Angklung: Sejarah dan Ragam Jenisnya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angklung sudah lama dikenal sebagai alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Suaranya yang khas telah menjadi bagian dari kebudayaan, tidak hanya di tanah Sunda, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Selain menjadi simbol identitas budaya, angklung juga terus berkembang mengikuti zaman.
Sejarah Singkat Angklung
Angklung memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut jurnal Perkembangan Alat Musik Tradisional Angklung oleh Ajeng Dewi Sri Ayu Ningsih, dkk., angklung awalnya berkembang di tengah masyarakat Sunda, Jawa Barat. Alat musik ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana dalam upacara adat dan ritual yang berkaitan dengan pertanian.
Asal Usul dan Perkembangan Awal
Pada masa lampau, angklung digunakan untuk memohon kesuburan tanaman dan kelancaran panen. Suaranya dipercaya mampu mengundang Dewi Sri guna menyuburkan ladang padi masyarakat. Tradisi ini mengakar kuat di lingkungan pedesaan, sehingga angklung menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Perkembangan Angklung di Indonesia
Dalam perkembangannya, angklung menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Pengakuan dunia pun datang ketika UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2010. Hal ini mendorong semakin banyak pihak untuk melestarikan dan mempopulerkan angklung.
Jenis-Jenis Angklung
Angklung hadir dalam beberapa jenis yang memiliki ciri khas masing-masing. Setiap jenis angklung tidak hanya berbeda bentuk, tetapi juga fungsi dan teknik permainannya.
Angklung Kanekes
Angklung Kanekes berasal dari masyarakat Baduy dan digunakan dalam berbagai upacara adat. Bentuk dan suara angklung ini cenderung sederhana, namun memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Angklung Dogdog Lojor
Jenis ini biasanya dimainkan dalam upacara adat tertentu di daerah Banten dan sekitarnya. Angklung Dogdog Lojor kerap dipadukan dengan alat musik lain untuk menciptakan suasana sakral.
Angklung Pa Daeng
Angklung Padaeng merupakan hasil inovasi Daeng Soetigna yang mengembangkan angklung diatonis, sehingga bisa memainkan lagu-lagu modern. Terobosan ini membawa angklung lebih dikenal secara luas dan digunakan di berbagai pertunjukan musik.
Perbedaan Mendasar antar Jenis Angklung
Setiap jenis angklung memiliki perbedaan pada material bambu, bentuk susunan tabung, hingga teknik permainan. Ada yang digunakan untuk upacara adat, ada pula yang difungsikan untuk pertunjukan musik modern.
Pentingnya Pelestarian Angklung
Pelestarian angklung menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurut jurnal Perkembangan Alat Musik Tradisional Angklung oleh Ajeng Dewi Sri Ayu Ningsih, dkk., menekankan pentingnya pelestarian melalui edukasi dan komunitas lokal, sehingga generasi muda tetap mengenal dan mencintai angklung.
Upaya Pelestarian oleh Masyarakat dan Pemerintah
Berbagai program, festival, serta pelatihan angklung rutin digelar di sekolah maupun komunitas budaya. Pemerintah daerah dan lembaga seni juga aktif mempromosikan angklung, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peran Angklung dalam Pendidikan Musik
Ajeng Dewi Sri Ayu Ningsih juga mencatat dalam jurnal Perkembangan Alat Musik Tradisional Angklung, angklung kini banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran musik di Indonesia. Banyak sekolah menjadikan angklung sebagai alat peraga untuk memperkenalkan musik tradisional kepada siswa.
Kesimpulan
Angklung merupakan alat musik tradisional yang memiliki sejarah panjang dan ragam jenis yang unik di Indonesia. Perkembangan angklung tidak hanya memperkaya kebudayaan, tetapi juga memperkuat identitas bangsa di mata dunia. Melalui pelestarian dan edukasi, angklung diharapkan tetap menjadi warisan yang hidup dan dikenal generasi mendatang.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman