Konten dari Pengguna

Tari Baksa Kembang: Sejarah, Fungsi, dan Makna Budaya

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kalimantan Selatan. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kalimantan Selatan. Foto: Unsplash.

Tari Baksa Kambang merupakan salah satu kekayaan budaya Banjar yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam. Tarian ini dikenal luas di Kalimantan Selatan, terutama dalam berbagai acara adat dan penyambutan tamu. Selain keindahan gerakannya, Baksa Kambang juga sarat dengan makna simbolik yang menjadikannya tetap bertahan hingga kini.

Asal Usul Tari Baksa Kambang

Menurut buku Tari Baksa Kambang karya Hendraswati dan Septi Dhanik Prastiwi, Tari Baksa Kambang berasal dari tradisi istana Banjar dan dahulu dipentaskan oleh putri-putri keraton sebagai bentuk penghormatan kepada tamu agung. Dalam perkembangannya, tari ini tetap berfungsi sebagai tari penyambutan pada acara resmi, adat, dan perayaan masyarakat, meskipun mengalami penyesuaian bentuk penyajian.

Fungsi dan Makna Tari Baksa Kambang

Tarian ini melambangkan penghormatan, kebahagiaan, serta doa keselamatan bagi tamu. Rangkaian bunga bogam yang dibawa penari menjadi simbol keharuman, kesucian, dan harapan baik bagi yang disambut.

Ciri Khas Tari Baksa Kambang

Busana dan Aksesori

Busana Tari Baksa Kambang berwarna cerah dan gemerlap, terdiri dari pakaian adat Banjar seperti kida-kida, tapih, selendang, serta berbagai aksesori seperti mahkota, kalung, gelang, dan hiasan kepala. Properti utama adalah rangkaian bunga bogam yang dibawa penari sebagai simbol penghormatan.

Ragam Gerak Tari

Gerakan Tari Baksa Kambang bersifat lembut, anggun, dan sopan. Beberapa ragam gerak utama meliputi gerak penghormatan, persembahan, langkah lembut, dan gerak membawa bunga yang menggambarkan putri istana menyambut tamu dengan penuh keindahan.

Musik Pengiring dan Pertunjukan

Tarian diiringi gamelan Banjar seperti gendang, sarun, kanong, dan gong. Iringan musik menciptakan suasana sakral dan meriah. Tarian biasanya dipentaskan di panggung atau halaman terbuka, dimulai dengan gerak pembuka, inti, hingga penyerahan bunga kepada tamu.

Perkembangan dan Pelestarian

Dari tari istana hingga menjadi tari rakyat, Tari Baksa Kambang tetap dipertahankan sebagai identitas budaya Banjar. Pelestarian dilakukan oleh seniman, sanggar, dan generasi muda agar tarian ini terus berkembang tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

Kesimpulan

Tari Baksa Kambang tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Banjar, tetapi juga memperkaya keragaman budaya Indonesia. Melestarikan tari Baksa Kambang berarti turut menjaga identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Upaya pelestarian ini penting agar generasi berikutnya tetap dapat mengenal dan mengapresiasi warisan budaya Banjar.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.