Konten dari Pengguna

Runtuhnya Kerajaan Majapahit Disebabkan oleh Peristiwa Apa Saja?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Majapahit. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Majapahit. Foto: Pixabay.

Kerajaan Majapahit yang pernah menjadi salah satu kekuatan terbesar di Nusantara pada abad ke-14 akhirnya mengalami kemunduran hingga runtuh pada abad ke-15. Kemunduran tersebut bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan rangkaian peristiwa internal dan eksternal yang saling berkaitan. Memahami peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi keruntuhan Majapahit dapat memberikan gambaran tentang dinamika politik dan sosial di Pulau Jawa pada masa itu. Proses kemunduran ini juga menandai transisi besar dari era Hindu-Buddha menuju era Islam di wilayah Nusantara

Peristiwa-Peristiwa yang Menyebabkan Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Perang Paregreg sebagai Awal Kemunduran

Kemunduran Majapahit diawali oleh konflik perebutan kekuasaan di lingkungan internal kerajaan yang melemahkan stabilitas politik dan pemerintahan. Kondisi tersebut kemudian mempercepat proses keruntuhan kerajaan.

Konflik Internal Melemahkan Kerajaan

Menurut penelitian Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Terbentuknya Kerajaan-Kerajaan Islam di Pulau Jawa oleh Septi Dwi Nur Aini, Konflik internal berupa perebutan kekuasaan di kalangan elite kerajaan menjadi salah satu penyebab utama melemahnya Kerajaan Majapahit sebelum akhirnya mengalami keruntuhan.

Munculnya Kerajaan Islam di Pesisir Jawa

Melemahnya Majapahit berlangsung bersamaan dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa, terutama Kesultanan Demak yang kemudian tampil sebagai kekuatan politik baru.

Serangan Demak di bawah Raden Patah

Dalam proses keruntuhan Majapahit, Kesultanan Demak berperan sebagai kekuatan politik baru. Namun, beberapa sumber yang digunakan dalam skripsi menyebut bahwa tujuan Raden Patah bukan sekadar menaklukkan Majapahit, melainkan mengembalikan kekuasaan yang sebelumnya direbut Girindrawardhana.

Dampak Runtuhnya Majapahit terhadap Transformasi Politik di Pulau Jawa

Demak sebagai Pewaris Kekuatan Baru

Setelah kemunduran Majapahit, Kesultanan Demak berkembang sebagai kerajaan Islam pertama yang menjadi pusat kekuasaan baru di Pulau Jawa.

Akulturasi Hindu–Buddha dan Islam

Berkembangnya Islam di Pulau Jawa berlangsung melalui proses Islamisasi yang damai, antara lain melalui pendidikan, pembangunan masjid, pesantren, dan peran Walisongo.

Terbentuknya Pusat Kekuasaan Baru

Keruntuhan Majapahit diikuti oleh munculnya pusat-pusat kekuasaan Islam baru di Pulau Jawa, seperti Kesultanan Demak, Giri Kedaton, dan Pajang.

Era Hindu–Buddha Berakhir Digantikan Era Islam

Keruntuhan Majapahit menjadi titik penting dalam perubahan politik di Pulau Jawa. Setelah itu, kerajaan-kerajaan Islam berkembang sebagai kekuatan baru yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan politik dan budaya Nusantara.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia