Tari Giring-giring: Sejarah dan Properti Tarian Khas Kalimantan Tengah
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari giring-giring dikenal sebagai salah satu tarian tradisional dari Kalimantan Tengah yang penuh warna dan makna budaya. Tarian ini erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Dayak Maanyan dan sering tampil dalam berbagai acara penting. Setiap gerakan dan propertinya membawa pesan luhur dari leluhur.
Sejarah Tari Giring-giring
Menurut artikel Tari Giring-Giring oleh laman resmi PPID DISBUDPAR KALTENG, Tari Giring-Giring merupakan tarian tradisional suku Dayak Kalimantan Tengah, khususnya Dayak Ma’anyan. Tarian ini mengekspresikan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat masyarakat, serta kini sering dipentaskan untuk penyambutan tamu dan pergaulan.
Asal-usul dan Perkembangan
Tari Giring-Giring berasal dari tari Ganggareng (Nampak) yang bertema perjuangan. Dahulu tarian ini menggambarkan sukacita masyarakat menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang. Kini, fungsinya berkembang sebagai tari penyambutan dan hiburan.
Makna Filosofi dan Fungsi
Tarian ini melambangkan kegembiraan, persatuan, dan semangat kebersamaan masyarakat Dayak. Selain sebagai warisan budaya, tari Giring-Giring juga menjadi media sosial dan pertunjukan tradisional.
Properti Tari Giring-giring
Properti dalam tari giring-giring menjadi ciri khas yang membedakan tarian ini dari tarian tradisional lainnya. Setiap properti memiliki fungsi dan makna tersendiri dalam pertunjukan.
Properti Utama dan Gerakan Tari Giring-giring
Ciri khas tarian adalah penggunaan tongkat giring-giring (ganggereng) dari bambu berisi biji piding yang menghasilkan bunyi ritmis.
Tongkat panjang (kiri): dihentakkan ke lantai.
Tongkat pendek (kanan): diayunkan menghasilkan bunyi unik.
Perpaduan keduanya menciptakan irama dinamis dalam tarian.
Peran Musik Pengiring dalam Pertunjukan
Tarian diiringi alat musik tradisional seperti saron, gendang, dan gong, yang memperkuat ritme dan suasana meriah.
Busana Penari
Busana Perempuan
Baju adat Dayak (rompi), rok selutut, dominan hitam-merah, hiasan kepala lawung dengan bulu burung Tingang, serta membawa tongkat bambu.
Busana Laki-laki
Rompi dari kulit kayu nyamu, celana ¾, ikat kepala merah dengan daun rinjuang, serta gelang kaki (garanuhing pai).
Nilai Budaya
Tari Giring-Giring mencerminkan identitas budaya Dayak, semangat perjuangan, dan kebersamaan. Meski fungsi dan penyajian berkembang, esensi makna tradisionalnya tetap dipertahankan.
Kesimpulan
Tari giring-giring merupakan warisan budaya Kalimantan Tengah yang memadukan seni gerak, properti khas, dan nilai kebersamaan. Tarian ini terus hidup melalui berbagai pertunjukan dan upaya pelestarian dari masyarakat serta pemerintah. Dengan menjaga tari giring-giring, kekayaan tradisi lokal tetap terjaga dan dikenal luas oleh generasi masa kini.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.