Konten dari Pengguna

Geografi dan Sejarah Serang: Menelusuri Kota Serang

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak-anak di Kota Serang. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak-anak di Kota Serang. Foto: Pixabay.

Kota Serang di Provinsi Banten menyimpan sejarah panjang serta keunikan geografis yang membentuk identitasnya hari ini. Wilayah ini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Banten, didukung oleh data dan dinamika sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Artikel ini membahas geografi Serang, lintasan sejarah, serta perkembangan terbarunya.

Letak Geografis Serang

Kota Serang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Banten, dengan ibu kota berada di Kecamatan Serang. Berdasarkan Kota Serang dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Serang, Serang memiliki wilayah seluas 266,18 km² dan didominasi dataran rendah dengan ketinggian di bawah 30 mdpl. Hingga akhir 2024, Kota Serang terbagi atas enam kecamatan, yaitu Curug, Walantaka, Cipocok Jaya, Serang, Taktakan, dan Kasemen. Secara topografis, sekitar 91,74% wilayah berada pada ketinggian 0–100 mdpl. Sepanjang 2024, Kota Serang mengalami 307 hari hujan, dengan rata-rata curah hujan 183,62 mm per bulan dan suhu udara rata-rata 28,07°C.

Sejarah Serang dari Masa ke Masa

Serang memiliki sejarah panjang yang berperan penting dalam perkembangan Banten. Berdasarkan artikel Lintasan Sejarah Pemerintahan Kabupaten Serang Abad XVI–XX karya Euis Thresnawaty, sejarah pemerintahan daerah ini bermula sejak abad ke-16, seiring dengan berdirinya Kesultanan Banten, yang menjadi fondasi utama perubahan sistem pemerintahan dan dinamika wilayah Serang hingga masa berikutnya.

Pemekaran dari Kabupaten Serang

Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kota Serang, sejak abad ke-16, Serang berperan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan dengan letak strategis sebagai penghubung Jawa–Sumatra. Kota Serang resmi terbentuk pada 10 Agustus 2007 melalui pemekaran dari Kabupaten Serang berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007, dan ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Banten. Awal penyelenggaraan pemerintahan dipimpin oleh Penjabat Wali Kota Asmudji H.W. dengan dukungan struktur organisasi dan perangkat daerah yang disiapkan pemerintah provinsi.

Kota Serang terdiri atas enam kecamatan dengan luas wilayah sekitar 266,77 km² dan memiliki batas wilayah dengan Teluk Banten serta beberapa kecamatan di Kabupaten Serang. Dalam pembangunan dan penyaluran aspirasi masyarakat, Kota Serang mengusung slogan Kota Madani, yang menekankan nilai toleransi beragama, persatuan, perdamaian, etika politik yang bertanggung jawab, serta pemerintahan yang melindungi hak dan kewajiban warga negara.

Data Demografis Kota Serang 2025

Berdasarkan Kota Serang dalam Angka 2025, pada tahun 2024, jumlah penduduk Kota Serang mencapai 734.866 jiwa. Komposisi penduduk didominasi oleh laki-laki sebanyak 374.996 jiwa, sementara penduduk perempuan berjumlah 359.870 jiwa. Kepadatan penduduk Kota Serang tercatat sebesar 2.760,79 jiwa per km², dengan mayoritas penduduk tinggal di kawasan perkotaan.

Peran Serang dalam Pemerintahan Banten

Pengembangan potensi wilayah Kota Serang tidak terlepas dari perannya sebagai bagian integral Provinsi Banten, dilansir dari laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, dengan arah pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah serta sosial ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, industri, pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Kesimpulan

Serang menampilkan kombinasi menarik antara sejarah panjang dan perkembangan modern di Provinsi Banten. Letak geografis yang strategis, sejarah pemerintahan yang dinamis, serta pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadikan Serang sebagai kawasan dengan peran vital saat ini. Dengan memahami geografi dan sejarah Serang, masyarakat dapat melihat peran pentingnya dalam pembangunan daerah dan kontribusinya bagi Banten.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.