Konten dari Pengguna

Kumpulan Puisi tentang Penanganan Sampah

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Penanganan Sampah. Sumber: Unsplash/Naja Bertolt Jensen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Penanganan Sampah. Sumber: Unsplash/Naja Bertolt Jensen

Setiap hari manusia selalu menghasilkan sampah. Sampah-sampah yang tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan masalah. Puisi tentang penanganan sampah bisa dibaca agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Salah satu langkah awal untuk menangani sampah adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, semua orang harus paham bahwa tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Puisi tentang Penanganan Sampah

Ilustrasi Puisi tentang Penanganan Sampah. Sumber: Unsplash/Gary Chan

Apa itu puisi? Wahyudi dalam Menggores Tinta Puisi (2021:14) menjelaskan bahwa puisi adalah karya sastra yang berbentuk bahasa yang singkat, padat, dan indah. Puisi bisa berisi apa saja, tergantung dari imajinasi dan apa yang dirasakan oleh penyairnya.

Salah satu tema puisi adalah mengenai sampah. Puisi jenis ini bisa dijadikan bahan edukasi agar masyarakat bisa lebih memahami sampah. Berikut adalah kumpulan puisi tentang penanganan sampah yang dikutip dari allpoetry.com.

1. Gunung Sampah

Oleh Hans Ostrom

Seorang pria mengemudikan sebuah traktor panjang berwarna kuning

melintasi gunung sampah,

mengaduk-aduk tumpukan sampah yang busuk dan kotor

sepanjang hari. Burung camar putih berdatangan ke pesta itu

secara bergantian. Hal-hal apa yang telah ditunjukkan

diri mereka dari mimpi yang bergejolak

dan mengejutkan pengemudi selama bertahun-tahun

mengendarai dinosaurus diesel yang mengerang?

Karena kita membuang semuanya,

apa pun bisa berada di dalam

gunungan licin menggeliat

yang terbakar di bawah sinar matahari dan mendingin

dalam hujan. Apa saja.

2. Puisi Ini adalah Sampah!!!

Oleh Raj Kashyap

Pertahankan dan hargai,

Titik biru pucat,

Ini adalah satu-satunya rumah,

Yang pernah kita miliki!

Tempat pembuangan sampah membakar keinginan,

Sampah, sebagai pakaian Bumi,

Metana membunuh kehidupan,

Daur ulang, satu-satunya menghidupkan kembali.

Ekosistem, adalah apa yang hilang,

Tolong lindungi dengan cara apapun,

Plastik, gelas dan kaleng,

Tolong, kembali ke tempat sampahmu.

Tanah, adalah apa yang mengotori,

Membuat bumi kita tidak bersahabat,

Dioksin mengisi bukit-bukit,

Sampah, tidak memberikan ketenangan!

Sungai Suci, sekarang berwarna hitam,

Dipenuhi dengan kotoran dan sampah,

Limbah pabrik, adalah apa yang berselisih,

Membunuh seluruh kehidupan laut.

Udara, tampak berdarah,

Bau keserakahan manusia,

Asma, adalah hadiah mereka,

Tidak ada air mata, yang tersisa di mata!

Jangan beri makan hewan pengerat,

Mereka dapat membahayakan kalian,

Dan tolong jangan buang sampah sembarangan,

atau, hal-hal yang akan berakhir buruk!

Tumpukan tertinggi Gunung Everest,

hanya dengan harga murah,

Menyumbat saluran pembuangan,

Banjir yang memberikan rasa sakit yang abadi!

Nyamuk, di sekeliling,

Menghisap darah dari tanah,

Tantangan hanya pertarungan,

Masuk dan tenggelam!

Ketika kita menempatkan sampah kita,

Sampah di tempat sampah yang tepat,

Kita dan alam,

Pasti akan menang!

Gunakan kembali, kurangi dan daur ulang,

Kata-kata yang perlu kita ketahui,

Kurangi sampah, gunakan kembali yang lama,

Daur ulang adalah cara yang tepat!

Sampah, di mana-mana,

Menghancurkan miliaran pon,

Masa depan kita tampaknya sia-sia,

Sampah, sebuah ketergesa-gesaan yang mengkhawatirkan.

Baca juga: 4 Puisi Lingkungan Hidup yang Menginspirasi untuk Menjaga Lingkungan

Semoga puisi tentang penanganan sampah tersebut bisa dijadikan pengingat pentingnya membuang dan menangani sampah dengan tepat. (KRI)