80 Contoh Kalimat Majas Sindiran beserta Artinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kalimat majas sindiran sering kali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sama halnya seperti peribahasa, majas sindiran juga memiliki maksud tertentu. Tujuan dari majas sindiran yaitu untuk menyindir dengan menggunakan bahasa yang lebih indah.
Mengutip dari Jurnal Sastra Indonesia, Ginting, dkk. (2021), Majas (figure of speech) adalah pilihan kata tertentu sesuai dengan maksud dan tujuan penulis atau pembicara untuk memperoleh aspek keindahan.
Majas memiliki beberapa tujuan. Salah satunya yaitu untuk menyindir seseorang dengan bahasa yang lebih tersirat supaya tidak menyinggung lawan bicara. Majas sindiran adalah ungkapan kalimat yang bijaksana dalam rangka menegur seseorang agar tak tersinggung.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
80 Contoh Kalimat Majas Sindiran Lengkap dengan Jenisnya
Majas sindiran adalah majas yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu dengan bahasa kiasan. Cara menyindir dengan majas pun bermacam-macam. Bisa dengan cara halus, terang-terangan, atau sinis.
Berikut adalah beberapa jenis majas sindiran beserta contoh kalimat dan artinya yang perlu diketahui:
1. Majas Sindiran Ironi
Majas sindiran pertama yang perlu diketahui adalah ironi. Majas sindiran ironi adalah majas sindiran yang paling halus karena tujuannya memang dibuat untuk menyindir tanpa membuat pihak yang bersangkutan tersebut tersinggung.
Fakta yang sebenarnya cenderung lebih disembunyikan atau dibungkus dengan halus. Misalnya, kata-kata di awal meninggikan, tapi kemudian menjatuhkan. Ini dia beberapa contohnya:
Kita cocok banget ya, tiada hari tanpa bertengkar.
Hasil masakannya enak sekali, sampai tidak ada yang mau menyentuh.
Suaramu merdu, tapi lebih merdu lagi jika diam.
Penjelasanmu sangat jelas hingga aku tak mengerti sedikit pun.
Tulisan yang sangat bagus, sampai tak ada seorang pun yang bisa membacanya.
Kamu tidurnya enggak mengorok, sampai-sampai aku nggak bisa tidur.
Wah, tepat waktu sekali, saat semua tamu undangan sudah pulang, dirimu baru datang.
Dia murid paling pintar, nilainya tidak ada yang lebih dari 5.
Motor ini mesinnya halus, sampai aku ingin menutup telinga bila mendengarnya.
Ruangan ini terang banget, sampai wajahmu saja tidak kelihatan.
Desain bajunya bagus sekali sampai aku ntak ingin memakainya.
Kamu wangi deh, sampai-sampai enggak ada yang tahan berdekatan di sampingmu.
Masakannya enak, tapi lebih enak kalau aku nggak makan.
Dia anak yang berbakti, sampai orang tuanya sedih terus melihat kelakuannya.
Dia orangnya baik, sampai-sampai nggak ada yang mau berteman dengannya.
Wah, wajahmu cantik sekali. Aku menyebutnya seperti bulan yang banyak lubangnya.
Kok wajahmu bisa glowing sekali? Saking glowing-nya sampai bisa digunakan untuk menggoreng mendoan.
Badanmu bagus sekali sekarang. Pasti makannya sehari 7 kali ya?
Karena saking wanginya kamu hari ini, sampai-sampai hidungku seperti ditusuk-tusuk pakai jarum.
Kamu pasti bekerja terlalu semangat ya? Pantas saja karena sampai bajumu kotor seperti habis membajak sawah.
2. Majas Sindiran Sinisme
Majas sindiran berikutnya adalah sinisme. Majas ini merupakan kebalikan dari majas sindiran ironi, yang mana dalam majas ini lebih memperkuat sindiran tanpa adanya kesan basa-basi.
Sindiran dalam sinisme memiliki sifat yang terbuka, lugas, dan sering kali kasar. Isi dari majas sinisme cenderung negatif, dan pada umumnya disampaikan untuk menyindir seseorang atau sebuah pemikiran. Contoh majas sinisme antara lain adalah:
Kamu ini paling pintar di sini, tapi sulit sekali berbagi ilmu, ya?
Apa manfaatnya sekolah tinggi-tinggi, kalau hasilnya nggak sopan pada yang lebih tua begini.
Perutmu memang tidak pernah kenyang ya? Padahal uang sudah banyak.
Dirimu ini sangat kalem ya, sampai setiap hari cosplay jadi burung perkutut.
Dia ramah banget, sampai-sampai semua orang nggak berani bergaul dengannya.
Percuma cantik, kalau di rumah sering bentak-bentak orang tua.
Keren banget tim sepakbola itu, baru 10 menit kebobolan 3 gol!
Rapi ya kamarmu seperti kapal pecah?
Kamu sudah kaya, kan? Masih ingat hutangmu padaku dulu?
Kamu anak berbakti, sampai-sampai orang tuamu kerap mengeluhkan ulahmu.
Pasangan itu serasi, seperti Shinta dan Hanoman.
Ini dia anak berbakti, tiap hari pulang pagi.
Enak banget masakanmu, rasanya asin doang!
Wah, tepat waktu banget kamu, sampai-sampai aku jamuran.
Buat apa terus-terusan mencari uang, tapi anak istri dibiarkan tak terurus seperti itu.
3. Majas Sindiran Satire
Satire adalah salah satu majas sindiran yang sering digunakan oleh penulis. Tujuannya adalah untuk menyampaikan sindiran, kritik, maupun gagasan kepada seseorang dengan cara yang lebih halus.
Sering kali, satire dibungkus dengan jokes atau komedi. Majas ini sering digunakan untuk menyindir pihak yang berkuasa. Berikut ini beberapa contoh majas sindiran jenis satire:
Sejuk betul udaranya, sampai kulitku terbakar.
Mungkin kepalanya harus dibenturkan dulu biar sadar.
AC di ruangan ini bagus ya, sudah 1 jam aku berkeringat terus.
Dia pasti pintar, 10 soal yang benar cuma 2.
Kamu rajin bersih-bersih ya, sampai-sampai kamarmu ditutup debu.
Biarkan saja dia merokok, kan paru-parunya dari batu.
Warga kompleks ini kompak, lihat saja gotong royong menumpuk sampah sampai jalan airnya tersumbat.
Bumbu dapur sudah habis ya, sampai makanan ini tak ada rasanya?
Maafkan saja pria itu, selingkuhnya baru 7 kali, kok.
Kamu lupa bawa jam ya, aku menunggu 3 jam!
Kelompokmu kompak ya, sudah 4 jam pekerjaan masih belum beres.
Tidak usah dilaporkan ke polisi, dia baru merugikan Rp 30 M saja.
Pisaumu ini tajam betul, sampai-sampai 15 menit baru bisa memotong satu wortel.
Kamu kerja sudah bertahun-tahun tapi hasilnya segitu saja?
Sudah kurus begitu masih diet?
4. Majas Sindiran Inuendo
Majas sindiran yang keempat adalah inuendo. Majas ini berbeda dari ketiga jenis majas sindiran yang lain, karena justru mengecilkan fakta yang sebenarnya.
Menariknya, majas inuendo bisa digunakan untuk menyindir dengan tajam, tapi bisa juga sindirannya dibungkus halus. Saking halusnya, kadang orang yang disindir bisa saja nggak sadar. Contohnya adalah:
Disuntik itu cuma seperti digigit semut, kok. Jadi nggak perlu khawatir berlebihan seperti itu
Pantas dia cepat naik pangkat, ternyata di belakang ada amplop pelicinnya.
Dia ganteng, tinggi, kaya raya. Kekurangannya cuma moralnya rendah.
Buat apa meratapi uang hilang yang nggak seberapa, toh kamu bisa mudah dapat ganti yang lebih banyak dari ibumu.
Jangan sedikit-sedikit menangis, seperti anak kecil saja.
Dia lolos ujian berkat uang sogokan.
Nggak usah terlalu dipikirkan, mimpi itu cuma bunga tidur, kok.
Tak perlu iri, dia cepat kaya karena sering main belakang.
Kenapa kamu cengeng sekali? Seperti perempuan saja.
Makalahnya dapat A karena yang mengerjakan kakaknya.
Pantas saja dia selalu juara satu, ternyata sering menyontek.
Titin bisa bekerja di perusahaan besar itu karena pengaruh keluarganya.
Dia kelihatan seperti gadis yang baik, padahal sebenarnya suka nakal.
Buat apa sih menangisi laki-laki seperti itu? Masih ada ribuan laki-laki lain yang lebih baik.
Masa sama cicak saja takut? Seperti perempuan saja kamu.
6. Majas Sindiran Sarkasme
Majas sarkasme menyindir seseorang secara langsung dan terang-terangan, sehingga artinya langsung dimengerti dengan yang bersangkutan. Tujuan sarkasme memang untuk menyakiti orang lain. Beberapa contohnya bahkan terkesan kasar, di antaranya adalah:
Melihat wajahmu saja aku sudah mual!
Jangan berlagak seperti orang kaya.
Saya sudah mengajari murid ini sampai mulut saya berbuih, tapi dia memang tak pintar.
Dia hobi meminta-minta seperti pengemis di pinggir jalan.
Meskipun dia menangis dengan air mata darah sekalipun, sepertinya sudah nggak bakal diberi kesempatan kedua lagi.
Wajahmu putih sekali, sampai-sampai bedaknya bisa dikerok.
Sudah tertangkap basah berbuat salah, masih bisa berkelit. Dasar tak tahu diri!
Tak sudi aku menginap semalam saja di gubuk reyot miliknya ini!
Orang itu benar-benar berotak udang! Diberi tahu berkali-kali pun nggak paham-paham juga!
Dia itu kepala batu, sudah dikasih tahu berkali-kali juga nggak bakal ngaruh.
Dasar tua-tua keladi! Nggak sadar umur, masih saja kepingin sama yang muda.
Tangisannya hanya air mata buaya, jangan pernah dipercaya lagi.
Dia itu mulutnya seperti burung, cuma berkicau saja nggak ada isinya sama sekali.
Jangan sampai bertatap muka dengannya, bisa-bisa aku kebelet muntah!
Penampilanmu nggak keruan seperti gembel jalanan!
Demikian adalah ulasan singkat mengenai contoh kalimat majas sindiran beserta artinya untuk menambah pengetahuan baru. (Nisa)
Baca juga: 55 Contoh Gurindam 2 Bait dalam Berbagai Tema dan Pengertiannya
