Konten dari Pengguna

Tari Merak: Tarian Yang Berasal dari Jawa Barat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Merak sebagai Inspirasi Tari Merak. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Merak sebagai Inspirasi Tari Merak. Foto: Pixabay.

Seni tari tradisional Nusantara memiliki kekayaan yang luar biasa, salah satunya adalah Tari Merak yang berasal dari tanah Sunda. Tarian ini menjadi salah satu ikon budaya Jawa Barat yang dikenal luas hingga mancanegara. Keindahan gerakannya yang anggun dan kostum yang memukau membuat Tari Merak kerap dipentaskan dalam berbagai acara kenegaraan maupun promosi budaya Indonesia.Dengan memadukan gerakan yang luwes dan properti yang menawan, Tari Merak berhasil merepresentasikan kelembutan perempuan Sunda sekaligus kekayaan alam Jawa Barat.

Asal-Usul Tari Merak dari Jawa Barat

Tari Merak berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat. Tarian ini pertama kali diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955 dan ditampilkan dalam rangka Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka. Pada tahun 1965, Irawati Durban Ardjo menggubah kembali Tari Merak dengan pembaruan pada gerak, kostum, dan penyajiannya. Versi karya Irawati inilah yang paling dikenal dan masih sering dipentaskan hingga sekarang.

Inspirasi Tari Merak berasal dari keindahan burung merak, khususnya burung merak jantan yang membentangkan ekornya untuk menarik perhatian merak betina. Gerakan tersebut kemudian diwujudkan dalam ragam gerak tari yang anggun dan ekspresif.

Pada awalnya, Tari Merak digunakan sebagai tari penyambutan bagi tamu kehormatan negara maupun tamu penting. Seiring perkembangan zaman, tarian ini juga dipentaskan dalam berbagai acara seperti festival budaya, pentas seni, upacara pernikahan, dan penyambutan tamu agung.

Keunikan Kostum Tari Merak Jawa Barat

Kostum Tari Merak menjadi salah satu ciri khas utama tarian ini karena dirancang untuk merepresentasikan keindahan burung merak. Menurut artikel Bentuk Visual Kostum Tari Merak Jawa Barat Karya Irawati Durban Ardjo oleh Venny Agustin Hidayat, kostum karya Irawati Durban Ardjo terdiri atas berbagai bagian, yaitu siger (mahkota), susumping, giwang (anting), kelat bahu, garuda mungkur, gelang tangan, kemben, ekor, ikat pinggang, kacih, selendang, dan sinjang. Setiap bagian dirancang dengan memperhatikan unsur garis, bentuk, warna, ornamen, dan motif yang terinspirasi dari burung merak.

Bagian paling ikonik adalah ekor kostum yang berbentuk setengah lingkaran dan dipasang di bagian belakang penari. Ekor tersebut dihiasi motif bulu merak dengan dominasi warna hijau serta tambahan warna merah, biru, dan kuning yang diambil dari warna alami burung merak. Pada ujung ekor dipasang tali kecil agar penari dapat membentangkannya saat menari tanpa mengganggu gerakan.

Selain berfungsi sebagai pelengkap penampilan, setiap unsur kostum juga mengandung nilai estetika dan simbolik. Misalnya, warna hijau melambangkan kesuburan dan kesejukan, sedangkan warna hitam pada beberapa bagian kostum melambangkan kekokohan, keteguhan, dan kekuatan. Keseluruhan kostum dirancang untuk memperkuat karakter Tari Merak sebagai representasi keindahan burung merak dalam seni tari Sunda.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia