Sejarah Meletusnya Gunung Kelud dan Hubungannya dengan Majapahit
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan catatan letusan yang panjang. Terletak di Jawa Timur, gunung ini memiliki pola erupsi yang cukup reguler dibandingkan gunung berapi lainnya.
Aktivitas vulkanik Gunung Kelud sudah tercatat sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, beberapa penelitian mengungkap bahwa letusan gunung ini mungkin berperan dalam perubahan sejarah peradaban di Jawa.
Letusan Gunung Kelud dan Kaitannya dengan Keruntuhan Majapahit
Menurut artikel Letusan Gunung Kelud pada 680 dan 640 ± 110 Tahun Y.L., Apakah Salah Satu Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit? oleh Akhmad Zaennudin dan Darwin Siregar mengidentifikasi adanya dua letusan besar Gunung Kelud yang terjadi sekitar 680 ±110 tahun dan 640 ±110 tahun yang lalu. Penentuan umur tersebut dilakukan melalui analisis radiokarbon (C-14) terhadap arang yang ditemukan di dalam endapan aliran piroklastik.
Kedua letusan menghasilkan endapan aliran piroklastik, jatuhan piroklastik, dan lahar yang sangat luas. Material vulkanik menutupi wilayah hingga lebih dari 40 km dari kawah, termasuk kawasan yang diyakini sebagai pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan. Sejumlah candi peninggalan Majapahit, seperti Candi Tondowongso, juga ditemukan tertutup endapan vulkanik.
Dampaknya terhadap Majapahit
Dampak letusan tersebut berpotensi mengganggu kehidupan Kerajaan Majapahit. Lahan pertanian menjadi tertutup material vulkanik, sarana dan prasarana mengalami kerusakan, serta aktivitas masyarakat terganggu akibat endapan piroklastik dan lahar. Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan kemunduran kerajaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Meskipun demikian, letusan Gunung Kelud merupakan salah satu kemungkinan penyebab kemunduran atau keruntuhan Majapahit, bukan satu-satunya faktor yang telah dipastikan secara historis. Kesimpulan tersebut didasarkan pada bukti geologi berupa umur endapan vulkanik, sebaran material letusan, dan ditemukannya berbagai peninggalan Majapahit yang tertimbun endapan Gunung Kelud.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia