Perjalanan Yang Membawa Ilmu

Jazzlyn Lie Sugiarto, kelahiran Bandung 2010, siswi SMA Trinitas Bandung. A little step each day, adds up into a big result.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Jazzlyn Lie Sugiarto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para murid sekolah biasanya menunggu yang namanya liburan karena disitulah waktu mereka melepas penat dan itu yang dirasakan oleh siswa kelas X SMA Trinitas. Setelah melewati waktu yang membuat penat akibat ujian penilaian akhir tahun para siswa kelas X SMA Trinitas akhirnya mendapat balasan dari jerih payahnya yaitu liburan.
Liburan biasanya tidak mempunyai arti selain kenangan namun beda halnya dengan liburan ala murid SMA Trinitas yang membawa manfaat bagi diri mereka. Pada hari Selasa (9/12/25) para murid kelas X SMA Trinitas mendapat kesempatan untuk mengikuti Studi Industri yang berlokasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sea World dan yang paling ditunggu yaitu Dunia Fantasi (DUFAN).
Sebelum berangkat para siswa kelas X SMA Trinitas berkumpul di lobby sekolah SMA Trinitas untuk mendengarkan briefing dari para guru untuk memandu para siswa saat di lokasi untuk melakukan apa saja dan mereka juga berpesan bahwa nikmatilah perjalanan ini namun ingat batasan saat melakukan sesuatu.
Walau hanya mencakup wilayah Jakarta tetapi Studi Industri kali ini disambut dengan baik oleh murid-murid dan bisa terlihat dari antusiasme serta raut wajah mereka bahwa mereka sangat menunggu perjalanan kali ini. Pada saat perjalanan para siswa mempunyai kesibukan masing-masing ada yang bernyanyi, bermain, menyimpan energi, dan bahkan sibuk dengan gadgetnya masing-masing dengan adanya kesibukan yang terasa hangat tak terasa para siswa sudah sampai pada tujuan pertama yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) walaupun jarak tempuh Bandung-Jakarta memakan waktu tiga hingga empat jam.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu pasar modal di Indonesia yang menjadi sarana bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan investasi. Setibanya di lokasi, para siswa berbaris dengan rapi untuk memasuki gedung BEI yang tampak megah dan memukau. Seluruh siswa terlihat antusias dan siap untuk menggali pengetahuan lebih dalam mengenai saham dan pasar modal. Kami kemudian didampingi menuju sebuah galeri, tempat kami mendapatkan penjelasan serta pendalaman materi mengenai sistem dan mekanisme pasar modal yang berlaku di Indonesia. Setelah sesi pemaparan telah selesai, para siswa diberi waktu bebas untuk menjelajahi galeri serta mengerjakan LKPD yang telah disediakan oleh guru. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengerti materi lebih mendalam melalui pengamatan langsung dan diskusi bersama teman sekelompok. Kunjungan kami ke BEI tak hanya mengajarkan kami mengenai ilmu Ekonomi, khususnya mengenai pasar modal dan saham, akan tetapi siswa-siswi juga belajar penerapan ilmu Matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari penggunaan grafik dan kurva untuk menganalisis pergerakan harga saham dan kondisi pasar.
Selanjutnya para siswa dibawa ke tempat yang memanjakan mata dengan hewan laut yang beragam dan memukau yaitu Sea World yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Di tempat ini kami mendapat tugas untuk membuat sebuah video blog atau yang sering disebut dengan vlog. Pada saat membuat vlog para siswa dapat mendalami geografi dengan mengetahui bahwa tiap makhluk hidup memiliki kawasan untuk bertahan hidup yang berbeda dan ekosistem yang berbeda beda sesuai jenis makhluk hidup. Para siswa juga akhirnya mengetahui bahwa beberapa spesies yang berada di sana sudah rawan punah dan dari sini para siswa mendapat perasaan bahwa ekosistem laut harus dijaga bukan dirusak dengan sesuka hati.
Setelah belajar berbagai jenis makhluk hidup beserta ekosistem laut para siswa akhirnya menuju Dunia Fantasi (DUFAN) tempat yang menawarkan kesenangan dengan permainan tetapi mempunyai banyak ilmu yang bisa kita dapat dari berbagai wahananya.
Saat menaiki wahana rumah misteri yang dimana di dalamnya merupakan wahana roller coaster para siswa akan merasakan adrenaline yang terombang ambing dengan wahana yang disediakan karena roller coaster akan menukik tajam ke depan mulai dari ke atas, bawah, samping, dan belakang para siswa yang menaiki wahana yang paling belakang akan merasakan tukikan paling tajam karena secara tak terduga wahana ini berjalan dengan arah kebalik yaitu mundur serta tukikan tajam kebawah secara langsung yang dimana para siswa akan merasa seperti belahan jiwa mereka sedang tertarik ke belakang, yang secara tidak langsung wahana ini mengajarkan kita beberapa konsep pelajaran fisika yang mungkin kamu pernah dengar seperti gaya gravitasi, gerak lurus beraturan serta energi kinetik.
Tak hanya rumah misteri yang disukai oleh murid-murid, wahana baling baling juga menjadi salah satu wahana yang harus dicoba karena saat menaiki wahana ini para siswa diajak untuk melihat dunia yang luas namun secara terbalik karena wahana ini membawa kita setinggi mungkin dan selanjutnya para pemain dibalik kebawah serta diputar-putar, walau terlihat mengerikan tetapi wahana ini memberikan ilmu yang lebih banyak dibanding wahana sebelumnya seperti momentum sudut, gaya sentripetal serta pendulum ganda yang mengakibatkan para pemain tidak bisa memprediksi arah ayunan selanjutnya.
Selanjutnya para siswa melanjutkan perjalanan ke tempat makan untuk mengisi perut yang sudah kehabisan tenaga karena keseruan pada hari itu. Akhirnya para siswa mau tidak mau harus mengakhiri hari itu dengan pulang ke tempat asal mereka yaitu Bandung namun mereka pulang bukan membawa ilmu kosong melainkan ilmu yang bisa dapat membantu mereka di masa depan serta perjalanan di hari itu mulai dari Bursa Efek Indonesia, Sea World serta Dunia Fantasi membuka pandangan baru bagi para siswa bahwa belajar tidak dibatasi dengan sebuah buku, internet, dan guru tetapi belajar juga bisa kita lakukan dimana pun dan kapan pun serta tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Dari Studi Industri ini kami belajar bahwa belajar bukanlah sebuah siksaan namun belajar merupakan cara untuk menimba ilmu yang harus dinikmati beserta dengan prosesnya lalu belajar yang paling ampuh adalah belajar secara langsung di tempat bukan mengandalkan indra penglihatan ataupun pendengaran.
Banyak sekali perasaan positif kami saat mengikuti Studi Industri kali ini. Segala jerih payah dalam satu semester terbayarkan dengan tawa lepas dan memori yang kami ukir dalam perjalanan Studi Industri. Hari biasa yang menjadi luar biasa karena diisi dengan segala canda tawa tanpa melupakan ilmu yang akan selalu kami bawa.
Harapan kami dengan menulis artikel ini untuk masa yang akan datang semoga para siswa dapat melihat pelajaran sebagai tempat mencari ilmu yang asik tidak selalu monoton atau terpaku oleh suatu buku ataupun seorang guru.
