Konten dari Pengguna

Perang Ideologi di Semenanjung Korea

Isnanto Bayu Setiawan

Isnanto Bayu Setiawan

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Program Studi Pendidikan Sejarah 2021

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Isnanto Bayu Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bendera Korea Selatan. sumber : https://pixabay.com/id/vectors/korea-selatan-bendera-162427/
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Korea Selatan. sumber : https://pixabay.com/id/vectors/korea-selatan-bendera-162427/

Ideologi Komunis

Komunisme memiliki pengaruh besar pada perkembangan sejarah dunia. Kurang dari satu abad setelah kematian Marx, ideologi ini mempengaruhi sepertiga dunia dan merevolusi kekuasaan di banyak bagian dunia.

Menariknya, sementara banyak prediksi Marx tentang sejarah manusia masa depan pada akhirnya tidak berdasar, ide-ide Marx sejauh ini mempengaruhi jalannya penelitian para pendukung dan penentangnya. Namun, komunisme sebagai ideologi ternyata memiliki masalah serius dengan masalah teologis.

Ideologi komunisme praktis membawa penganutnya ke atheisme. Apalagi doktrin komunisme membuat orang membenci bahkan memusuhi agama. Marx menggambarkan kebenciannya terhadap agama dalam ungkapannya yang terkenal, "Agama adalah candu massa."

Baca juga : Berkenalan Dengan Komunisme Tiongkok

Ideologi Kapitalis

Kapitalisme adalah cara produksi yang mencari keuntungan maksimum dengan biaya produksi minimum. Cara Meminimalisasi biaya produksi terdiri dari penurunan upah pekerja. Kapitalisme dijalankan oleh institusi atau individu di luar pemerintahan.

Jadi, pemerintah tidak dapat mengintervensi pasar untuk keuntungan bersama, intervensi pemerintah dilakukan dalam skala besar untuk kepentingan individu. Mereka yang mempraktikkan kapitalisme menolak modal.

Sebagaimana kita ketahui, kapitalisme mengatakan bahwa setiap orang berhak mendapat imbalan atas pekerjaan atau kinerjanya dan oleh karena itu pemerintah tidak berhak campur tangan dalam perekonomian sebagai pengamat dan pelindung.

Jadi dalam penjelasan di atas, menjelaskan karakteristik pertama kapitalisme yaitu pengakuan hak individu dalam arti bahwa setiap orang berhak atas kekayaan yang mereka miliki. Kedua, praktik ekonomi yang dilakukan diatur oleh mekanisme pasar serta menciptakan hukum penawaran dan permintaan. Ketiga, kegiatan ekonomi dipromosikan untuk tujuan keuntungan, yang berarti bahwa individu dan perusahaan terlibat dalam kegiatan ekonomi untuk mengejar keuntungan.

Perang Ideologi di Semenanjung Korea

Dikarenakan adanya 2 pengaruh idelogi yang bersebrangan di Semenanjung Korea yang berasal dari Amerika Serikat dan Uni Soviet pada waktu itu, terjadilah Perang Korea selama 3 tahun.

Perang Semenanjung Korea adalah perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan yang berlangsung dari 25 Juni 1950 hingga 27 Juli 1953. Perang Korea juga dapat diklasifikasikan sebagai perang fraksi yang terjadi selama Perang Dingin setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perang ini disebut juga perang fraksi karena Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut pengaruh di Republik Rakyat Cina dan Semenanjung Korea.

Berakhirnya Perang Dunia II tidak serta merta membawa perdamaian dan keamanan bagi situasi dunia. Masalah baru muncul setelah Perang Dunia II, selama periode ini terjadi persaingan dan perebutan pengaruh antara blok Barat pimpinan AS dan blok Timur pimpinan Uni Soviet, yang sekarang dikenal sebagai Rusia.

Persaingan antara dua blok ini dikenal sebagai Perang Dingin. Banyak negara di dunia termasuk Korea, menjadi korban tragedi Perang Dingin. Setelah Perang Dingin, Semenanjung Korea terbagi menjadi Korea Selatan dan Korea Utara.

Dua kekuatan besar dunia yang telah berpartisipasi dalam perang sejak Perang Dunia II adalah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat menyebarkan ideologi liberal dan Uni Soviet menyebarkan ideologi komunis.

Khawatir bahaya komunisme dan penolakan ideologi komunis yang bertentangan dengan cara hidup Amerika, Amerika Serikat memutuskan untuk melawan Uni Soviet. Permusuhan antara keduanya akhirnya menyebabkan pecahnya Perang Dingin.

Jatuhnya Jepang dalam Perang Dunia II membuat Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing untuk mendapatkan pengaruh atas bekas jajahan Jepang, termasuk Semenanjung Korea. Amerika Serikat kemudian mendarat dan menguasai bagian selatan Korea dan Uni Soviet menguasai bagian utara Korea.

Masyarakat Korea Utara dipengaruhi oleh ideologi komunis yang disebarkan oleh Uni Soviet, dan ketika AS masuk ke Korea Selatan, ideologi yang ditransfer dari AS ke Korea Selatan bertabrakan dengan ideologi Korea Utara dan semakin memperumit situasi di Semenanjung Korea.

Baca Juga : Sejarah Perang Korea dan Dampaknya

Penyebab umum dan khusus Perang Korea

Tentu saja, semua perang memiliki unsur-unsur umum dan khususnya yang mengarah pada konflik. Penyebab umum Perang Korea adalah persaingan ideologis antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Persaingan ideologis antara kedua blok dimulai pada 10 Agustus 1945, ketika tawanan perang Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan Uni Soviet, seperti yang mereka lakukan di Korea sepanjang paralel ke-38. Seiring waktu, daerah itu berubah menjadi desa atau perbatasan. Korea Selatan milik Amerika Serikat dan merupakan negara dengan ideologi kapitalis liberal, sedangkan Korea Utara adalah negara dengan ideologi sosialis komunis yang dipengaruhi oleh Uni Soviet.

Republik Korea yang dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan menurut Perjanjian Potsdam pada tahun 1945, pada awalnya adalah satu negara, tetapi pada akhirnya, tidak ada pilihan selain dibagi menjadi Korea Selatan dan Korea Utara.

Pembagian wilayah Korea Selatan ke tangan AS dan Korea Utara ke tangan Uni Soviet, selain perbedaan ideologi, memicu pecahnya perang, dan perang pengaruh ideologis secara tidak langsung menghalangi aspirasi Rakyat Korea untuk bersatu dan merdeka.

Selain penyebab umum, Perang Korea juga memiliki penyebab khusus yaitu, Perang Korea ini dipicu oleh hasil Sidang Umum PBB pada Desember 1948 yang menyatakan bahwa pemerintah Korea Selatan adalah satu-satunya pemerintah yang sah.

Keputusan ini membuat Korea Utara semakin membenci Korea Selatan dan Korea Utara merasa haknya sebagai negara tidak diakui oleh PBB. Hasil Sidang Umum PBB dan kekecewaan Korea Utara membuat Uni Soviet tampak mendukung Korea Utara untuk melanjutkan perang dan menjadikan Korea Utara sebagai penguasa tunggal di wilayah Semenanjung Korea.