Konten dari Pengguna

Sejarah Peh Cun dan Tradisi Peh Cun di Indonesia

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perayaan Peh Cun di Tangerang. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perayaan Peh Cun di Tangerang. Foto: Pixabay.

Perayaan Peh Cun dikenal sebagai salah satu tradisi penting dalam budaya Tionghoa. Festival ini memperlihatkan kekayaan nilai sejarah dan warisan budaya yang terus lestari hingga kini, termasuk di Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi, Peh Cun sarat akan simbol dan ritual yang menarik untuk dipahami.

Apa itu Peh Cun?

Menurut artikel Festival Peh Cun Menelusuri Tradisi Etnis Cina di Kota Tangerang oleh Rosyadi, Peh Cun atau Duan Wu Jie merupakan perayaan musim panas dari tradisi Tiongkok yang juga dirayakan oleh masyarakat keturunan Cina di Tangerang. Secara etimologis, peh berarti mendayung dan cun berarti perahu, sehingga Peh Cun bermakna “mendayung perahu”. Puncak perayaan ditandai dengan lomba perahu berhias, disertai ritual persembahyangan toan yang yang dilakukan pada tengah hari tanggal lima bulan lima kalender Imlek.

Sejarah Peh Cun

Tradisi Awal

Perayaan Peh Cun berasal dari tradisi suku Kung Wu dan Yue di wilayah Jiangsu dan Zhejiang. Awalnya, perayaan ini merupakan persembahan kepada desa dengan naga sebagai lambang suku. Dahulu lambang naga ditato pada tubuh, tetapi kemudian berubah menjadi simbol pada perahu naga. Perubahan ini menunjukkan pergeseran dari simbol tubuh ke simbol benda yang memiliki fungsi nyata.

Perubahan Makna dalam Tradisi

Seiring waktu, makna Peh Cun mengalami perubahan. Jika dahulu merupakan persembahan kepada desa, kemudian perayaan ini dikaitkan dengan tokoh sejarah Tiongkok, yaitu Khut Goan (Qu Yuan), seorang pejabat Dinasti Couw (340–278 SM) yang juga dikenal sebagai sastrawan dan budayawan.

Legenda Khut Goan dan Lahirnya Tradisi

Legenda menceritakan Khut Goan, menteri setia Kerajaan Couw, yang berperan dalam membentuk aliansi melawan Kerajaan Chien. Karena fitnah pejabat istana dan intrik politik, ia dipecat dan diasingkan. Setelah menyaksikan kehancuran negaranya, Khut Goan menenggelamkan diri di Sungai Bek-lo pada tanggal lima bulan lima. Masyarakat kemudian mendayung perahu sambil melemparkan makanan ke sungai sebagai penghormatan dan untuk mengenang jasanya. Dari peristiwa inilah tradisi Peh Cun mendayung perahu mulai hidup dan diwariskan dalam budaya masyarakat Tiongkok.

Makna Peh Cun

Peh Cun sendiri diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Festival ini bermakna sebagai upaya masyarakat menjaga kesehatan, menolak bala, dan mempererat hubungan sosial. Tradisi ini berkembang menjadi perayaan penting yang mewarnai kalender budaya Tionghoa di berbagai negara.

Tradisi Peh Cun di Indonesia

Di Indonesia, khususnya di Tangerang, tradisi Peh Cun tetap dilaksanakan secara turun-temurun oleh komunitas Tionghoa.

Perayaan Peh Cun di Kota Tangerang

Kota Tangerang menjadi salah satu pusat perayaan Peh Cun yang cukup dikenal. Perayaan Peh Cun ditandai dengan festival perahu berhias yang digelar di Sungai Cisadane.

Tradisi Balap Perahu Naga

Lomba perahu naga menjadi daya tarik utama Peh Cun. Balapan ini melambangkan semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga, serta menjadi simbol penghormatan pada sejarah festival.

Kuliner Khas Peh Cun: Bacang

Bacang, makanan berbentuk segitiga dari beras ketan dan daging, menjadi kuliner wajib saat Peh Cun. Bacang dilemparkan ke sungai sebagai persembahan kepada Khut Goan.

Nilai Budaya dan Pelestarian Tradisi Peh Cun

Peh Cun tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sarat akan nilai budaya yang memperkuat identitas komunitas Tionghoa di Indonesia. Melalui festival ini, generasi muda diajak untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya leluhur. Di sisi lain, tradisi Peh Cun mempererat hubungan antarwarga serta memperkaya keragaman budaya nasional.

Kesimpulan

Sejarah Peh Cun dan tradisi Peh Cun di Indonesia merupakan warisan budaya yang tetap hidup hingga kini. Melalui berbagai ritual dan perayaan, festival ini menjaga nilai-nilai kebersamaan sekaligus memperkuat identitas budaya Tionghoa di tengah masyarakat Indonesia. Pelestarian Peh Cun menjadi salah satu wujud nyata penghargaan terhadap sejarah dan tradisi yang telah ada selama berabad-abad.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.

Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara