4 Kue Basah Khas Betawi yang Tetap Laris Meski Zaman Sudah Modern

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kue basah khas Betawi masih punya tempat tersendiri di hati banyak orang. Memang pilihan camilan sekarang makin beragam dan tampilannya makin kreatif, tapi beragam kue tradisional ini tetap dicari.
Kue-kue ini rasanya khas dan tampilannya sederhana, tapi itulah yang menarik. Tak heran selalu hadir di banyak acara penting, baik di keluarga hingga tingkat komunitas.
Kue Basah Khas Betawi yang Selalu Bikin Kangen
Di tengah tren makanan kekinian yang silih berganti, jajanan seperti beberapa kue basah khas Betawi ini tetap bertahan. Orang akan mudah menemukannya pasar atau kaki lima, juga di berbagai acara spesial.
Berikut kue-kue basah tradisional tersebut, dikutip dari buku Ragam Kudapan Jawa, Murdijati-Gardjito dkk., (2023: 233-234).
1. Kue Ape
Kue ape adalah salah satu kue khas Betawi yang banyak disukai. Bentuknya bundar dengan pinggiran yang tipis dan renyah, sedangkan bagian tengahnya lebih tebal dan lembut.
Warna hijaunya berasal dari campuran daun pandan, yang juga memberi aroma wangi pada kue ini. Rasanya manis dan ringan, mirip serabi, tapi punya tampilan dan tekstur yang khas.
2. Kue Rangi
Kue rangi berbentuk setengah lingkaran, biasanya dibuat dari campuran tepung tapioka dan kelapa parut. Kemudian dipanggang di atas cetakan khusus yang diletakkan di atas tungku.
Setelah matang, kue disajikan dengan olesan gula kelapa kental di atasnya. Sekilas memang mirip pukis, tapi rasanya jauh berbeda. Lebih gurih dengan sentuhan manis dari gula kelapa.
3. Kue Pancong
Kue pancong juga termasuk kue khas Betawi yang banyak penggemarnya. Terbuat dari tepung beras, santan, dan kelapa parut, kue ini bercita rasa gurih. Biasanya disajikan hangat dengan taburan gula pasir di atasnya, atau kadang dicelup ke gula saat baru matang. Simpel, tapi selalu bikin ingin ambil lagi dan lagi.
4. Kue Cubit
Kue cubit ukurannya kecil, tapi juga jadi salah satu jajanan tradisional yang banyak dicari. Namanya berasal dari cara mengambilnya dari cetakan, yakni dengan menggunakan penjepit seperti sedang dicubit.
Tekstur kue ini lembut, dengan rasa manis yang pas. Kadang ada topping tambahan seperti meses, keju, atau rasa lain sesuai selera. Cocok untuk teman minum teh atau kopi di sore hari.
Baca juga: 5 Kuliner Khas Betawi yang Legendaris dan Unik
Kue basah khas Betawi merupakan bukti jejak tradisi yang masih dijaga hingga sekarang. Meski zaman berubah, keempat kue ini tetap punya tempat di tengah selera yang terus bergeser. (CR)
