Bimbingan PKL Lebih Modern, Mahasiswa UMMI Dorong Sekolah Menuju Era Digital

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Program Studi Teknik Informatika
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Irez Abdullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah rutinitas praktik kerja lapangan, dua mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Irez Abdullah dan Nadia Putri Rahmawati, memilih untuk tidak hanya menyelesaikan tugas kampus. Mereka membawa sesuatu yang berbeda ke SMKN 4 Kota Sukabumi: sebuah perubahan nyata.
Semua berawal dari pengamatan sederhana. Banyak siswa di sekolah tersebut masih mencatat laporan harian PKL secara manual. Proses bimbingan dengan guru pembimbing pun kerap tertunda karena kesibukan dan kurangnya sarana komunikasi yang efisien. Dari situ, Irez dan Nadia melihat peluang. “Kami berpikir, kenapa tidak kami bantu sederhanakan prosesnya lewat sistem yang bisa diakses semua pihak?” ungkap mereka.
Dari Kerja Praktik ke Solusi Digital di Sekolah
Selama tiga bulan masa kerja praktik, keduanya tak hanya duduk di depan layar. Mereka juga berdiskusi dengan guru, merancang sistem yang sederhana namun solutif untuk mendukung proses bimbingan PKL.
Sosialisasi sistem yang mereka kembangkan dilakukan pada 26 Juni 2025 di salah satu ruang kelas SMKN 4 Kota Sukabumi. Dalam sesi tersebut, Irez dan Nadia memaparkan fungsi dan cara kerja sistem secara langsung kepada siswa jurusan. Mereka juga mendemonstrasikan cara penggunaannya agar mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat.
“Kami ingin sistem ini bukan sekadar tugas kampus, tapi benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh siswa dan guru,” kata Nadia.
Solusi Digital yang Memudahkan Semua Pihak
Sistem yang dibangun mencakup berbagai fitur seperti:
Pengisian jurnal kegiatan harian siswa
Pengajuan judul laporan
Unggah dokumen laporan
Notifikasi status bimbingan dan revisi
Penjadwalan sesi bimbingan
Komunikasi langsung antara siswa dan guru pembimbing
Dengan sistem tersebut, guru tidak perlu lagi menunggu siswa datang membawa buku jurnal. Semua data bisa dipantau secara daring dan terdokumentasi dengan rapi.
“Proses bimbingan jadi lebih terstruktur dan mudah dipantau. Kami jadi tahu progres siswa setiap harinya,” ujar salah satu guru pembimbing.
Respon Positif dari Sekolah
Pihak sekolah menyambut baik inovasi yang dibawa oleh dua mahasiswa ini. Kepala SMKN 4 Kota Sukabumi menyebut bahwa sistem tersebut sangat relevan dengan arah digitalisasi sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena sesuai dengan visi sekolah untuk bertransformasi ke arah digital. Apalagi ini datang langsung dari mahasiswa yang turun ke lapangan dan memahami kebutuhan kami,” ujarnya.
Kerja Praktik yang Berdampak Nyata
Apa yang dilakukan Irez dan Nadia membuktikan bahwa kerja praktik bisa lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik. Mereka menunjukkan bahwa mahasiswa punya peran penting dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan, bahkan lewat langkah kecil.
Kolaborasi antara pendidikan tinggi dan sekolah menengah seperti ini menjadi bukti bahwa inovasi bisa dimulai dari mana saja.
“Kami harap sistem ini bisa terus digunakan dan dikembangkan. Semoga bisa membantu siswa PKL ke depannya,” tutup Irez.
