Konten dari Pengguna

Tari Dolalak: Pengertian dan Makna Simbolik dalam Tradisi Budaya

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Purworejo. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Purworejo. Foto: Unsplash.

Tari Dolalak dikenal sebagai salah satu warisan budaya dari Purworejo, Jawa Tengah, yang memiliki ciri khas pada gerak dinamis dan nuansa kebersamaan. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat nilai dan simbol yang mencerminkan identitas masyarakat setempat. Keunikan gerakan dan makna Tari Dolalak menjadikannya menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama dari sisi simbolik dan fungsinya dalam tradisi.

Sejarah dan Asal Usul Tari Dolalak

Menurut artikel Semiotika dalam Tari: Studi Kasus Tari Dolalak oleh R. Indriyanto dkk., Tari Dolalak merupakan tarian tradisional dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang menggambarkan kegembiraan serdadu Belanda pada masa kolonial. Nama Dolalak berasal dari bunyi notasi musik “do-la-la” yang sering dinyanyikan tentara Belanda di barak. Masyarakat setempat kemudian menirukan lagu, gerak, dan busana mereka hingga berkembang menjadi kesenian rakyat. Awalnya Dolalak ditarikan oleh laki-laki dengan kostum menyerupai serdadu Belanda, tetapi dalam perkembangannya juga banyak dibawakan oleh penari perempuan. Hingga kini Dolalak menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Purworejo.

Pola Pertunjukan Tari Dolalak

Secara koreografis, pertunjukan Dolalak terdiri dari tiga bagian:

  • Bagian awal sebagai pembuka atau pengantar.

  • Bagian tengah sebagai inti yang berisi ragam gerak utama.

  • Bagian akhir sebagai penutup.

Pembabakan tari biasanya mengikuti lagu pengiring, misalnya lagu Bismillah Iku, Ikan Cucut, Jalan-jalan, Pagi-pagi, dan lain-lain

Elemen Pertunjukan Tari Dolalak

Elemen pertunjukan terdiri dari unsur visual dan auditif. Unsur visual meliputi gerak, rias, busana, tata panggung, tata cahaya, dan penari. Unsur auditif meliputi musik dan tata suara.

Gerak

Gerak merupakan unsur utama tari yang mencerminkan ekspresi manusia. Dalam Dolalak terdapat berbagai motif gerak seperti ngetol, engklek, pencik, dan siak seleh. Secara umum gerak Dolalak melambangkan kegembiraan, kelincahan, dan semangat.

Rias dan Busana

Rias Dolalak menggunakan rias korektif untuk menegaskan garis wajah dan karakter penari. Busana khasnya berupa baju hitam berlengan panjang, celana hitam tiga perempat, topi pet, dan sampur. Kostum ini melambangkan karakter serdadu Belanda serta menggambarkan konteks sejarah kolonial. Motif pada kostum memiliki makna filosofis, misalnya:

  • Untu walang melambangkan kegunaan bagi sesama.

  • Suket teki melambangkan ketahanan hidup.

  • Lar-laran (daun talas) melambangkan keteguhan menghadapi cobaan.

Musik Tari

Musik Dolalak menggunakan kendang, bedug, dan terbang. Irama musik tidak hanya sebagai pengiring, tetapi juga simbol kekuatan dan semangat. Tempo lambat melambangkan ketenangan, sedangkan tempo cepat melambangkan kegembiraan dan kebebasan. Lagu Bismillah Iku mengandung pesan religius agar manusia selalu ingat kepada Tuhan.

Penari

Dolalak awalnya ditarikan laki-laki secara berkelompok, namun sejak tahun 1980 berkembang dengan penari perempuan dan diajarkan di sekolah sehingga semakin populer di masyarakat.

Sesaji dalam Pertunjukan Dolalak

Sesaji merupakan bagian penting yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Sesaji digunakan sebagai penghormatan kepada leluhur, permohonan keselamatan, dan menjaga keseimbangan spiritual. Contohnya kembang telon, kemenyan, lawe wenang, dan teh, yang masing-masing memiliki makna simbolik dalam tradisi lokal.

Makna Simbolik Tari Dolalak

Secara umum, Tari Dolalak melambangkan kegembiraan, kelincahan, dan semangat hidup. Gerak-geraknya menggambarkan keceriaan dan permainan, busana menampilkan identitas sejarah kolonial, musik menghadirkan suasana emosional, dan sesaji menunjukkan hubungan manusia dengan dunia spiritual. Keseluruhan unsur tersebut menjadikan Dolalak tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana pendidikan budaya dan penyampai pesan moral bagi masyarakat.

Kesimpulan

Tari Dolalak tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga sarana pelestarian nilai budaya yang sarat simbol. Setiap elemen dalam tari ini memperkaya pemahaman tentang identitas masyarakat Purworejo dan warisan budaya Jawa. Upaya melestarikan Tari Dolalak menjadi kunci agar tradisi dan makna yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di masa kini.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.