75 Contoh Majas Ironi dan Pengertiannya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas ironi merupakan salah satu gaya bahasa yang sering ditemui dalam berbagai teks, baik itu sastra, percakapan sehari-hari, maupun media massa. Contoh majas ironi adalah salah satu cara mudah untuk memahami tentang materi tersebut.
Mengutip dari Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs, Handiyani, dkk, (2008), majas merupakan bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu. Majas diciptakan untuk memberikan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembicaranya.
Majas terbagi menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah majas ironi yang termasuk ke dalam jenis majas sindiran. Majas ironi ini diajarkan di sekolah untuk memberi siswa alternatif dalam menyampaikan pikiran.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Majas Ironi
Mengutip dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan Istilah, Tim Redaksi BIP, (2020), majas ironi adalah gaya bahasa yang ditandai dengan munculnya ungkapan sindiran oleh penutur yang bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya.
Secara sederhana, majas ironi menggunakan kata-kata yang mengandung makna tersirat, di mana makna yang sebenarnya berlawanan dengan apa yang secara literal diucapkan.
Tujuannya adalah untuk memberikan efek sindiran halus, mengejek, atau menyindir suatu keadaan atau orang. Berikut adalah ciri-ciri majas ironi yang membedakan dengan majas lainnya:
Kata-kata yang digunakan secara harfiah memiliki makna yang bertolak belakang dengan maksud sebenarnya.
Makna sebenarnya dari kalimat ironi tidak secara eksplisit dinyatakan, melainkan harus ditafsirkan oleh pembaca atau pendengar.
Ironi sering digunakan untuk menyindir suatu keadaan, perilaku, atau orang dengan cara yang lebih halus dan tidak langsung.
Penggunaan ironi dapat menimbulkan efek terkejut atau ironis pada pembaca atau pendengar.
Jenis-jenis Majas Ironi
Ironi Verbal: Merupakan bentuk ironi yang paling umum, yaitu ketika seseorang mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang sebenarnya mereka maksudkan. Contoh: "Hujan deras sekali, cocok sekali untuk piknik."
Ironi Situasional: Terjadi ketika suatu kejadian atau peristiwa menghasilkan hasil yang berlawanan dengan apa yang diharapkan atau diprediksi. Contoh: Seorang pemadam kebakaran rumahnya terbakar.
Ironi Dramatik: Terjadi ketika penonton atau pembaca mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh karakter dalam cerita. Contoh: Dalam sebuah film, penonton tahu bahwa penjahat sedang bersembunyi di balik pintu, sementara karakter dalam film tidak mengetahuinya.
Fungsi Majas Ironi
Ironi digunakan untuk menyindir suatu keadaan atau orang dengan cara yang lebih halus dan tidak langsung.
Penggunaan ironi dapat membuat teks menjadi lebih menarik dan hidup.
Ironi dapat digunakan untuk mengungkapkan emosi seperti kekecewaan, kesedihan, atau kemarahan dengan cara yang tidak langsung.
Ironi sering digunakan untuk menciptakan efek humor atau satire.
Contoh Majas Ironi
Setelah mengetahui pengertian tentang majas ironi, inilah beberapa contoh majas ironi sebagai referensi belajar.
Rambutnya sangat rapi, seperti sarang burung.
Wajahnya bersinar, seperti terkena abu vulkanik.
Wajahnya bersinar bak matahari terbenam, begitu merah dan kusam.
Baju barunya sangat bagus, seperti kain lap.
Filmnya sangat seru, dia malah tertidur di tengah film.
Kamu sangat pintar, sampai-sampai tidak bisa menjawab satu soal pun.
Dia sangat tinggi, sampai-sampai kepalanya nyangkut di pintu.
Dia sangat kurus, badannya seperti kerangka.
Kue ini enak sekali, rasanya seperti kertas.
Dia sangat berbakat dalam berbicara, selalu mengulang kata-kata yang sama berulang kali.
Gigimu terlihat sangat bersih dan putih. Sudah berapa hari kamu tidak menyikatnya?
Buah mangga ini manis sekali hingga aku tak sanggup memakannya.
Tubuh pria itu kuat sekali. Bahkan beban seringan ini saja tidak sanggup ia angkat.
Dia sangat baik hati, selalu menebarkan fitnah dan gosip.
Dia sangat toleran, tidak bisa menerima pendapat orang lain.
Dia sangat demokratis, selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.
Laut ini sangat tenang, ombaknya setinggi gedung.
Sungai ini sangat jernih, airnya berwarna hitam pekat.
Dia sangat berbakat, sampai-sampai selalu gagal dalam audisi.
Komputernya sangat cepat, butuh waktu berjam-jam untuk menyalakannya.
Sepatunya sangat bersih, seperti baru dipakai untuk menggali tanah.
Tubuhnya sangat kuat, seperti kapas.
Dia sangat teliti, sampai-sampai membuat banyak kesalahan.
Dia sangat sabar, sampai-sampai langsung marah ketika ditanya.
Rumahnya sangat bersih, sampai-sampai berdebu.
Cuacanya sangat cerah, sampai-sampai hujan turun dengan deras.
Udara sangat segar, sampai-sampai terasa sesak.
Bagus sekali tulisanmu seperti resep dokter sampai tidak terbaca.
Makanan ini sangat enak, sampai-sampai tidak bisa dimakan.
Dia sangat beruntung, sampai-sampai selalu mengalami kemalangan.
Aku sangat bahagia, ingin menangis sejadi-jadinya.
Aku sangat tenang, jantungku berdebar kencang.
Gunung ini sangat rendah, sampai-sampai awan menempel di puncaknya.
Hutan ini sangat luas, pohon-pohonnya hanya berukuran sejari.
Gurun ini sangat subur, pasirnya panas membakar kulit.
Aku sangat yakin, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Dia sangat mencintaiku, sampai-sampai membuatku ingin kabur.
Taman ini sangat indah, rumputnya kering dan layu.
Pantai ini sangat bersih, sampah plastik berserakan di pasir.
Danau ini sangat dalam, ikannya bisa ditangkap dengan tangan.
Perjalanannya sangat menyenangkan, sampai-sampai ingin segera pulang.
Acara itu sangat sukses, sampai-sampai tidak ada yang datang.
Ujiannya sangat mudah, sampai-sampai semua siswa gagal.
Pertandingannya sangat seru, sampai-sampai semua penonton menguap.
Bakat musiknya luar biasa, setiap kali bernyanyi, semua orang langsung menutup telinga.
Kecepatannya sungguh mengagumkan, bahkan kura-kura pun bisa mengalahkannya dalam lomba lari.
Keramahannya sangat menonjol, sehingga membuat orang lain ingin menghindarinya.
Kejujurannya patut dicontoh, selalu berbohong dalam setiap kesempatan.
Kesabarannya luar biasa, selalu meledak dalam sekejap ketika ditanya.
Ruangan ini begitu terang, sampai-sampai harus memakai kacamata hitam di siang bolong.
Hutan ini sangat rimbun, sehingga tak ada satupun hewan yang berani mendekat.
Cuacanya cerah sekali, membuatku ingin segera mencari tempat berteduh.
Acara itu sukses besar, hingga tidak ada satu pun penonton yang datang.
Dia sangat percaya diri, selalu menghindari kontak mata dengan orang lain.
Ujiannya sangat mudah, sehingga semua siswa gagal total.
Mereka benar-benar pasangan yang sangat cocok. Tiada hari dilewati tanpa pertengkaran.
Perjalanannya sangat menyenangkan, membuatku tak sabar ingin segera pulang.
Dia berjalan dengan anggunnya, seperti bebek yang sedang belajar menari balet.
Senyumnya begitu menawan, seakan ingin menghancurkan hati siapa pun yang melihatnya.
Kota ini begitu bersih, sampah berserakan di mana-mana.
Udara di sini sangat segar, sampai-sampai aku harus memakai masker. Sungguh kota yang indah.
Dia adalah dokter yang sangat ahli, pasiennya selalu meninggal di bawah perawatannya.
Dia adalah guru yang sangat sabar, murid-muridnya selalu takut padanya.
Dapur ini sangat rapi, sampai-sampai sepertinya tidak pernah digunakan untuk memasak.
Perpustakaan ini sangat sunyi, sampai-sampai suara jarum jatuh pun terdengar jelas.
Mobilnya sangat mewah, sampai-sampai sering mogok di tengah jalan.
Kucingnya sangat jinak, sampai-sampai menggaruk semua perabotan rumah.
Dia adalah pelukis yang sangat berbakat, lukisannya tidak ada yang mau membeli.
Dia adalah penyanyi yang sangat merdu, suaranya membuat telinga ingin tuli.
Dia sangat ahli dalam olahraga, selalu menjadi yang terakhir mencapai garis finish.
Adit sangat pandai dalam pelajaran matematika. Nilai ulangan matematikanya tidak pernah melebihi angka 5.
Kamu sangat menjaga perasaan ibumu. Sering kali ibumu menangis karena ucapanmu yang menyakiti hatinya.
Dia sangat kreatif, ide-idenya selalu tidak masuk akal dan sulit diimplementasikan.
Lukas adalah siswa paling teladan di sekolah. Hampir setiap hari orang tuanya mendapat pengaduan dari pihak sekolah tentang perilakunya.
Dini seorang kakak yang sangat bertanggung jawab dan penyayang. Sekian lama adiknya menangis, ia biarkan saja.
Kue yang dijual di toko itu sangat murah hingga tak ada satu pun yang laku terjual.
Lina benar-benar anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tua. Tidak ada satu pun nasihat dan perintah orang tua yang dipatuhi.
Dia sangat kaya, sehingga harus bekerja lembur setiap hari. Setiap malam, dia sibuk menghitung uang recehannya sambil mengeluh tentang hidupnya yang sulit.
Dia sangat rajin, menghabiskan waktunya untuk bermain game sepanjang hari, membuktikan bahwa definisi rajin bagi setiap orang berbeda-beda.
Dia sangat berbakat dalam seni, lukisannya abstrak dan tidak ada yang mengerti maknanya, seakan-akan seni hanya bisa dipahami oleh segelintir orang.
Itulah beberapa contoh majas ironi dan pengertiannya yang mudah dipahami untuk bahan belajar. (APR)
Baca Juga: 70 Contoh Majas Sarkasme Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-cirinya
