Harga Kopi Naik karena PPN 12%, Gen Z Mulai Hitung-hitungan
Tulisan dari izaura kayla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kalau kamu anak muda, pasti tahu deh gimana rasanya tiap hari ngopi jadi semacam ritual wajib. Saya sendiri suka banget ngopi susu kekinian, biasanya beli Rp18.000 per gelas. Eh, sejak PPN naik jadi 12% awal tahun ini, harga kopiku jadi Rp20.000-an. Naik cuma Rp2.000, tapi buat mahasiswa gen z yang budgetnya mepet, itu bisa jadi dua porsi makan siang, lho!

Teman saya, Lana, cerita kalau dia sampai mikir ulang beli kopi saat ngerjain laprak (Laporan Praktikum) yang numpuk. “Dulu aku nggak pernah skip ngopi, tapi sekarang aku bawa tumbler dari rumah. Lumayan, bisa hemat buat jajan lain,” katanya. Lucu tapi nyata, kan?
Sebagai bagian dari Gen Z yang tumbuh dengan budaya self-reward, jajan kopi adalah bagian dari rutinitas. Apalagi saat tugas numpuk, nugas di kafe bisa jadi pelarian. Tapi sekarang, banyak dari kita mulai bertanya, masih worth it nggak sih beli kopi tiap hari?
Kenaikan PPN memang kelihatan kecil dan teknis, tapi efeknya langsung kerasa di dompet kita, terutama bagi Gen Z yang jajan kopi dan makanan ringan hampir tiap hari. Ini jadi pelajaran penting pajak itu bukan cuma soal uang pemerintah, tapi berdampak langsung ke gaya hidup kita.
Yang menariknya enggak cuma keluhan, banyak teman mulai adaptasi dengan gaya hidup lebih hemat yaitu bawa tumbler, bikin kopi sendiri di rumah, atau bahkan mulai frugal living alias gaya hidup hemat yang tetap asik. Ini bukan cuma soal hemat tapi jadi momen yang pas buat Gen Z belajar mengatur keuangan dengan bijak, bukan karena harus, tapi karena sadar.
"Naik Rp180 saja buat tiap gelas, tapi kalau dikalikan tiap hari dan tiap bulan, itu sudah puluhan ribu rupiah yang bisa kita alihkan ke tabungan" Suara hati para penikmat kopi susu
Kenapa Ini Penting Buat Gen Z?
Kita sering dibilang generasi “boros” karena jajan terus, tapi sebenarnya ini jadi momen belajar soal pengelolaan uang. Dengan sedikit perubahan kecil—kayak bawa tumbler, bikin kopi sendiri, atau mulai nabung sedikit demi sedikit—kita bisa tetap nikmatin hidup tanpa stres soal duit.
Jadi, PPN naik bukan musuh. Malah ini ajakan supaya kita lebih sadar soal konsumsi dan keuangan pribadi serta perubahan sikap. Kalau kita mulai menimbang, memilih, dan memahami dan bisa adaptasi serta bijak, masa depan finansial kita pasti lebih cerah.

