Konten dari Pengguna

7 Pantun Islami Lucu untuk Menghibur dan Menasihati Anak

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Islami Lucu. Sumber: Yuyang Liu / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Islami Lucu. Sumber: Yuyang Liu / Unsplash

Pantun islami lucu atau jenaka merupakan jenis pantun yang memiliki unsur humor atau kelucuan. Pantun ini biasanya disusun dalam empat baris dengan pola ab-ab, dengan baris pertama dan ketiga saling berhubungan, begitu juga baris kedua dan keempat.

Tujuan dari penulisan pantun jenaka biasanya untuk menghibur pendengar atau pembaca dengan menggunakan kata-kata yang lucu atau mengandung sindiran ringan. Sebelum masuk ke contoh pantun, simak dulu tip singkat dalam pembuatan pantun jenaka.

Tip Membuat Pantun Jenaka

Ilustrasi Pantun Islami Lucu. Sumber: Miesha Renae Maiden / Pexels

Sebenarnya membuat pantun jenaka bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat mengasah kreativitas. Agar semakin jago dalam membuat pantun jenaka, ikuti beberapa tip membuat pantun jenaka berikut ini.

1. Perhatikan Pola dan Ritme

Pastikan pantun yang dibuat mengikuti pola abab, dengan baris pertama dan ketiga berhubungan, begitu juga dengan baris kedua dan keempat. Ritme yang konsisten nantinya akan membuat pantun terdengar lebih enak diucapkan.

2. Gunakan Kata yang Mengandung Humor

Permainan kata dan penggunaan frasa yang lucu dapat menambahkan unsur humor pada pantun yang akan dibuat.

3. Sesuaikan dengan Pendengar

Sesuaikan pantun jenaka dengan audiens yang akan mendengarkannya. Pastikan humor yang nanti digunakan dapat diterima dan dipahami oleh mereka. Hindari bahasa yang terlalu menyakiti hati atau menyinggung.

4. Jangan Terlalu Panjang

Pantun biasanya pendek, jadi usahakan tidak membuatnya terlalu panjang. Kata yang singkat dan padat akan membuat pantun lebih mudah diingat dan lebih efektif sebagai lelucon.

5. Gunakan Bahasa yang Santai

Gunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab. Sebaiknya hindari penggunaan kata-kata atau ungkapan yang terlalu formal atau kaku.

6. Sering-Sering Berlatih

Usahakan untuk sering berlatih membuat pantun jenaka. Semakin sering berlatih, nantinya akan semakin kreatif dalam merangkai kata-kata.

7 Contoh Pantun Islami Lucu dan Penuh Nasihat

Ilustrasi Pantun Islami Lucu. Sumber: Michaela/Pixabay

Bagi yang belum bisa membuat pantun islami lucu, bisa menggunakan contoh di bawah ini yang beberapa di antaranya diambil langsung dari buku Jagoan Berkarakter: Kumpulan Pantun, Ni'matul Hidayah, (2020:16):

Pantun 1

Ada kucing mengejar tikus

Kura-kura lambat jalannya

Jangan punya sifat rakus

Jika mati harta tak kan dibawa

Pantun 2

Baju batik jilbab polos

Terlihat anggun dan islami

Jadi santri jangan suka bolos

Dapat ilmu berkah dan manfaati

Pantun 3

Kacang tanah kacang polong

Buah kesemek buah kedondong

Salat jangan bolong-bolong

Nanti dicium sapi ompong

Pantun 4

Buah nanas buah strawberi

Dibuat jus sungguh enak sekali

Adik puasa setengah hari

Pagi-pagi makan sepanci

Pantun 5

Jalan-jalan bareng pak kusir

Naik delman sebulan sekali

Katanya Islam dari lahir

Tetapi sembahyang cuma setahun sekali

Pantun 6

Ayam betina ayam jantan

Saling tarung di bawah dipan

Anak muslim itu ta'arufan

Bukan pacaran di kolong jembatan

Pantun 7

Siang-siang Bang Jarwo ngorok

Mulut mangap kemasukan kapur

Katanya muslim dari orok

Pergi ke masjid cuma numpang tidur

Baca juga: 7 Contoh Pantun Anak-Anak Lucu, Menghibur, dan Penuh Nasihat

Bagaimana, setelah membaca contoh pantun islami lucu di atas sudah mendapatkan ide yang menarik untuk mulai berpantun? Selamat belajar. (nov)