Asal dan Makna Tari Gending Sriwijaya: Mengenal Warisan Budaya Sumatera Selatan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Gending Sriwijaya merupakan salah satu representasi budaya dari Sumatera Selatan yang masih lestari hingga kini. Tarian ini dikenal luas sebagai simbol penyambutan tamu kehormatan, memperlihatkan keindahan gerak serta nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi di Palembang dan sekitarnya. Tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tari ini juga sarat makna dan sejarah panjang.
Asal Usul Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya berasal dari tradisi masyarakat Palembang yang sudah ada sejak dulu. Menurut jurnal Makna Gerak Tari Gending Sriwijaya di Sanggar Dinda Bestari oleh Treny Hera, Tari Gending Sriwijaya merupakan tari tradisional dari Palembang yang berfungsi sebagai tari penyambutan tamu penting. Tarian ini mengandung makna filosofis yang menyimbolkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, serta mencerminkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Tari ini mulai diciptakan pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943–1944 dan hingga kini masih dilestarikan sebagai warisan budaya Sumatera Selatan.
Sejarah Singkat Tari Gending Sriwijaya
Tari ini muncul sebagai bagian penting dalam upacara adat dan penyambutan tamu. Gerakan serta busana yang digunakan menghadirkan nuansa klasik, yang menonjolkan unsur keagungan masa lalu. Musik pengiringnya pun menggunakan alat tradisional yang khas.
Hubungan dengan Kerajaan Sriwijaya
Tarian ini erat kaitannya dengan peradaban Sriwijaya, kerajaan maritim besar di wilayah Sumatera. Melalui gerak dan irama, tari Gending Sriwijaya memperlihatkan kejayaan serta kemewahan istana pada masa lampau.
Perkembangan Tari di Era Modern
Saat ini, tari Gending Sriwijaya masih sering ditampilkan pada berbagai acara resmi. Pelestariannya terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal identitas budaya daerah mereka.
Makna Filosofis Gerak Tari Gending Sriwijaya
Setiap gerakan dalam tari ini memiliki filosofi dan pesan moral yang mendalam. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya mencerminkan adat dan kehidupan sosial masyarakat Sumatera Selatan.
Simbolisme Gerakan Utama
Gerakan tangan, langkah kaki, dan ekspresi penari mengandung makna penghormatan, kelembutan, serta keramahan. Semua elemen ini disusun secara harmonis untuk menciptakan suasana khidmat.
Nilai Budaya dalam Setiap Gerak
Menurut jurnal Makna Gerak Tari Gending Sriwijaya di Sanggar Dinda Bestari, Makna gerak tari Gending Sriwijaya menyimbolkan hubungan manusia dengan sang pencipta, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
Makna dalam Konteks Sosial dan Spiritual
Tarian ini juga dipercaya membawa doa dan harapan baik untuk para tamu, sekaligus sebagai bentuk syukur atas berkah yang diterima masyarakat.
Pelestarian dan Peran Sanggar Tari
Upaya pelestarian tari Gending Sriwijaya terus dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas seni. Selain sebagai warisan budaya, tarian ini menjadi identitas yang memperkuat jati diri masyarakat Sumatera Selatan.
Upaya Pelestarian di Masyarakat
Banyak sanggar tari yang berperan aktif dalam mengajarkan tari Gending Sriwijaya kepada generasi muda. Pendidikan informal ini penting untuk menjaga kelestarian budaya lokal.
Tantangan dalam Melestarikan Tari Tradisional
Tantangan utama dalam pelestarian tari tradisional adalah perubahan minat generasi muda serta arus globalisasi. Namun, upaya kreatif tetap dilakukan agar tari Gending Sriwijaya tetap relevan.
Kesimpulan
Tari Gending Sriwijaya tidak sekadar pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang sarat makna bagi masyarakat Sumatera Selatan. Asal-usul dan makna filosofisnya memperlihatkan keagungan budaya lokal yang patut dijaga. Melalui pelestarian yang konsisten, tari ini akan terus menjadi bagian penting dari identitas Sumatera Selatan.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman