Konten dari Pengguna

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Pengelolaan Sampah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Irmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Universitas Pamulang di RW 11 Kelurahan Bojong Pondok Terong.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Universitas Pamulang di RW 11 Kelurahan Bojong Pondok Terong.

Depok - Masalah sampah hingga kini masih menjadi tantangan lingkungan mendasar di kawasan perkotaan. Berbagai aktivitas harian rumah tangga tanpa disadari terus menghasilkan limbah, mulai dari sisa makanan, kantong plastik, botol minuman, hingga kemasan sekali pakai. Tanpa adanya penanganan yang tepat, sampah yang menumpuk dan tercampur dapat menimbulkan berbagai masalah serius, seperti bau tidak sedap, munculnya sumber penyakit, hingga menyumbat saluran air yang memicu banjir.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang (UNPAM) mengambil inisiatif untuk menggelar kegiatan edukasi lingkungan di wilayah RW 11, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) ini merupakan bagian dari program besar PKM UNPAM yang mengusung tema "Membangun Kesadaran dan Kreativitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan". Acara ini dibimbing langsung oleh dosen pendamping Dr. Ahmad Nurhadi, S.E., M.M., serta dihadiri oleh Ketua RW 11 Hasan Basri, S.Hum. bersama 15 orang perwakilan warga setempat.

Kesadaran Diri: Fondasi Utama Pengelolaan Sampah

Sebagai Kelompok 1 yang berfokus pada topik peningkatan kesadaran masyarakat, tim mengawali pemaparan materi dengan menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil di rumah tangga. Kesadaran lingkungan perlu ditanamkan secara berjenjang, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga akhirnya menjadi budaya di masyarakat.

Dalam sesi edukasi, warga diajak untuk lebih memahami pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Selama ini, sampah kerap dibiarkan menyatu dalam satu tempat penampungan. Padahal, dengan memisahkannya ke dalam kategori dasar, proses pengolahan akan menjadi jauh lebih mudah:

  1. Sampah Organik: Sisa makanan, sayuran, kulit buah, dan daun kering.

  2. Sampah Anorganik: Botol/gelas plastik, kardus, kaleng, dan botol kaca.

  3. Sampah Penanganan Khusus: Baterai bekas, obat-obatan, dan barang elektronik.

Menerapkan Prinsip 3R dan Edukasi Kreativitas

Selain memilah, masyarakat RW 11 juga didorong untuk menerapkan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam aktivitas sehari-hari:

  1. Reduce (Mengurangi): Membiasakan diri membawa tas belanja sendiri (tote bag), menggunakan wadah makan/minum yang dapat dipakai ulang, serta membatasi konsumsi plastik sekali pakai.

  2. Reuse (Menggunakan Kembali): Memanfaatkan kembali barang-barang bekas layak pakai, seperti menjadikan toples bekas sebagai tempat bumbu atau botol plastik sebagai pot tanaman.

  3. Recycle (Mendaur Ulang): Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos atau mengubah sampah anorganik menjadi produk kerajinan tangan bernilai guna.

Sebagai wujud kesinambungan antara kesadaran dan kreativitas, tim PKM juga membagikan ide praktis pengolahan limbah anorganik menjadi barang ekonomis. Salah satu contohnya adalah pembuatan akuarium mini dari galon plastik bekas. Dengan modal bahan pendukung yang relatif terjangkau (sekitar Rp12.000), galon bekas dapat diubah menjadi akuarium hias dengan nilai jual mencapai Rp20.000 per unit. Edukasi ini membuka wawasan warga bahwa kebiasaan mengelola sampah tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga berpotensi memberikan peluang ekonomi kreatif.

Sesi penyerahan hadiah kepada warga RW 11 Bojong Pondok Terong yang antusias mengikuti kegiatan edukasi pengelolaan sampah.

Komitmen Bersama untuk Lingkungan Berkelanjutan

Ketua RW 11 Bojong Pondok Terong, Hasan Basri, S.Hum., beserta warga menyambut positif inisiatif dan edukasi yang diberikan oleh mahasiswa UNPAM. Meski kegiatan seminar dilaksanakan dalam satu hari, semangat dan pesan yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten oleh warga.

Pengelolaan sampah bukanlah semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan wujud kepedulian bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan menerapkan lima langkah sederhana-Pilah, Kurangi, Gunakan Kembali, Olah, dan Manfaatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri di RW 11 Bojong Pondok Terong dapat terwujud secara berkelanjutan.

Foto bersama mahasiswa PKM UNPAM, dosen pembimbing Dr. Ahmad Nurhadi, S.E., M.M., Ketua RW 11 Bapak Hasan Basri, S.Hum., beserta warga setempat.

"Mari mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah, dan mulai dari sekarang."