Kumparan Logo
Konten Media Partner

Makanan Merakyat di Tengah Inflasi: Sate Pro Rakyat di Jambi, Seporsi Rp 5 Ribu

Jambikita.idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sate ayam dengan harga merakyat Rp 5 ribu/porsi di Kota Jambi. Foto: Bahara Jati/Jambikita.id
zoom-in-whitePerbesar
Sate ayam dengan harga merakyat Rp 5 ribu/porsi di Kota Jambi. Foto: Bahara Jati/Jambikita.id

Jambikita.id - Ada pemandangan lain pada suasana pagi di kawasan Jln. Kapt. Pattimura, Kenali Besar, Kota Jambi. Di antara hiruk pikuk laju kendaraan, bersamaan dengan matahari yang perlahan menghangatkan udara pagi yang dingin dan di antaranya pula terlihat beberapa orang berjubel mengitari sebuah meja bambu unik berpayung ilalang yang berada di tepi jalan.

Karena rasa penasaran, Tim Jambikita.id (Media Partner Kumparan.com) segera menepi di kawasan Jln. Pattimura atau tepatnya di sebelah SDN 205/IV Jambi. D itengah meja bambu tersebut, bertuliskan “Sate Pro Rakyat” dan terang saja orang-orang yang berjubel tadi tengah antri menunggu pesanan sate, Rabu (9/11).

Sekilas terlihat jelas bahwa ini sate ayam atau sate kacang, memang tak lazim dijual di pagi hari. Hal ini pun mengingatkan pada pedagang sate ayam yang belakangan sempat viral di medsos yang berasal dari Kota Palembang. Harga pun sama, hanya Rp 5.000 untuk satu porsinya.

Namun, yang ini terlihat beda dan unik. Dimulai dari desain meja dan payung yang terbuat dari bambu dan ilalang, ditunjang lagi dengan peralatan yang terbilang unik dan bernuansa tradisional. Seperti, kita berada di sebuah pedesaan.

Bicara tentang porsi, Sate Pro Rakyat ini terbilang cukup mengenyangkan. Hal yang paling menggiurkan ialah penggunaan lontong yang menggunakan lontong daun, berbeda dengan sate lima ribuan lainnya yang menggunakan lontong plastik. Ditambah lagi, dengan daging ayam hangat yang gurih dan berbaur dengan aroma kuah kacang dan acar yang menggugah selera.

Sate Pro Rakyat dengan harga murah hanya Rp 5 ribu seporsinya. Foto: Bahara Jati/Jambikita.id

Hal ini juga mungkin yang membuat pelanggan rela antri. “Rakyat Mesti Kenyang,” begitu kata Wulan, pemilik usaha jajanan jalanan Sate Pro Rakyat.

Urusan keuntungan biar Allah yang atur, yang penting berkah dan kita bisa saling menggembirakan, tambah Wulan. Sate Pro Rakyat ini, baru berjalan satu bulan. Buka setiap Senin hingga Sabtu dari pukul 06.00-11.00 WIB.

“Alhamdulilah, jam 11 kita sudah tutup. Sudah habis dan insyaAllah meski harga lima ribuan, tidak mengurangi kualitas dari bahan baku sate kita. Baik dari daging ayam, lontong hingga bumbu semua kita pilih yang baik,” begitu penjelasan Wulan.

Ditanya mengenai omset perhari, Wulan menggambarkan bahwa dalam 4-5 jam bisa mengantongi omset nyaris Rp 1.000.000 pada bulan pertama ini.

“Alhamdulilah, ini awal yang bagus. Semoga ke depan kami bisa mempertahankan rasa dan meningkatkan pelayanan lagi. Semoga sate ini tetap Pro kepada Rakyat,” pungkasnya.