Google Hapus Game Anak di Play Store yang Munculkan Iklan Porno

Merekam jejak-jejak teknologi yang semakin sulit dilepaskan dari aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.
Tulisan dari Jejak Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Google (Foto : Reuters)
Google hari Jumat katakan telah menghapus 60 aplikasi game setelah perusahaan keamanan Check Point menemukan perangkat lunak jahat baru di aplikasi yang bisa diakses oleh anak-anak dan orang dewasa di Play Store seperti diberitakan Reuters (13/1).
Perangkat lunak tersebut menampilkan iklan porno dan coba menipu orang-orang untuk beli layanan premium, menurut keterangan Check Point.
“Kami telah hapus aplikasi nakal dari Play Store, matikan akun pembuatnya dan akan terus berikan peringatan keras bagi siapa pun yang pernah memasang di ponselnya,” jelas juru bicara Google.
Malware yang diberinama AdultSwine ini bersembunyi di dalam aplikasi game yang menurut data Google Play telah diunduh antara 3 hingga 7 juta kali, tulis Check Point di blognya.
Aplikasi tersebut bukan bagian dari koleksi keluarga, yang dibuat berdasarkan program untuk bantu orang tua memilih konten yang tepat untuk buah hatinya di Play Store.
Mereka mengklarifikasi bahwa iklan untuk dewasa yang menumpang di aplikasi bukanlah iklan dari Google.
Malware ini juga berusaha membujuk orang-orang untuk pasang aplikasi keamanan palsu yang dapat membuka jalan untuk serangan berikutnya misalnya pencurian identitas, sebut Check Point.
Mereka menyebutkan aplikasi dan permainan yang dibuat untuk anak-anak jadi sasaran baru untuk kejahatan siber yang sebelumnya menyerang rumah sakit, pemerintah, dan perusahaan.
“Aspek paling menjijikkan dari malware ini adalah kemampuannya untuk munculkan iklan porno (dari koleksi penyerang) tanpa berikan peringatan di layar saat game sedang dimainkan,” terangnya.
Game yang dihapus di antaranya Paw Puppy Run Subway Surf, Shin Hero Boy Adventure Game, dan Drawing Lessons Lego Ninjago.
Check Point menduga AdultSwine dan malware sejenis bakal muncul kembali dan ditiru oleh peretas lainnya, sehingga orang-orang perlu ekstra hati-hati ketika memasang aplikasi khususnya yang ditujukan untuk anak-anak.
