Yang teramat

Itu dia kumpulan puisi kehilangan orang tersayang yang mungkin dapat menggambarkan perasaanmu saat ini. Semoga kamu dapat segera mengikhlaskan kehilangan, ya.(dyan)