Konten dari Pengguna

7 Contoh Pantun Jenaka dan Maknanya untuk Anak SD

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: stokpic by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: stokpic by https://pixabay.com)

Kamu pasti sudah mengenal pantun. Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 1 SMP Kelas VII yang ditulis oleh Idda Ayu Kusrini (2008: 16), pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama Indonesia. Pantun memiliki kaidah penulisan atau syarat penulisan tertentu. Adapun pantun terdiri dari berbagai jenis, seperti pantun anak-anak, pantun muda-mudi, pantun orang tua, pantun jenaka, serta pantun teka-teki. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pantun jenaka dan maknanya.

Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengarnya. Kadangkala pantun jenaka dijadikan sebagai media saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung.

Contoh Pantun Jenaka Lengkap dengan Maknanya

Ilustrasi Pantun Jenaka. (Foto: white77 by https://pixabay.com)

Baca juga : Susunan Berbalas Pantun Jenaka Lengkap dengan Contohnya

Berikut adalah contoh pantun jenaka dan maknanya untuk pembelajaran anak SD:

1. Buah pisang rasanya manis,

Jangan lupa dibawa pulang,

Ibu tertawa sampai menangis,

Melihat Ayah bermain layang-layang.

Maknanya: pantun di atas menceritakan tentang keakraban ayah dan ibu, yang mana ibu tertawa melihat sikap ayah yang seperti anak kecil bermain layang-layang.

2. Pergi ke hutan bertemu gajah,

Gajah lari dikejar kanguru,

Aku sudah siap berangkat ke sekolah,

Ternyata sekarang adalah hari Minggu.

Maknanya: seorang siswa yang sudah siap berangkat ke sekolah, tetapi baru sadar hari tersebut adalah hari Minggu.

3. Kalau ketam datang ke rawa

Lintah turun ke dalam kali

Kalau monyet sedang tertawa

Mukanya jelas lucu sekali

Maknanya: monyet tidak tertawa saja tampangnya sudah lucu, apalagi saat dia tertawa.

4. Asam kandis asam jawa

Satu peti di dalam kereta

Kalau nenek sudah tua

Hati atuk tetaplah cinta

Maknanya: rayuan suami kepada pasangannya, bahwa meski sudah tua, jangan khawatir, cinta di hatinya hanya kepada sang istri tercinta.

5. Ikan gabus di rawa-rawa

Ikan belut nyangkut di jaring

Perutku sakit menahan tawa

Gigi palsu loncat ke piring

Maknanya: seseorang yang menggunakan gigi palsu, tetapi giginya lompat ke piring saat makan.

6. Beli telur sepuluh butir,

Satu butir dimakan tokek,

Aku kaget ada suara petir,

Ternyata suara bersin kakek

Maknanya: suara bersin kakek yang kencang, sehingga membuat penulis pantun kaget dan mengira ada suara petir.

7. Di sini kosong, di sana kosong

Tidak terdapat batang tembakau

Bukannya aku berkata bohong

Ada katak memikul kerbau

Maknanya: jelas sekali “si aku” bohong, bagaimana bisa kata yang kecil memikul kerbau?

Semoga contoh pantun di atas menghibur kamu!

Baca juga : 25 Pantun Jenaka Lucu Banget yang Mengocok Perut

(CHL)