Sukabumi: Sejarah dan Geografi Kota di Jawa Barat
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukabumi memiliki sejarah dan geografi yang menarik untuk ditelusuri. Kota ini berkembang di tengah pesona alam Jawa Barat dan dinamika perubahan sosial ekonomi. Di bawah ini, Anda akan menemukan gambaran lengkap mulai dari awal mula terbentuknya Sukabumi, pengaruh kolonialisme, hingga situasi modern yang membentuk wajah Sukabumi saat ini.
Sejarah Sukabumi dari Masa ke Masa
Sejarah Sukabumi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter wilayah ini. Kajian tentang modernisasi menunjukkan bahwa Sukabumi mengalami proses perubahan sosial yang panjang, mencakup aspek struktural, kultural, dan interaksional, serta modernisasi di bidang budaya, politik, ekonomi, sosial, dan gaya hidup, yang secara keseluruhan memengaruhi struktur sosial dan ekonomi masyarakatnya.
Awal Mula Sukabumi
Nama Kota Sukabumi dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yakni Suka-Bumen, yang merujuk pada kondisi alamnya yang sejuk dan nyaman. Karena suasana tersebut, banyak pendatang merasa betah dan enggan meninggalkan wilayah ini, sehingga memilih untuk menetap dan tinggal di Sukabumi. Berdasarkan artikel Modernisasi: Sukabumi dalam Arus Perubahan Sosial Ekonomi Era Kolonial Belanda oleh Dimas Aldi Pangestu & Zulkarnain, wilayah Sukabumi pada awalnya berkembang dari sebuah permukiman kecil yang kemudian tumbuh menjadi wilayah administratif. Perkembangan ini dipengaruhi oleh letaknya yang strategis, khususnya karena posisinya berada di jalur penting antara wilayah Priangan dan Batavia.
Sukabumi di Era Kolonial Belanda
Pada masa kolonial Belanda, Sukabumi mengalami perubahan yang signifikan akibat proses modernisasi. Perubahan tersebut memicu transformasi sosial ekonomi serta pergeseran struktur sosial masyarakat. Kebijakan kolonial, termasuk penetapan status administratif wilayah dan pembangunan infrastruktur seperti jalur kereta api, membentuk fondasi tata kota, sistem transportasi, dan pola ekonomi Sukabumi yang jejaknya masih terlihat hingga saat ini.
Geografis dan Administratif Kota Sukabumi
Menurut Kota Sukabumi dalam Angka 2024 oleh BPS Kota Sukabumi, Kota Sukabumi berada di wilayah dataran rendah yang terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango, dengan ketinggian sekitar 584 meter di atas permukaan laut. Kota ini berjarak kurang lebih 120 km dari Jakarta dan sekitar 96 km dari Bandung. Luas wilayah Kota Sukabumi mencapai 48,31 km² yang seluruhnya berupa daratan.
Secara administratif, Kota Sukabumi terbagi ke dalam tujuh kecamatan, yaitu Baros, Lembursitu, Cibeureum, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, dan Cikole, dengan luas wilayah yang bervariasi di masing-masing kecamatan. Kecamatan Cikole merupakan wilayah yang paling dekat dengan balai kota, sementara Kecamatan Cibeureum memiliki jarak paling jauh.
Sukabumi dalam Perspektif Modern
Meski memiliki luas wilayah relatif kecil, Kota Sukabumi masih berpotensi dikembangkan secara optimal. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Sukabumi, penggunaan lahan didominasi oleh permukiman dan sawah, sementara industri, perdagangan, dan perkantoran menempati porsi yang lebih kecil. Berdasarkan RTRW Kota Sukabumi 2022–2042, pengembangan kawasan budidaya mencakup berbagai sektor, dengan fokus utama pada pariwisata serta perdagangan dan jasa. Pengembangan ini didukung oleh perencanaan struktur ruang kota yang meliputi sistem pusat kegiatan, jaringan transportasi, energi, telekomunikasi, sumber daya air, dan infrastruktur perkotaan.
Kesimpulan
Sukabumi merupakan wilayah dengan sejarah panjang dan geografi yang kaya. Transformasi dari masa kolonial, perkembangan administratif, hingga modernisasi telah membentuk karakter unik kota ini. Keberagaman alam dan dinamika sosial membuat Sukabumi terus berkembang dan menjadi bagian penting dari Jawa Barat.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.