Pasola: Tradisi Unik dan Tujuan Festival Pasola bagi Orang Sumba
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasola menjadi salah satu tradisi yang paling dikenal dari Sumba. Perayaan adat ini menyatukan masyarakat melalui pertunjukan adu keahlian berkuda dan melempar lembing. Bagi masyarakat Sumba, Pasola bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari budaya dan spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun.
Apa Itu Pasola?
Menurut penjelasan dalam artikel Tradisi Upacara Pasola dalam Kebudayaan Masyarakat Sumba sebagai Ide Penciptaan Boardgame oleh Iis Hannani, Pasola merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Sumba yang menjadi bagian dari rangkaian ritual kepercayaan Merapu.
Sejarah dan Makna Pasola
Secara etimologis, Pasola berasal dari kata Pa yang berarti permainan, serta Sola atau Hola yang berarti tombak atau lembing. Tombak atau lembing tersebut umumnya dibuat dari kayu dengan ujung yang tidak tajam. Dengan demikian, Pasola secara harfiah dapat dimaknai sebagai permainan melempar tombak atau lembing yang dilakukan sambil menunggang kuda.
Asal Usul Tradisi Pasola di Sumba
Ritual dan atraksi Pasola berawal dari cerita cinta antara Rabu Kaba dan suaminya, Umbu Dulla, pemimpin Kampung Waiwuang. Suatu waktu Umbu Dulla pergi bersama beberapa rekannya untuk mencari kebutuhan hidup, namun karena lama tidak kembali, masyarakat mengira mereka telah meninggal. Dalam masa perkabungan, Rabu Kaba bertemu dan jatuh cinta dengan pemuda dari Kampung Kodi bernama Ubu Raya. Hubungan mereka tidak direstui keluarga sehingga keduanya memilih kawin lari. Tidak lama kemudian Umbu Dulla kembali ke kampung dan mengutus juru bicara untuk meminta Rabu Kaba dipulangkan, tetapi Rabu Kaba menolak meninggalkan Ubu Raya. Akhirnya pihak Umbu Dulla menuntut pengembalian belis. Untuk menghibur masyarakat Waiwuang dan Umbu Dulla, kemudian diselenggarakan upacara adat Nyale yang dilanjutkan dengan Pasola.
Simbolisme dan Filosofi Pasola dalam Budaya Sumba
Pasola melambangkan interaksi manusia dengan alam dan leluhur. Setiap prosesi membawa pesan tentang pentingnya keseimbangan, persatuan, serta penghormatan pada kekuatan spiritual yang dipercaya mendampingi masyarakat.
Tujuan Festival Pasola Bagi Masyarakat Sumba
Setiap pelaksanaan Pasola memiliki tujuan yang erat dengan kehidupan masyarakat Sumba. Selain menjadi momen berkumpul, tradisi ini juga mengandung pesan sosial dan spiritual.
Fungsi Sosial dan Spiritualitas Pasola
Sebagai Ritual Permohonan Kesuburan dan Kedamaian
Dalam tradisi Pasola, ritual yang berlangsung diyakini membawa kesuburan tanah serta keberhasilan panen masyarakat.
Memperkuat Identitas dan Solidaritas Komunitas
Tradisi Pasola mempererat hubungan antarkelompok di Sumba. Kegiatan ini membangun rasa persaudaraan, solidaritas, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Peran Pasola dalam Pelestarian Budaya Sumba
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Pasola menjadi sarana agar nilai-nilai budaya tetap hidup. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi identitas khas Sumba.
Kesimpulan
Pasola merepresentasikan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Sumba. Tradisi ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menjadi simbol permohonan kepada alam dan leluhur. Memahami Pasola berarti menghargai warisan budaya yang membentuk identitas lokal Indonesia. Tradisi seperti ini layak untuk dikenali dan dilestarikan bersama.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara