Konten dari Pengguna

Jam Kerja, Jam Pengabdian, dan Jam Terima Kasih

Iwan Saputra ST, CHt, RCHt

Iwan Saputra ST, CHt, RCHt

- Director of Rumah Konseling Hipnoterapi - Praktisi Hipnoterapi - Master Trainer di VCTAMA Academy - Konselor Remaja & Dewasa

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iwan Saputra ST, CHt, RCHt tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Panggil saja saya Mr. Iwan.

Tiba tiba saya teringat akan suatu nasihat dari mantan kepala sekolah SD saya tempo dulu. Beliau bernama Mr. Sabar, BA. Bagi saya, beliau adalah orang yang luar biasa—sosok yang mengajarkan kepada saya tentang nilai-nilai kehidupan.

Saya memiliki kebiasaan menjaga silaturahmi dengan orang-orang yang pernah terlibat dalam cerita dalam hidup saya, biasanya minimal satu tahun sekali, ketika lebaran.

Saat Idul Fitri saya berkunjung ke tempat guru-guru saya. Juga ke tempat para sesepuh di desa untuk meminta nasihat dan doa. Ya, salah satu yang saya rutinkan adalah berkunjung ke tempat Mr. Sabar ini.

Ada satu nasihat yang sangat berkesan bagi saya. Itu nasihat terkait tiga macam jam dalam bekerja. Ketiganya yaitu jam kerja, jam pengabdian, dan jam terima kasih.

  1. Jam kerja. Adalah waktu yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas berkenaan dengan jam kerja. Umumnya 8 jam ya.

  2. Jam pengabdian. Yaitu waktu lebih yang diberikan untuk kepentingan pekerjaan. Waktu ini bukan berarti lembur ya, tapi memang waktu yang diberikan kepada perusahaan sebagai bentuk dedikasi terhadap perusahaan.

  3. Jam terima kasih. ini adalah waktu yang diberikan kepada perusahaan sebagai ungkapan terima kasih. Tidak ada paksaan atau perintah. Biasanya waktu tersebut digunakan untuk membantu kelancaran operasional perusahaan.

Nasihat tersebut selalu saya ingat dan saya terapkan dalam kehidupan saya.