Konten dari Pengguna

3 Perbedaan Stasiun Tanah Abang Lama dan Baru, Penumpang KRL Perlu Tahu

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan Stasiun Tanah Abang Lama dan Baru. Foto: Stasiun KRL Tanah Abang. Sumber: unsplash.com/Rizki Oceano.
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan Stasiun Tanah Abang Lama dan Baru. Foto: Stasiun KRL Tanah Abang. Sumber: unsplash.com/Rizki Oceano.

Stasiun Tanah Abang baru resmi beroperasi pada 29 Juni 2025. Beberapa perbedaan Stasiun Tanah Abang lama dan baru perlu diketahui oleh para penumpang KRL. Pasalnya, terdapat beberapa penyesuaian termasuk rute dan peron kereta commuter line.

Dikutip dari buku Si Ular Besi Antar Jonan jadi Menteri. Akhmad Sujadi. (2016:279), Stasiun Tanah Abang merupakan stasiun transit penumpang yang melayani rute Tanah Abang - Serpong, dan sebaliknya. Stasiun ini menjadi salah satu stasiun transit terpadat setiap harinya.

3 Perbedaan Stasiun Tanah Abang Lama dan Baru yang Perlu Diketahui

instagram embed

Setelah bangunan baru Stasiun Tanah Abang beroperasi, masih banyak penumpang KRL yang kebingungan akibat perubahan pola operasi dan penataan jalur. Oleh sebab itu, perbedaan Stasiun Tanah Abang lama dan baru berikut ini penting diketahui sebagai panduan.

1. Bangunan

Stasiun Tanah Abang lama memiliki bangunan yang lebih kuno dan lebih kecil dibandingkan Stasiun Tanah Abang baru. Bangunan baru memiliki konsep bangunan yang lebih modern, megah, dan futuristik.

Pada Stasiun Tanah Abang baru terdapat hall yang bisa digunakan untuk akses keluar masuk stasiun. Bagi pengguna yang hendak masuk ke stasiun bisa menggunakan gate-in di lantai 2. Sementara yang keluar bisa menggunakan gate-out di lantai dasar.

Walaupun bangunan baru telah beroperasi, akses masuk dan keluar di bangunan lama masih tetap bisa digunakan. Hal ini untuk memudahkan penumpang saat masa peralihan.

2. Peron

Peron Stasiun Tanah Abang lama dan baru juga banyak yang berubah. Penumpang KRL perlu memperhatikan penyesuaian rute dan peron ini, agar tidak salah. Jika sebelumnya naik dan turun di peron jalur 2 bangunan lama, kini semuanya dialihkan ke peron jalur 1 di bangunan baru.

Di bawah ini adalah informasi peron yang bisa digunakan penumpang KRL setelah switch over tahap 2 di bulan Juni 2025. Berikut rinciannya untuk penumpang yang hendak naik dan turun di Stasiun Tanah Abang.

  • Peron Jalur 1 (Bangunan Baru): Tujuan Duri/Angke/Kampung Bandan atau Bekasi/Cikarang via Pasar Senen.

  • Peron Jalur 2 (Bangunan Baru): Tujuan Bekasi/Cikarang via Manggarai.

  • Peron Jalur 3 (Bangunan Lama): Untuk penumpang KRL yang turun dari arah Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung. Selanjutnya rangkaian dikosongkan dan berganti ke peron 5 atau 6.

  • Peron Jalur 5 dan 6 (Bangunan Lama): Tujuan Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung.

3. Fasilitas

Dari segi fasilitas pun berbeda, bangunan baru Stasiun Tanah Abang sudah menyediakan fasilitas eskalator dan lift untuk penumpang. Sementara pada bangunan lama, akses menuju peron baru tersedia tangga manual.

Fasilitas lainnya yang bisa digunakan di bangunan baru adalah stopkontak, gerai ATM, area lost and found, layanan kesehatan, dan ruang menyusui. Fasilitas untuk penyandang disabilitas juga lebih terjamin dibandingkan dengan fasilitas stasiun sebelumnya.

Baca Juga: 6 Perbedaan KRL Baru dan Lama, Mulai dari Interior hingga Fitur-Fitur Baru

Perbedaan Stasiun Tanah Abang lama dan baru di atas penting untuk penumpang KRL. Jika belum terbiasa, penumpang bisa bertanya pada petugas stasiun untuk membantu arah perjalanan. (NAI)