6 Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika saat ini kamu sedang patah hati, kamu bisa mengekspresikan perasaanmu dengan puisi tentang hati dan perasaan yang hancur.
Mengutip dari buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018), puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama.
Kumpulan Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur
Berikut ini 6 puisi tentang hati dan perasaan yang hancur sebagai ungkapan hati, dikutip dari buku Perihal Patah Hati, Keluarga Pena (2020):
1. Buku Biru
Di dalamnya tersusun rapi untaian kisahku
Tentang aku, kau, dan waktu yang telah berlalu
Mengajarkanku bahwa hidup harus terus bergerak
Walau terkadang keadaan menghimpit mendesak
Tentang segala rencana indah kita di masa depan
Tentang segala seluk beluk intrik kehidupan
Kita pernah yakin untuk menua bersama
Namun ternyata, rencana Tuhan memang tiada ternyana
Kau pergi tak pernah kembali
Kau hilang bak tertelan bumi
Ikhtiar dan doa tak henti kujalani
Namun semesta seolah bersabda
Sudahlah, kau tak bisa memberontak takdir-Nya
Kini kupandangi buku biru
Kotor, usang, terselimuti debu
Darinya aku belajar banyak hal
Bahwa semua tiada yang kekal
Bahwa takdir tak harus masuk akal
2. Harapan Semu
Pernah kugantungkan harapku padamu
Menemaniku sepanjang waktu
Hingga ternyata kau menoreh luka
Tak hanya sekali, seringkali kau buatku kecewa
Sekadar mengaku salah saja kau tak pernah
Selalu berkilah, mencari celah
Aku selalu mencoba memaafkan
Namun, luka malah kembali kau torehkan
Aku mencari alasan untuk bersabar
Menenangkan hatiku yang semakin gusar
Cintaku padamu tiada terperi
Membuat logikaku seolah mati
Bodohnya aku terlalu berharap pada manusia.
Yang seringkali hanya mengumbar sabda
Ketika hati tergores luka dan kecewa
Mungkin Tuhan sedang menegur kita
3. Tentang Rindu
Rindu adalah siksa
Kala jarak mengular di antara kita
Rindu adalah candu
Dalam hati dan pikir ia selalu mengacau
Setiap hari semenjak kau pergi meninggalkan
Aku selalu mencoba berdamai dengan keadaan
Hatiku pilu bagai teriris sembilu
Mengingat dikau yang kusayangi slalu
Sunyinya malam menambah luka
Pikirku melayang pada dikau di sana
Kita pernah menghabiskan waktu bersama
Canda, marah, dan bahagia tak jelas mengapa
Padamu aku merindu
Berharap kau kan kembali padaku
Menghabiskan sisa hidup berbagi rasa
Hingga Tuhan berkata sudah saatnya
4. Pupus
Derainya tak kunjung redam
Menyelami bayang yang semakin kelam
Sorotnya menatap jauh
Melintasi jarak yang harusnya ditempuh
la merintih
la merongrong
Gusar hati kepalang
Kacau geram penuh erangan
Menggugat ikrar yang telah diungkap
Menagih secuil harap
Mengemis iba pada hati pekat
Namun, apalah daya pupus jua ditelan buaya
5. Hancur
(Zesty Dyanda)
Sayang, aku tak kuat begini terus
Rasanya kini kita dihukum
Kau pasti sama tersiksanya, bukan?
Hanya saja kita tidak saling jujur ingin mengungkapkan
Masing-masing kita pasti memiliki banyak kalimat yang berguncang di pikiran
Yang bahkan menghentak-hentak hingga ke ulu hati
Kita tidak seharusnya begini
Aku juga tak mau kita begini
Namun bukankah kita tak akan bisa mengulang waktu?
Kita tidak memiliki penyelesaian lain kecuali mencoba memaafkan masing-masing dan memulai dari awal, bukan?
Aku benar-benar tak sanggup kita begini, Sayang
Biasanya aku marah bila kau bersikap palsu sebab aku bisa membaca isi pikiranmu
Tapi kali ini kita yang berpura-pura baik-baik saja dengan kita berdua, Sayang
Aku tak menyangka bisa merasakan sekehilangan ini bahkan jauh sebelum kita berpisah secara fisik
Air mataku jatuh tanpa aku bisa atur sendiri
Aku menjadi seorang dengan ketakutan akan banyak hal, Sayang
Dan ternyata alasannya bahkan pada orang yang berada di hadapanku sekarang, seorang yang paling kupercaya lebih dari apa pun.
6. Yang Tak Kuakui Padamu
(Oleh Zesty Dyanda)
Sekarang rasanya lain
Aku tak biasa tanpamu
Kini hari- hari yang kulalui serasa lebih berat dari biasanya
Tawaku tidak secerah saat aku denganmu
Senyumku hanya untuk dibuat-buat agar terlihat baik saja
Kau tau persis aku paling pandai berpura-pura, bukan?
Aku pun kali ini terbiasa harus sendiri
Sedang kau masih memiliki banyak orang yang menemani kesendirianmu
Itu salah satu yang membuatku semakin iri
Kau bilang kau tak sedih tapi kau tak ingin aku pergi
Namun bila begini bukankah kau tak begitu menyadari aku tertinggal seorang diri?
Jadi aku yang menjadi semakin sedih dengan kata-katamu sendiri, tahukah kau kini?
Sejujurnya aku tak suka kau bahagia tanpa aku
Aku rindu
Sangat
Yang teramat
Itulah kumpulan puisi tentang hati dan perasaan yang hancur sebagai ungkapan hati saat ini. Semoga kamu bisa melalui semua ini dengan baik, ya!
