Raja Kerajaan Majapahit Lengkap dengan Periodesasinya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas. Memahami para pemimpin yang pernah memerintah Majapahit dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kerajaan ini mencapai puncak kejayaan sekaligus mengalami kemunduran.
Dari Raden Wijaya sebagai pendiri hingga raja-raja di masa akhir, setiap periode memiliki dinamika tersendiri. Mengenal deretan raja Kerajaan Majapahit juga membantu kita memahami perjalanan peradaban Nusantara pada masa Hindu-Buddha.
Masa Awal Berdirinya Kerajaan Majapahit
Menurut buku Silang Budaya Lokal dan Hindu Budha oleh Kemdikbud, Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang yang telah menggulingkan Kerajaan Singhasari. Dengan memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol yang hendak menghukum Kertanegara, Raden Wijaya bekerja sama untuk menaklukkan Jayakatwang, kemudian berbalik mengusir pasukan Mongol dari Jawa. Setelah kemenangan tersebut, ia dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Masa pemerintahannya menjadi fondasi bagi berkembangnya Majapahit sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Sepeninggal Raden Wijaya, tahta diteruskan oleh Jayanegara yang memerintah pada tahun 1309–1328. Masa pemerintahannya diwarnai berbagai pemberontakan, termasuk Pemberontakan Sora dan Pemberontakan Kuti pada tahun 1319. Dalam peristiwa tersebut, Gajah Mada berhasil menyelamatkan Jayanegara sehingga memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan.
Puncak Kejayaan Majapahit pada Masa Hayam Wuruk
Setelah masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi, Majapahit mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk yang memerintah pada tahun 1350–1389. Pada masa pemerintahan inilah Gajah Mada menjabat sebagai Mahapatih dan berupaya mewujudkan Sumpah Palapa melalui perluasan pengaruh Majapahit ke berbagai wilayah Nusantara. Pengaruh tersebut dibangun melalui hubungan politik, diplomasi, perdagangan, maupun ekspedisi militer sehingga menjadikan Majapahit sebagai salah satu kerajaan paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Kemajuan Majapahit juga tampak dalam bidang pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan sastra. Sistem administrasi kerajaan berkembang semakin teratur, sementara kehidupan masyarakat digambarkan secara rinci dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca yang menjadi salah satu sumber sejarah utama mengenai kejayaan Majapahit.
Masa Kemunduran dan Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sepeninggal Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran akibat konflik perebutan kekuasaan di lingkungan keluarga kerajaan. Perang Paregreg yang berlangsung pada awal abad ke-15 antara Wikramawardhana dan Wirabhumi menguras kekuatan politik, ekonomi, serta militer Majapahit. Kondisi tersebut menyebabkan pengaruh kerajaan terhadap daerah-daerah bawahan semakin melemah.
Pada masa-masa berikutnya, pergantian raja berlangsung cukup cepat dan stabilitas pemerintahan semakin menurun. Di sisi lain, berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa, berubahnya jalur perdagangan, serta melemahnya pengaruh Majapahit di berbagai wilayah mempercepat proses kemundurannya. Sebagian besar sejarawan memperkirakan Majapahit runtuh pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16. Setelah keruntuhannya, sebagian bangsawan, seniman, dan tokoh agama berpindah ke Bali sehingga tradisi Hindu-Jawa tetap berkembang dan diwariskan hingga masa kini.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia