4 Makanan Khas Mandailing yang Wajib Dicoba saat Liburan ke Sana

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan dan tradisi, termasuk dalam hal kuliner. Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner yang khas dengan rasa yang lezat. Ada beberapa makanan khas Mandailing yang wajib dicicipi saat liburan ke sana.
Bagi yang belum mengetahui Mandailing itu di mana, daerah ini berada di wilayah administratif Sumatera Utara. Daerah ini terkenal dengan budaya Bataknya yang masih terjaga dengan baik.
4 Makanan Khas Mandailing yang Wajib Dicoba
Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Sumatera Utara http://disbudpar.sumutprov.go.id, Mandailing Natal adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia.
Ibu kota kabupaten ini berada di kecamatan Panyabungan. Kabupaten Mandailing Natal berbatasan dengan Sumatera Barat, Tapanuli Selatan, Samudera Indonesia, dan Kabupaten Padang Lawas.
Salah satu hal yang tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Mandailing Natal adalah mencicipi makanan khas dari sana. Berikut ini adalah beberapa makanan khas Mandailing Natal.
1. Ikan Sale
Makanan khas pertama yang banyak ditemukan di Mandailing adalah ikan sale. Istilah "ikan sale" dalam bahasa daerah Mandailing Natal artinya ikan yang dikeringkan dengan asap. Ikan sale biasanya dibuat dari ikan gabus, lele, seluang, baung, dan ikan lais.
Proses pengasapan dengan serabut kelapa membuat ikan lebih awet dan tahan lama, sehingga dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi masakan, seperti gulai ikan sale.
2. Dodol Alame
Dodol alame khas Mandailing Natal adalah dodol hitam yang manis dan lembut, terbuat dari gula merah, tepung beras ketan, dan santan kelapa yang dimasak hingga mengental. Dodol alame juga dikenal sebagai dodol paluta atau mangalame.
Dodol alame dibungkus dengan anyaman daun pandan dan menjadi makanan tradisional dan tradisi bagi masyarakat Mandailing. Makanan ini sangat cocok dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh setelah liburan.
3. Itak Poul-poul
Nama kue ini diambil dari bahasa Mandailing, "itak" yang berarti kue tradisional berbahan dasar tepung dan "poul" yang bermakna kepal. Jadi, itak poul-poul secara harfiah berarti "kue yang dikepal".
Itak poul-poul biasanya dibuat oleh warga Mandailing saat hajatan "pamijur danak", yaitu tradisi membawa bayi pertama kali keluar rumah. Pada acara ini, para gadis memproduksi itak poul-poul untuk dibagikan.
4. Lemang
Lemang khas Mandailing Natal adalah makanan khas yang terbuat dari beras ketan yang dibakar dalam ruas bambu yang dibalut daun pisang. Warga Mandailing menyebutnya Mangalomang. Lemang biasanya dimakan sebagai pengganti nasi.
Baca juga: 3 Tempat Kuliner Sidoarjo yang Populer untuk Dicoba
Itulah beberapa makanan khas Mandailing yang wajib dicoba ketika berada di daerah tersebut. Makanan tersebut terkenal dengan cita rasanya yang khas dan bisa memanjakan lidah. (ARD)
