Konten dari Pengguna

2 Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung dan Perlengkapan yang Wajib Dibawa

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung.  Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Aliffian Arief
zoom-in-whitePerbesar
Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Aliffian Arief

Mendaki gunung memiliki risiko tersendiri. Salah satu risiko yang mungkin akan dihadapi oleh pendaki adalah tersesat atau mengalami kondisi darurat lainnya seperti hipotermia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara kirim sinyal darurat di gunung.

Saat berada dalam kondisi darurat, pendaki dapat meminta pertolongan kepada orang lain. Caranya yaitu dengan mengirimkan sinyal darurat.

Ketahui Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung Saat Hiking

Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Idris Hasibuan

Tak ada orang yang ingin tersesat atau mengalami kondisi darurat lainnya saat mendaki gunung. Meskipun demikian, musibah dapat menimpa siapa saja dan kapan saja.

Saat tersesat di gunung atau terpisah dari rombongan, hal paling utama yang perlu dimiliki adalah kemampuan bertahan hidup. Salah satu kemampuan bertahan hidup yakni membuat sinyal darurat.

Sayangnya, masih banyak pendaki yang tidak mengetahui cara untuk mengirimkan sinyal darurat tersebut. Berikut cara kirim sinyal darurat di gunung yang wajib diketahui oleh pendaki.

1. Sinyal Visual

Sinyal visual merupakan salah satu jenis sinyal darurat yang dapat digunakan di keadaan genting. Sinyal visual yang paling mudah adalah cahaya.

Dikutip dari buku Mengenal Interpersonal Skill:Dasar dan Strategi Sukses Komunikasi, Rahmadi dan Yusmiarti (2025:16), penggunaan cahaya sebagai alat komunikasi tidak jauh berbeda dengan penggunaan asap, biasanya untuk memberikan sinyal darurat dan berita informasi jarak jauh.

Jika menggunakan cermin, maka arahkan sinar matahari ke titik yang terlihat dari kejauhan dengan memantulkannya secara teratur. Saat malam hari, nyalakan senter dengan pola tiga titik, tiga garis, tiga titik. Cara ini biasanya disebut sebagai kode morse SOS.

2. Sinyal Suara

Selain visual, pendaki juga dapat mengirimkan sinyal suara. Untuk mengirimkan sinyal jenis ini, pendaki harus memiliki peluit darurat. Caranya dengan meniupkan peluit sebanyak 3 kali, berikan jeda dan ulangi.

Perlengkapan yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

Cara Kirim Sinyal Darurat di Gunung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Abdiel Jeremi

Saat mendaki, keselamatan adalah hal yang utama. Oleh karena itu perlu mempersiapkan fisik, mental, dan perlengkapan. Adapun perlengkapan yang wajib dibawa saat mendaki gunung sebagai berikut.

  • Sepatu gunung

  • Tas carrier

  • Tenda

  • Sleeping bag

  • matras

  • Peralatan navigasi

  • Kotak P3K

  • Logistik (makanan dan minuman)

  • Alat masak

  • Senter dan headlamp

  • Survival kit (peluit, korek api, pisau lipat, dan lain sebagainya)

Baca juga: 7 Persiapan Fisik Sebelum Mendaki Gunung untuk Pecinta Alam

Cara kirim sinyal darurat di gunung perlu dipahami sebelum hiking. Saat mendaki, jangan lupa untuk selalu berdoa dan utamakan keselamatan diri. (FAR)