Bentuk Gerak dan Ciri Tari Payung Geulis: Keunikan Warisan Budaya Tasikmalaya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Payung Geulis merupakan tari tradisional yang ditampilkan dalam pertunjukan Angklung Badud yang tumbuh di tengah masyarakat Tasikmalaya. Tarian ini dikenal karena penggunaan payung hias yang menjadi pusat perhatian dalam setiap pementasan. Karakter gerak, kostum, dan iringan musiknya menghadirkan pesona budaya lokal yang otentik.
Pengenalan Tari Payung Geulis
Tari Payung Geulis lahir dari tradisi masyarakat Tasikmalaya yang terkenal dengan kerajinan payung hias. Menurut skripsi Bentuk Penyajian Tari Payung Geulis Dalam Pertunjukan Angklung Badud di Kampung Parakan Honje Kelurahan Sukamajukaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya oleh Novia Puspitasari, tarian ini erat kaitannya dengan nilai-nilai estetika dan sejarah lokal.
Sejarah Singkat dan Asal Usul
Tari Payung Geulis berakar dari tradisi kerajinan payung khas Tasikmalaya. Tarian ini berkembang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni masyarakat setempat dan sering dipentaskan dalam berbagai acara budaya.
Bentuk Gerak Tari Payung Geulis
Bentuk gerak dalam Tari Payung Geulis menggambarkan kelembutan dan keanggunan. Setiap elemen gerak diatur sedemikian rupa untuk menonjolkan keindahan perempuan Sunda.
Gerakan Utama dan Maknanya
Gerakan utama pada tari ini, menurut skripsi Novia Puspitasari, mencerminkan citra perempuan Sunda yang lemah lembut dan anggun. Penggunaan tangan, langkah kaki, dan sorot mata menjadi elemen penting dalam menampilkan karakter tersebut.
Ragam Gerakan dalam Pertunjukan
Pada saat pertunjukan, Tari Payung Geulis menampilkan rangkaian gerakan seperti membuka, memutar, dan membawa payung. Setiap gerak memiliki makna tertentu yang memperkuat pesan keindahan dan keramahan dalam budaya Sunda.
Ciri Khas Tari Payung Geulis
Ciri khas Tari Payung Geulis tidak hanya terletak pada gerak, tetapi juga pada elemen visual dan iringannya. Semua aspek saling mendukung sehingga tarian ini mudah dikenali.
Kostum dan Properti
Kostum penari biasanya didominasi warna cerah dan motif Sunda. Properti utama berupa payung geulis yang dihiasi ornamen khas Tasikmalaya, mempertegas identitas budaya dalam setiap pementasan.
Musik Pengiring dan Atmosfer
Musik pengiring Tari Payung Geulis umumnya menggunakan angklung badud. Iringan musik tradisional ini menciptakan suasana hangat dan meriah, mendukung penjiwaan gerak penari.
Penutup
Tari Payung Geulis bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya Tasikmalaya yang sarat makna. Keunikan bentuk gerak dan ciri khasnya memperkuat identitas lokal. Melestarikan tari ini berarti menjaga keberagaman seni tradisi Indonesia.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman