Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bujang, Kulup, dan Supik dari Gubernur Jambi

Jambikita.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jambi Fachrori Umar membubuhkan nama di poster harimau Sumatra. Foto: Humas Pemprov Jambi
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jambi Fachrori Umar membubuhkan nama di poster harimau Sumatra. Foto: Humas Pemprov Jambi

Jambikita.id—Gubernur Jambi Fachrori Umar memberikan nama untuk tiga ekor harimau Sumatra yang baru ditemukan lewat kamera trap.

Nama yang diberikan gubernur Jambi identik dengan nama panggilan bagi remaja melayu di wilayah Sumatra.

Yaitu panggilan “Bujang” dan “Kulup” untuk dua ekor harimau Sumatra berjenis kelamin jantan, dan “Supik” untuk yang berjenis kelamin betina.

“Tiga ekor harimau itu, yakni dua jantan dan satu betina. Untuk yang jantan diberi nama “Bujang” dan “Kulup”, untuk betina “Supik”, katanya saat peringatan hari bakti Rimbawan ke 36 di kawasan Citra Raya Jambi, Sabtu (23/3/2019).

Dia mengatakan populasi harimau di hutan Sumatra terus mengalami penurunan, akibat habitatnya yang terganggu dan diburu oknum tak bertanggungjawab.

Gubernur Jambi Fachrori Umar didampingi Bupati Muaro Jambi Masnah Busro melihat poster Harimau Sumatra. Foto: Humas Pemprov Jambi

Apalagi, saat ini, harimau Sumatra (panther tigris sumatrae) merupakan satu – satunya spesies harimau yang tersisa di Tanah Air.

Harimau termasuk hewan yang dilindungi dan terancam punah, sehingga perburuan dan perdagangan harimau merupakan tindakan ilegal.

Selain memberi nama untuk tiga ekor harimau Sumatra yang tertangkap kamera trap di Taman Nasional Berbak Sembilang, Fachrori juga melakukan pelepasan satwa liar, meluncurkan ekspor minyak kepayang ke Belanda, dan penyerahan bibit tanaman. (r/hery)