Konten dari Pengguna

6 Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur. Foto: unsplash.com/giulia_bertelli.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur. Foto: unsplash.com/giulia_bertelli.

Jika saat ini kamu sedang patah hati, kamu bisa mengekspresikan perasaanmu dengan puisi tentang hati dan perasaan yang hancur.

Mengutip dari buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018), puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama.

Kumpulan Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur

Ilustrasi Puisi tentang Hati dan Perasaan yang Hancur. Foto: unsplash.com/kellysikkema.

Berikut ini 6 puisi tentang hati dan perasaan yang hancur sebagai ungkapan hati, dikutip dari buku Perihal Patah Hati, Keluarga Pena (2020):

1. Buku Biru

Di dalamnya tersusun rapi untaian kisahku

Tentang aku, kau, dan waktu yang telah berlalu

Mengajarkanku bahwa hidup harus terus bergerak

Walau terkadang keadaan menghimpit mendesak

Tentang segala rencana indah kita di masa depan

Tentang segala seluk beluk intrik kehidupan

Kita pernah yakin untuk menua bersama

Namun ternyata, rencana Tuhan memang tiada ternyana

Kau pergi tak pernah kembali

Kau hilang bak tertelan bumi

Ikhtiar dan doa tak henti kujalani

Namun semesta seolah bersabda

Sudahlah, kau tak bisa memberontak takdir-Nya

Kini kupandangi buku biru

Kotor, usang, terselimuti debu

Darinya aku belajar banyak hal

Bahwa semua tiada yang kekal

Bahwa takdir tak harus masuk akal

2. Harapan Semu

Pernah kugantungkan harapku padamu

Menemaniku sepanjang waktu

Hingga ternyata kau menoreh luka

Tak hanya sekali, seringkali kau buatku kecewa

Sekadar mengaku salah saja kau tak pernah

Selalu berkilah, mencari celah

Aku selalu mencoba memaafkan

Namun, luka malah kembali kau torehkan

Aku mencari alasan untuk bersabar

Menenangkan hatiku yang semakin gusar

Cintaku padamu tiada terperi

Membuat logikaku seolah mati

Bodohnya aku terlalu berharap pada manusia.

Yang seringkali hanya mengumbar sabda

Ketika hati tergores luka dan kecewa

Mungkin Tuhan sedang menegur kita

3. Tentang Rindu

Rindu adalah siksa

Kala jarak mengular di antara kita

Rindu adalah candu

Dalam hati dan pikir ia selalu mengacau

Setiap hari semenjak kau pergi meninggalkan

Aku selalu mencoba berdamai dengan keadaan

Hatiku pilu bagai teriris sembilu

Mengingat dikau yang kusayangi slalu

Sunyinya malam menambah luka

Pikirku melayang pada dikau di sana

Kita pernah menghabiskan waktu bersama

Canda, marah, dan bahagia tak jelas mengapa

Padamu aku merindu

Berharap kau kan kembali padaku

Menghabiskan sisa hidup berbagi rasa

Hingga Tuhan berkata sudah saatnya

4. Pupus

Derainya tak kunjung redam

Menyelami bayang yang semakin kelam

Sorotnya menatap jauh

Melintasi jarak yang harusnya ditempuh

la merintih

la merongrong

Gusar hati kepalang

Kacau geram penuh erangan

Menggugat ikrar yang telah diungkap

Menagih secuil harap

Mengemis iba pada hati pekat

Namun, apalah daya pupus jua ditelan buaya

5. Hancur

(Zesty Dyanda)

Sayang, aku tak kuat begini terus

Rasanya kini kita dihukum

Kau pasti sama tersiksanya, bukan?

Hanya saja kita tidak saling jujur ingin mengungkapkan

Masing-masing kita pasti memiliki banyak kalimat yang berguncang di pikiran

Yang bahkan menghentak-hentak hingga ke ulu hati

Kita tidak seharusnya begini

Aku juga tak mau kita begini

Namun bukankah kita tak akan bisa mengulang waktu?

Kita tidak memiliki penyelesaian lain kecuali mencoba memaafkan masing-masing dan memulai dari awal, bukan?

Aku benar-benar tak sanggup kita begini, Sayang

Biasanya aku marah bila kau bersikap palsu sebab aku bisa membaca isi pikiranmu

Tapi kali ini kita yang berpura-pura baik-baik saja dengan kita berdua, Sayang

Aku tak menyangka bisa merasakan sekehilangan ini bahkan jauh sebelum kita berpisah secara fisik

Air mataku jatuh tanpa aku bisa atur sendiri

Aku menjadi seorang dengan ketakutan akan banyak hal, Sayang

Dan ternyata alasannya bahkan pada orang yang berada di hadapanku sekarang, seorang yang paling kupercaya lebih dari apa pun.

6. Yang Tak Kuakui Padamu

(Oleh Zesty Dyanda)

Sekarang rasanya lain

Aku tak biasa tanpamu

Kini hari- hari yang kulalui serasa lebih berat dari biasanya

Tawaku tidak secerah saat aku denganmu

Senyumku hanya untuk dibuat-buat agar terlihat baik saja

Kau tau persis aku paling pandai berpura-pura, bukan?

Aku pun kali ini terbiasa harus sendiri

Sedang kau masih memiliki banyak orang yang menemani kesendirianmu

Itu salah satu yang membuatku semakin iri

Kau bilang kau tak sedih tapi kau tak ingin aku pergi

Namun bila begini bukankah kau tak begitu menyadari aku tertinggal seorang diri?

Jadi aku yang menjadi semakin sedih dengan kata-katamu sendiri, tahukah kau kini?

Sejujurnya aku tak suka kau bahagia tanpa aku

Aku rindu

Sangat

Yang teramat

Itulah kumpulan puisi tentang hati dan perasaan yang hancur sebagai ungkapan hati saat ini. Semoga kamu bisa melalui semua ini dengan baik, ya!