Mamanda: Sejarah dan Fungsi Teater Tradisional di Kalimantan Selatan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mamanda merupakan salah satu teater tradisional yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin. Panggungnya tak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga wadah bagi masyarakat untuk memahami budaya dan nilai-nilai yang hidup di sekitarnya. Melalui pertunjukan Mamanda, tradisi lokal tetap terjaga dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Sejarah Teater Mamanda
Menurut artikel Identitas Mamanda Banjarmasin dalam Sejarah Teater Tradisional di Kalimantan Selatan (1970 – 2021) oleh Aminuddin, Teater Mamanda merupakan teater tradisional khas Kalimantan Selatan yang telah ada sejak tahun 1897, dan versi Banjarmasin berkembang sejak tahun 1970 melalui adaptasi Mamanda Periuk dan Tubau.
Perkembangan Teater Mamanda
Perkembangan Mamanda di Banjarmasin (1970–2021) terbagi dalam tiga tahap. Pada periode perintis (1970–1999), Mamanda mulai dibentuk versi Banjarmasin oleh Bakhtiar Sanderta bersama Teater Banjarmasin dengan menggabungkan unsur Mamanda Periuk dan Tubau. Tahap ini berfokus pada riset, pelatihan, dan pembentukan dasar pertunjukan.
Pada periode perkembangan (2000–2019), Mamanda mengalami modernisasi dengan masuknya unsur teater modern seperti tata cahaya, properti, dan penggunaan panggung prosenium. Pertunjukan semakin luas dipentaskan dalam festival dan menyebar ke berbagai daerah melalui sanggar-sanggar seni.
Memasuki periode virtual (2020–2021), akibat pandemi Covid-19, Mamanda disajikan secara daring melalui media digital. Meski formatnya berubah menjadi virtual, struktur dan ciri khas pertunjukan tetap dipertahankan. Secara keseluruhan, Mamanda menunjukkan kemampuan beradaptasi dari bentuk tradisional hingga digital sesuai perkembangan zaman.
Fungsi dan Peran Teater Mamanda
Mamanda berfungsi sebagai media komunikasi sosial yang menyampaikan kritik terhadap persoalan sosial, politik, dan moral masyarakat, serta menjadi hiburan yang mengikuti dinamika permintaan pasar.
Ciri Khas dan Elemen Penting Mamanda
Pertunjukan Mamanda bercorak istana sentris dengan tokoh seperti Raja, Wajir, Mangkubumi, Panglima, Khadam, dan Inang, serta memiliki struktur pertunjukan yang terdiri dari Ladon, perkenalan staf kerajaan, sidang kerajaan, dan babujukan, dengan unsur humor yang dikemas dalam berbagai kategori.
Kesimpulan
Mamanda merupakan teater tradisional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memegang peran penting dalam menjaga budaya dan identitas masyarakat Kalimantan Selatan. Melalui bahasa, musik, dan cerita yang khas, Mamanda terus relevan dan menjadi kebanggaan Banjarmasin. Keberadaan Mamanda membuktikan bahwa teater tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Memahami Seni Tradisional Nusantara, Mulai dari Tari hingga Upacara Adat