4 Makanan Khas Daerah Yogyakarta yang Legendaris

Jendela Dunia
Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
Konten dari Pengguna
19 September 2023 15:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi makanan khas daerah Yogyakarta. Sumber: Unsplash/ samer daboul.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan khas daerah Yogyakarta. Sumber: Unsplash/ samer daboul.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berkunjung ke Yogyakarta tak akan lengkap rasanya tanpa berburu berbagai macam makanan khas daerah Yogyakarta yang sangat legendaris. Makanan khas tersebut wajib dicicipi saat berkunjung ke Kota Pelajar tersebut.
ADVERTISEMENT
Beberapa makanan legendaris dari daerah Yogyakarta cukup mudah didapatkan. Hal ini karena lokasinya yang cukup strategis, tak jauh dari pusat kota. Tentu saja, wisawatan tak akan kecewa saat mencicipi berbagai macam makanan tersebut.

Makanan Khas Daerah Yogyakarta

Ilustrasi makanan khas daerah Yogyakarta. Sumber: Unsplash/ Brandon Benedict.
Ada beragam makanan legendaris khas Yogyakarta dengan cita rasa yang enak dan lezat . Bagi yang memiliki rencana liburan, tak ada salahnya mencicipi makanan khas Daerah Yogyakarta yang Legendaris berikut ini.

1. Oseng Mercon Bu Narti

Bagi wisatawan yang suka dengan kuliner bercita rasa pedas, wajib mencicipi oseng mercon Bu Narti. Dikutip dari situs indonesia.travel, makanan yang satu ini menggunakan jeroan sapi sebagai bahan utamanya.
Jeroan tersebut kemudian dibumbui cabe rawit sehingga menghasilkan rasa yang sangat pedas, hingga diibaratkan petasan mercon. Makanan satu ini, cocok dihidangkan bersama nasi putih yang hangat.
ADVERTISEMENT
Konon, oseng mercon Bu Narti bisa menghabiskan sekitar 50 kilogram jeroan dan 6-10 kg cabe rawit dalam sehari.
Oseng Mercon Bu Narti buka setiap hari mulai pukul 18.00 - 24.00 WIB. Tempat makan ini berada di jalan KH. Ahmad Dahlan Jl. Purwodiningratan No.110, Ngampilan,Yogyakarta.

2. Sate klathak

Sate klathak menjadi makanan legendaris dari Kota Yogyakarta yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jogja. Pada dasarnya, sate klathak sama dengan sate kambing pada umumnya. Bedanya, sate klathak memiliki ciri khas pada tusuknya yang terbuat dari jeruji.
Konon, penggunaan jeruji bisa membuat potongan daging kambing menjadi matang merata. Tentu saja, makanan satu memiliki cita rasa yang enak dan lezat.
Beberapa sate klathak yang terkenal yakni Sate Klathak Pak Pong, Sate Klatak Pak Bari, dan Sate Klathak Mak Adi. Sate klatak biasanya buka setiap hari. Lokasi berada di kawasan Bantul.
ADVERTISEMENT

3. Gudeg

Gudeg menjadi makanan yang sangat legendaris dari daerah Yogyakarta. Makanan ini terbuat dari nangka muda yang dimasak menggunakan santan dalam waktu yang cukup lama.
Gudeg memiliki rasa yang cenderung manis, sehingga menjadikan makanan ini sangat digemari banyak orang. Gudeg biasanya dimakan bersama nasi dan disajikan dengan kuah santan kental atau areh, ayam kampung, telur, tahu, dan sambal goreng krecek.
Ada berbagai tempat gudeg yang menjajakan makanan tersebut. Beberapa gudeg yang paling terkenal, yakni gudeg Pawon, gudeg Yu Djum yang tersebar di sejumlah sudut kota Jogja.

4. Bakpia Pathuk

Bakpia pathuk merupakan makanan khas Yogyakarta yang paling diburu karena kerap dijadikan sebagai oleh-oleh para wisatawan.
Rasanya yang manis serta teksturnya yang krispi menjadikan bakpia pathuk banyak digemari. Selain original, terdapat banyak varian rasa yang bisa dipilih, seperti kacang hijau, cokelat, keju, hingga durian.
ADVERTISEMENT
Beberapa bakpia pathuk yang terkenal, yakni Bakpia Pathuk 25, Bakpia Pathuk Kurnia Sari, dan masih banyak lagi yang lainnya. Makanan satu ini bisa didapatkan di beberapa outlet resmi yang tersebar di berbagai wilayah hingga di pusat oleh-oleh.
Bagiamana, tertarik untuk mencicipi? Sebagai catatan, beberapa tempat makanan khas daerah Yogyakarta yang Legendaris tersebut biasanya akan ramai di hari libur, sebaiknya datang lebih awal agar tak lama mengantre bahkan kehabisan. (IND)